
Tepat pukul satu siang, Jaden-asisten Kyne- menghentikan presentasi dan meminta mereka semua untuk makan siang bersama.
Jaden membuka pintu ruang meeting diikuti Kyne, berjalan menuju tempat jamuan makan siang.Amber pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan dibelakang Charlie,bersama seorang wanita dari perusahaan lain yang baru di kenalnya bernama Jesica.
"Ternyata rumor yang beredar itu benar".ucap Jesica mengajak bicara Amber.
"Maksudnya?" Amber bertanya tidak mengerti.
"Tentang CEO NEIL Company, dia ternyata benar-benar sangat tampan."
Mendengar wanita lain memuji Kyne,entah mengapa membuat Amber kesal.
Saat memasuki ruang perjamuan, Amber melihat sosok Kyne yang sedang berbincang dengan Charlie.Amber berusaha menata emosinya saat melihat Kyne kembali.Ia pun duduk bersama Jesica di salah satu meja bergabung dengan yang lain.
Dengung percakapan yang terjadi di meja makan seolah tidak terdengar oleh Amber,dia sibuk dengan pikirannya sendiri.Membuat Amber sangat terkejut saat tiba-tiba air dingin mengguyur dirinya.
"Maaf nona!", seru pelayan yang menumpahkan minuman itu.
"Saya tidak sengaja,maaf atas kelalaian saya".
Amber hanya mengangguk, dan berusaha membersihkan tumpahan air di pakaiannya.
Charlie yang melihat kejadian itu pun datang ke meja Amber, dan meminta pelayan tersebut untuk lebih hati-hati.Setelah meminta maaf sekali lagi pada Amber,pelayan itu pun pergi dengan rasa takut.
Kyne yang juga melihat kejadian itu pun menghampiri meja Amber -setelah mengirim pesan ke Jaden, meminta asistennya itu untuk membeli baju ganti buat Amber.
"Maaf atas kejadian ini Nona Williams" ucap Kyne dengan suara lembut,yang membuat Amber merinding.
Kyne yang melihat kondisi Amber pun melepas jasnya dan sedikit membungkuk saat memakaikan jas itu untuk menutup tubuh Amber.
"Jangan menolak kecuali kau ingin semua pria di ruangan ini melihat tubuh indahmu" bisik Kyne ditelinga Amber,saat gadis itu berusaha menolaknya.Amber pun tersadar saat melihat
kemeja yang dipakainya melekat ditubuhnya seperti kulit kedua.
Kyne pun meminta maaf atas kejadian tidak mengenakkan ini kepada semua orang, dan meminta untuk melanjutkan makan siang mereka.Kyne pun meminta ijin Charlie untuk membawa Amber keruangan lain,agar Amber merasa nyaman,karena tidak mungkin Amber tetap disana dalam kondisi seperti itu.
Charlie pun menyetujuinya dan sedikit memaksa Amber untuk mengikuti Kyne.
Amber yang awalnya menolak karena tidak ingin bersama Kyne pada akhirnya menurut.
Kyne keluar dan membawa Amber ke ruangannya, dan berpesan pada sekretarisnya untuk meminta Jaden keruangannya jika sudah datang.
__ADS_1
Amber melepas jas Kyne begitu ia masuk kedalam ruangan kerja pria itu, wangi Kyne yang menempel pada jas itu membuat pikiran Amber benar-benar kacau.
Dan Amber kembali dibuat terkejut saat melihat Kyne berada diruangan yang sama dengannya.Dia mengira Kyne hanya mengantarnya saja,mengingat banyaknya orang yang menunggu kehadirannya.
"Takdir mempertemukan kita kembali", ucap Kyne pelan tapi masih terdengar oleh Amber.
"Dan kau sama sekali tidak berubah" lanjut Kyne sambil menelusuri lekuk tubuh Amber yang tercetak jelas di balik kemejanya yang basah.Membuat Amber menyesal telah melepas jas yang di berikan Kyne untuk menutupi tubuhnya.
Amber menyilangkan tangannya didepan dada,berusaha menutupi bagian tubuhnya yang membayang di balik kemejanya yang basah.
Kyne berjalan ke arah Amber,dan Amber berusaha menghindar dengan berjalan mundur sampai dirinya tidak bisa lagi bergerak, Kyne semakin mendekat.
"Kau tetap terlihat cantik" bisik Kyne sambil menaruh kedua tangannya di meja yang ada dibelakang Amber, mengurung tubuh Amber.
"Tu..Tuan O'Neil" ucap Amber terbata-bata.
Berdekatan dengan Kyne selalu membuat pikiran dan kendali diri Amber menghilang.
"Kurasa semua orang menunggumu kembali ke perjamuan makan siang"
Amber berharap dengan mengatakan itu Kyne segera pergi dan meninggalkannya sendiri.
Tapi dia salah.
Amber tersentak saat merasakan bibir Kyne ******* bibirnya, tanpa ampun lidahnya menerobos masuk ke dalam mulut Amber.
Surga.
Itulah yang dirasa Kyne saat kembali mencecap rasa manis bibir Amber.
Begitu pula yang dirasakan Amber, ciuman yang selalu dibayangkannya setiap malam,membuat tubuhnya berbaring gelisah di atas ranjangnya.Tidak bisa dipungkiri dia begitu menginginkan ciuman Kyne lagi.
Amber membalas ciuman Kyne dengan sama bergairahnya, tanpa sadar dia mengalungkan tangannya di leher Kyne,memudahkan Kyne untuk memperdalam ciuman mereka.
Dengan perlahan Kyne mengangkat tubuh Amber dan mendudukkannya dimeja,lalu dia menempatkan dirinya di antara kaki Amber.
Salah satu tangannya merengkuh tubuh Amber untuk semakin merapatkan tubuh mereka.Sementara tangannya yang lain mulai menelusup ke balik kemeja Amber,menelusuri kulit perut wanita itu yang begitu halus.
Amber semakin tenggelam dalam arus gairah yang dibangkitkan Kyne sehingga tidak sadar dimana sekarang dia berada.
Tangan Kyne dengan gerakan selembut sutra perlahan mulai naik kebagian atas tubuh Amber,mengelus lembut bagian dada Amber dibalik bra yang masih menutupinya, membuat Amber mendesah hebat.Kyne pun membuka matanya,menikmati ekspresi wanita itu saat ia menciumnya.Ekspresi yang sangat disukai dan dirindukannya,dan desahan manis yang keluar dari bibir wanita ini membuat gairahnya semakin meningkat.
__ADS_1
Kyne memejamkan matanya kembali dan menikmati bibir Amber dengan penuh kerinduan.Tangannya mulai sedikit liar,meremas lembut dan membelai puncak dada Amber yang mulai mengeras di balik bra yang dipakainya,mengirim sensasi liar disekujur tubuh Amber.
Kyne melepas bibir Amber dan beralih menciumi leher putih milik Amber,dia berusaha membuka kancing kemeja Amber,saat pintu ruangannya diketuk, dan suara Jaden terdengar dari balik pintu.
Kyne melepaskan ciumannya dan merapikan kemeja Amber, lalu menurunkan tubuh Amber yang masih membeku dari atas meja dan mendudukkannya di sofa,lalu meraih jasnya untuk menutupi tubuh Amber,sebelum akhirnya meminta Jaden masuk keruangannya.
Amber menundukkan kepalanya,saat Jaden masuk dan menaruh sebuah kantong kertas di atas meja.Dia tidak berani mengangkat kepalanya meski untuk sekedar berterima kasih.Dalam hati dia merutuki kebodohannya sendiri,yang begitu mudahnya membiarkan Kyne menciumnya dan bahkan membalasnya.Wajahnya memerah karena malu dan marah pada diri sendiri.
"Gantilah pakaianmu", pinta Kyne setelah Jaden keluar dari ruangan.
Amber masih menundukkan kepalanya,dia tidak berani menatap Kyne.Dia merasa malu dengan kebodohannya, yang tidak bisa menolak pesona Kyne.
Amber mengambil kantong kertas yang diberikan Jaden di meja.
"Dimana aku bisa mengganti pakaianku" tanya Amber lirih.
Kyne meraih tangan Amber, menariknya de depan sebuah pintu yang ada di ruangan itu.
"Masuklah,ganti pakaianmu di dalam".
Amber pun masuk kedalam tempat pribadi Kyne,untuk mengganti pakaiannya.
Mengapa ada kamar tidur disini?, batin Amber.
Kemudian bayangan Kyne menghabiskan waktu diranjang itu dengan wanita lain,membuat hati Amber seperti ditusuk ribuan paku.
Mengapa aku harus peduli dengan siapa dia menghabiskan malamnya, kesal Amber.
Dengan cepat ia mengeluarkan setelan baju dan sebuah bra dari dalam kantong,membuat wajah Amber memerah.Kemudian segera mengganti pakaiannya- bagaimana bisa dia tahu ukuran bajuku- batin Amber saat setelan baju itu begitu pas ditubuhnya.
Amber melipat bajunya yang basah dan memasukkannya kedalam kantong,lalu keluar dari kamar pribadi Kyne.
Amber melihat Kyne duduk dikursi kebesarannya,menerima telepon,lalu pandangannya beralih kemeja kerja Kyne,dimana beberapa saat lalu dia berada disana berciuman panas dengan pemiliknya, membuat wajahnya kembali memerah.Entah apa yang dipikirkan Kyne tentangnya sekarang.Pasti bukan hal yang baik karena Kyne selalu menilainya dengan buruk,apalagi kelakuannya menunjang hal itu.
Kyne melirik Amber yang sudah mengganti pakaiannya sambil menerima telepon dari koleganya.Melihat wanita itu membuat gairahnya kembali bangkit, setelah dengan susah payah dia meredakan nafsunya akibat ciuman panas mereka.Hanya Amber yang membuatnya merasa seperti ini.Belum pernah ia menginginkan wanita,seperti ia menginginkan Amber.
Dengan hanya melihat Amber saja darahnya seolah mendidih,hasratnya muncul tanpa bisa dikendalikan.
Dia harus segera menuntaskan hasratnya sebelum dia hilang akal.
Sebuah ide gila muncul di kepala Kyne.
__ADS_1
Tidak mungkin Amber menyetujuinya,tapi jangan panggil dia Kyne O'Neil jika tidak bisa mencapai keinginannya.
Dia akan menjalankan rencananya tapi tidak sekarang, akan ada saatnya dimana tidak akan ada lagi yang mengganggunya untuk memiliki wanita itu.Dan untuk sekarang Kyne harus menahannya.