KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 5


__ADS_3

"Amber....ibu baru saja menerima undangan pernikahan Daren, dia mengundangmu juga ibu.Sempatkanlah waktumu untuk datang.Ny O'Neil berharap kau bisa datang, karena saat pertunangan mereka kau sudah harus kembali ke kota."


Percakapan telepon dengan sang ibu masih terngiang di telinga Amber.


Amber menarik nafas berat, ketakutannya akan bertemu dengan Kyne yang membuatnya ragu untuk datang ke pesta itu.


Tapi dia sudah berjanji akan datang di pernikahan Daren dan Clara.


**


Pada akhirnya, Amber memutuskan untuk datang ke pesta pernikahan itu.Aku hanya perlu menghindar agar tidak bertemu dengannya, pikir Amber saat memikirkan akan kemungkinannya bertemu dengan Kyne.


Amber berencana hadir diacara resepsi yang diadakan dikediaman keluarga O'Neil.


Amber baru saja tiba di rumah ibunya, saat Ny.Williams pulang dari acara pernikahan Daren dan Clara di gereja.


"Kamu sudah datang?", sapa Ny Williams melihat putrinya.Amber memeluk ibunya, "Ibu sehatkan?".


"Seperti yang kau lihat,ibu sangat sehat", balas Ny Williams.


"Kaki ibu, bagaimana?"


Amber melepas pelukannya dan melihat kaki ibunya. "Kaki ibu sudah sembuh sayang".


Terbesit sedikit perasaan bersalah di diri Amber, karena sudah tiga bulan sejak dia terakhir pulang untuk mengunjungi ibunya.


"Maafkan aku,Bu", bisiknya lirih.


"Aku terlalu disibukkan dengan pekerjaan sehingga tidak bisa sering pulang".


Amber kembali memeluk ibunya, dan di balas dengan elusan penuh sayang dikepalanya.


Amber menyiapkan pakaiannya dengan hati-hati. Ia tidak ingin tampak mencolok - sebagai mantan tunangan sang mempelai pria - tapi juga tidak ingin tampak kusam,sehingga malu sendiri di pesta bergengsi itu.Akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada gaun merahnya.Gaun berbahan sutra itu berlengan panjang dan berleher tinggi, selain kakinya,bagian tubuhnya yang lain tertutup.


Amber menyempurnakan penampilannya dengan anting mutiara dan menggelung rambut panjangnya,sehingga mengeskspos lehernya yang jenjang.Dilengkapi dengan sepatu berwarna merah yang senada dengan gaunnya,Amber tampak memukau.


Melihat penampilannya di cermin membuat Amber lebih percaya diri,dia meraih tas tangannya sebelum keluar kamar.


Kedatangan Amber dipesta pernikahan itu di sambut Ny O'Neil - yang berterima kasih atas bantuannya membuat kue saat pertunangan Daren.Lalu mengajak Amber untuk menemui Daren dan Clara.


"Terima kasih sudah datang", ucap Clara begitu melihat sosok Amber, dan memeluknya.


"Aku sudah berjanji", jawab Amber sambil tersenyum."Selamat untuk kalian,aku turut berbahagia".Setelah Clara melepaskan pelukannya,Amber megulurkan tangannya pada Daren, tapi laki-laki mengabaikan uluran tangannya dan memeluknya."Terima kasih", Daren berkata sambil melepaskan pelukannya pada Amber, "Kuharap kau segera menemukan lelaki baik,dan segera menyusul kami", ucapnya tulus.


Mata Amber sedikit berkaca-kaca mendengar ucapan Daren.Setelah mengucapkan selamat sekali lagi, Amber pun berbaur dengan tamu lain untuk menikmati pesta itu.


Saat sedang menyesap minumannya,mendadak Amber merasa tidak nyaman,seolah dirinya sedang di awasi.Dan tanpa melihatnya pun Amber bisa menebak siapa yang sedang mengamatinya.


Jantungnya berdetak lebih cepat dan tubuhnya menegang.

__ADS_1


Para wanita berbisik-bisik pelan,memuji ketampanan dan kekayaannya saat melihat bujangan paling dicari memasuki ruang pesta itu.Amber melihat banyaknya wanita yang mulai mencari perhatian Kyne,dan dia hanya mendesah sebal.


Dengan jas hitam yang membungkus tubuh atletisnya, Kyne memang terlihat sangat tampan.Batin Amber sambil melirik ke arah Kyne yang sedang berjalan ke arahnya.


Apa?


Kearahnya?


Amber mengangkat pandangannya dan langsung bertemu dengan mata Kyne.


Dengan penuh percaya diri-mengabaikan bisikan para wanita- Kyne berjalan menghampiri Amber, yang berdiri disudut ruangan.Dia mengambil gelas yang sedang di pegang Amber, begitu dirinya sampai di depan wanita yang masih terdiam sambil menatapnya.


"Kau datang?", tanyanya penuh selidik.


Amber pulih dari keterkejutannya begitu mendengar suara Kyne.


"Iya,kenapa?", jawabnya dengan kesal.


Entah mengapa nada suara Kyne terdengar sangat menyebalkan.


"Apa yang sedang kau rencanakan?. Daren dan Clara sudah menikah,kau jangan mengganggu mereka!".


"Aku datang, karena undangan Clara dan Daren, tidak ada rencana apapun yang kucoba lakukan,seperti yang kau tuduhkan."


Amber berusaha pergi dari hadapan Kyne, tapi lekaki itu tidak membiarkannya.


"Lepaskan aku!", kata Amber dengan panik.Tangan Kyne yang menahan lengannya,mengirimkan getaran aneh ke seluruh tubuhnya.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya?"


"Kau", jawab Kyne sambil menarik tubuh Amber kedalam pelukannya.


"Apa yang kau lakukan!", sentak Amber terkejut.


"Berdansa", dengan santai Kyne menjawab.


Amber segera mengarahkan pandangan ke sekitar, dan benar saja, di tengah ruangan kedua pengantin sedang berdansa romantis, kemudian di ikuti para tamu undangan.


Sejak kehadiran Kyne, kehidupan di sekitarnya seolah berhenti, tidak menyadari kejadian di sekitarnya dan tidak mendengar apapun.


"Aku harus mencari ibuku, jadi ajaklah orang lain untuk berdansa denganmu", tolak Amber.


"Aku tidak ingin orang lain, aku hanya ingin berdansa denganmu", Kyne merapatkan tubuh Amber ke dadanya,tangannya melingkar di pinggang Amber, menahan tubuh Amber yang memberontak.


"Diamlah kalau kau tidak ingin aku menciummu".


"Kyne, mengapa kau melakukan ini?".


"Menurutmu mengapa?".

__ADS_1


Tangan Kyne mengelus lembut punggung Amber,membuat nafas gadis itu tercekat.


"Kyne. kumohon".


"Apa?"


Senyum yang muncul di wajah Kyne membuat Amber ingin memukul wajah itu.


"Memohon apa? Menciummu?".


Kyne semakin mengetatkan pelukannya, membuat dada Amber yang lembut menempel didadanya yang keras, pahanya yang berotot menempel dengan paha Amber yang halus.Amber menjadi tidak bisa berfikir jernih karena ulah Kyne, kesadarannya seolah hilang saat membiarkan Kyne mengajaknya berkeliling lantai dansa.


Banyak mata yang memandang mereka - para wanita dengan tatapan mematikan menatap Amber dan tatapan penasaran serta tanda tanya.


Sudah cukup lama mereka berdansa mengikuti irama musik, "Apa sekarang kau akan melepaskanku?" tanya Amber sambil menatap Kyne.


"Tidak!"


Amber menghela nafasnya.


"Banyak wanita cantik di pesta ini yang ingin berdansa denganmu".


"Tapi aku tidak ingin berdansa dengan mereka", dengan acuh Kyne menjawab.


"Aku ingin ke toilet", pada akhirnya Amber membuat alasan agar terlepas dari Kyne.


Kyne menatap Amber dengan tajam, lalu tanpa berkata-kata dia menggandeng Amber keluar dari tempat pesta.


"Apa yang kau lakukan Kyne!" tanya Amber pelan,karena banyak yang memperhatikan mereka.


"Kau ingin ke toilet, bukan? Aku akan mengantarmu".


Kyne menuntun Amber, memaksa untuk mengikutinya.Amber mengedarkan pandangannya berusaha mencari seseorang yang bisa menyelamatkannya dari Kyne.Tapi tak seorang pun yang di temuinya saat Kyne membawanya ke arah koridor lalu memasuki sebuah ruangan kamar tidur.


"Kau bisa memakai toilet yang ada di situ", tunjuk Kyne, setelah melepaskan Amber.


Amber melihat sekeliling ruangan yang didominasi warna gelap itu.


"Mengapa kau membawaku kemari?", ada sedikit ketakutan dalam diri Amber begitu menyadari bahwa ruangan ini adalah kamar tidur Kyne.


"Membawamu ke toilet, bukannya itu tadi yang kau bilang"


"Iya, tapi tidak harus kesini bukan?".


"Kamarku yang terdekat dari tempat pesta" ujar Kyne memberi alasan.


Amber memberikan tatapan tajam dan menyelidik ke arah Kyne, sebelum akhirnya berjalan menuju toilet.Entah apa yang dilakukannya disana, karena dia hanya mencari alasan.Pada akhirnya Amber hanya diam, berusaha menetralkan perasaanya untuk menghadapi Kyne.


Amber keluar dari kamar mandi dan mendapati Kyne berdiri di sisi ranjang,sedang menggulung lengan kemejanya.Dia telah melepaskan jas dan membuka kancing atas kemejanya memperlihatkan sebagian dadanya yang bidang.

__ADS_1


Amber memejamkan matanya saat melihat pemandangan indah di hadapannya.Usahanya di kamar mandi sepertinya sia-sia, karena jantung Amber sekarang berdetak lebih kencang lagi.


"Terima kasih atas tumpangan kamar mandinya", ucap Amber datar berusaha mengontrol dirinya.Dia pun segera menuju ke arah pintu.Ia ingin segera keluar dari sana, mengamankan diri dari pemandangan yang membuat reaksi tubuhnya menjadi tak terkendali.Amber berusaha membuka pintu, lalu menoleh penuh tanda tanya ke arah Kyne saat mendapati pintu itu terkunci.


__ADS_2