
"Sayang,kau terlihat cantik! Ibu sungguh tidak percaya pada akhirnya kalian akan menikah.Sebenarnya ibu sudah curiga ada apa-apa diantara kalian, dan dugaan ibu benar, kau membawa kejutan yang sangat istimewa.Apapun alasan kalian ibu bahagia semua berakhir baik."
Ny Williams tidak bisa lagi menahan air matanya, dia memandang wajah putri satu-satunya yang akan menikah.
"Seandainya ayahmu masih hidup, dia pasti juga akan bahagia".
Ny Williams menghapus air matanya dan tersenyum saat melihat mata Amber berkaca-kaca.
"Bersiap-siaplah, jangan sampai terlambat di acara pernikahanmu."
"Bukankan pengantin wanita memang biasanya terlambat?", ucap Amber membalas senyum ibunya."Terima kasih, Bu."
Ny Williams mengelus pipi putrinya dan mencium keningnya, "Berbahagialah dengan Kyne,jadilah istri dan ibu yang baik, ibu yakin kau pasti bisa."
Ny.Williams memeluk Amber memberi ketenangan pada putrinya yang sedikit terlihat gugup. "Bersiaplah, ibu akan melihat cucu tampan ibu dulu."
***
Amber pulang kerumah ibunya satu bulan yang lalu, bersama dengan Kyne dan Earl.
Setelah Amber setuju untuk menikah dengannya, Kyne segera mengajak Amber untuk pulang menemui kedua orang tua mereka.Pada awalnya mereka semua -ibu Amber maupun ibu Kyne- terkejut, apalagi dengan kehadiran Earl, tapi itu tidak bertahan lama karena Baby Earl seolah mencuri perhatian mereka.Ny O'Neil pun menerima Amber sebagai calon istri Kyne dengan bahagia, ya dia memang kurang menyetujui saat Amber bertunangan dengan Darren, karena anak keduanya itu masih terlalu muda untuk Amber yang sudah dewasa, tapi sekarang tidak alasan baginya untuk tidak menyetujui rencana pernikahan Amber dengan putra pertamanya, apalagi mereka telah memberikan seorang cucu yang sangat tampan.
***
Amber melihat penampilannya dicermin, dia terlihat lebih cantik dengan gaun berwarna kuning gading dan mahkota kecil di rambutnya yang dibiarkan tergerai.Pada awalnya ibunya memilihkan baju berwarna putih untuknya, tapi dia menolaknya karena dia merasa tidak pantas memakai warna putih yang melambangkan kesucian itu.
__ADS_1
Pernikahannya akan diadakan digereja yang ada dilingkungan tempat tinggal orang tua mereka.Pada awalnya Amber berfikir mereka akan menikah dicatatan sipil, tapi Kyne menolaknya mentah-mentah.Dia ingin pernikahan mereka sah secara agama dan negara.Dia pun berkata sudah sepatutnya orang tua mereka turut andil dalam pernikahan mereka, karena Amber yang menutupi kehamilannya.
Amber pun menyetujuinya dengan syarat pernikahan mereka tidak terlalu dipublikasikan, Amber sengaja meminta hal itu karena tidak ingin menjadi sorotan karena telah menikahi Kyne O'Neil, dan juga sebisa mungkin ingin menghindarkan Earl dari sorotan media.
Amber menghela nafasnya berusaha melepaskan beban pikirannya, hari ini akan menjadi awal dari semuanya.Hari ini statusnya akan berubah, dia akan menjadi seorang istri -istri dari seorang lelaki yang luar biasa.Amber tidak tahu harus bahagia atau bersedih dengan pernikahannya ini.Di satu sisi dia bahagia karena anaknya akan mempunyai status yang jelas, di lain sisi dia tidak tahu bagaimana mereka akan menjalankan rumah tangga mereka, yang tanpa ada cinta di dalamnya, setidaknya dari pihak Kyne.
Ya Amber tidak bisa lagi membohongi hati dan pikirannya, bahwa dia mencintai Kyne dari awal.Amber mulai berharap Kyne akan bisa mencintainya seiring dengan waktu, Kyne ingin menjalani pernikahan mereka seperti pernikahan pada umumnya, itu yang dia katakan - dan itu termasuk dalam urusan ranjang.Kyne menginginkan hal itu, tapi dia tidak akan memaksa,jika Amber tidak menginginkannya.
Suara ketukan pintu mengembalikan pikiran Amber yang melayang-layang, dia menengok untuk melihat siapa yang datang.
"Mobil sudah datang, anda bisa bersiap-siap sekarang nona", ucap salah satu perias yang langsung membantu Amber berdiri dan merapikan gaunnya.
Amber pun berjalan keluar dari kamarnya dan di sambut oleh ibunya yang menggendong baby Earl - yang mengenakan jas mungil- untuk bersama-sama menuju gereja tempat pernikahan diadakan.
Jantung Amber berdetak dengan cepat saat mobil berhenti di depan gereja, wajahnya terlihat gugup dan itu disadari oleh ibunya.
Amber tidak dapat menahan air matanya saat ibunya menggandengnya ke altar dan menyerahkannya pada Kyne. Perasaan haru menyelimuti Amber ketika bertemu pandang dengan pria itu.Kyne meraih tangannya dan menggenggamnya, membuat air mata Amber jatuh.Kyne mengulurkan tangannya dan menghapus air mata yang jatuh di pipi Amber dengan lembut, lalu dengan sedikit menunduk dia berbisik, " Kau kelihatan sangat..sangat cantik".
Sepanjang upacara pernikahan Amber mengingat sikap lembut Kyne dan ucapan pria itu yang menyentuh.Mata Amber kembali berkaca-kaca saat lelaki itu mengucapkan janji pernikahan dan mereka dinyatakan sah sebagai suami istri.Saat pendeta meminta Kyne mencium pengantinnya, tubuh Amber menegang tanpa disadarinya.Kyne yang menyadari kegugupan Amber, dengan lembut menarik tubuh wanita yang telah menjadi istrinya itu,tangannya terulur meraih wajah Amber, membuat tatapan mereka bertemu.Tanpa melepas tatapannya Kyne mencium bibir merah Amber yang begitu dirindukannya saat bibir mereka bertemu tubuh mereka seolah di aliri listrik membuat jantung mereka berdetak lebih cepat.Amber membalas ciuman Kyne tanpa disadarinya. membuat Kyne semakin memperdalam ciuman mereka.Mereka baru berhenti saat suara deheman pendeta dan dengung tawa, masuk ditelinga Amber, membuat wanita itu sedikit mendorong dada lelaki yang baru menjadi suaminya tersebut.Wajah Amber merah padam saat melihat senyum pendeta yang menikahkan mereka berbeda dengan Kyne yang malah balas tersenyum.
*
Resepsi pernikahan mereka diadakan secara sederhana, hanya kerabat dekat dan tetangga sekitar saja yang hadir, sesuai keinginan Amber.Darren dan istrinya tidak bisa datang karena sedang menunggu kelahiran bayinya.
"Apa kau ingin beristirahat?", tanya Kyne saat melihat wajah amber yang terlihat capek.
__ADS_1
"Apa boleh?. Masih banyak tamu disini." Jawab Amber sambil melihat sekeliling halaman rumah Ny O'Neil disulap menjadi tempat pesta karena Amber tidak ingin mengadakan resepsi di gedung.
"Tidak masalah, mereka adalah kerabat mama." kata Kyne lembut.
Amber sempat mengira kelembutan Kyne hanya dalam angan-angannya, dia juga berpikir bahwa mungkin dirinya berimajinasi saat merasa ada setitik perhatian dan rasa sayang di wajah Kyne dalam memperlakukannya.
Dia salah! Dia tidak berimajinasi!.
Kyne tetap lembut saat dia menuntun Amber keluar dari tempat pesta dan membawanya kekamarnya yang ada disini.
Amber merasa gugup saat menyadari bahwa mereka hanya berdua saat Kyne menutup pintu kamarnya, dia berusaha meredam kegugupannya dengan mengalihkan pandangannya keseluruh kamar.
Kamar Kyne yang besar terlihat maskulin, kamar khas lelaki yang didominasi warna-warna gelap, termasuk tempat tidur king size yang terletak tepat di tengah kamar.
Melihat ranjang itu, membuat Amber semakin gelisah.
"Apa kau tahu, dimana ibu menidurkan Earl?", tanya Amber memecah suasana yang mendadak terasa canggung, karena Kyne hanya diam sambil bersandar di pintu mengamatinya.
Tanpa bergerak Kyne menjawab Amber, "Dikamarnya".
"Oooo", Amber tidak tahu harus berkata apalagi dengan jawaban singkat Kyne.
"Apa kau ingin melepas gaunmu?", pertanyaan yang dilontarkan Kyne sukses membuat wajah Amber memerah.
Amber memaki dirinya sendiri saat mendapati wajahnya yang terasa panas hanya karena ucapan Kyne.Ia mengangguk dengan tercekat saat Kyne bergerak dari tempatnya berdiri dan mendekatinya.Amber seolah terpaku ditempatnya melihat tatapan Kyne padanya,ada hasrat dan rasa sayang disorot mata Kyne.
__ADS_1
Apa mungkin...mungkinkah???