
Nyonya rumah!
Amber sangat terkejut saat Kyne dengan santainya mengucapkan hal itu, mengingat pria itu pergi dengan kemarahan.
Apa mungkin Kyne juga berfikiran sama dengannya?.
Amber tidak ingin lagi menunda untuk memberitahu Kyne keputusannya.
"Kyne!," Amber membuang semua keraguannya.
"Aku tidak akan kembali bekerja."
"Apa?" , tanya Kyne tidak percaya.
"Aku akan berhenti bekerja untuk sementara waktu untuk membesarkan Earl."
"Bukankah kariermu sangat penting bagimu?."
"Earl juga," sahut Amber pelan.
"Jadi apa yang akan kau kerjakan sepanjang hari?."
Amber memunculkan senyum yang membuat Kyne terpesona tanpa disadarinya.
"Aku akan membawa Earl jalan-jalan, bermain air, melukis apapun...," ucapnya sambil membayangkan banyak hal akan dilakukannya dengan putranya.
"Bahkan aku akan..."
"Cukup!." Kyne menghentikan ucapan Amber dengan mata berkilat jenaka.
Aku sudah membayangkannya, "Jika itu yang kau inginkan... lakukanlah!!."
"Benarkah? Kau tidak keberatan aku tidak menghasilkan uang?."
Mata Kyne menyipit, "Aku tidak peduli tentang hal itu!," ucapnya kasar.
Kemudian, mungkin karena topik pembicaraan mereka telah habis, suasana diantara mereka menjadi sedikit canggung.
"Kau tidak lupa tentang pesta besok kan?."
Sejujurnya Amber hampir melupakan hal itu.
"Tidak , tentu saja tidak!," jawabnya sedikit gugup.
"Kita berangkat pukul tujuh, karena ccara akan dimulai pukul delapan.Dan besok sore seketarisku akan mengirimkan baju untuk kau pakai."
Mendengar kata seketaris mendadak emosi Amber tersulut, dalam pikirannya muncul bayangan wanita muda,cantik dan sexy.
"Begitukah? Mengapa kau tidak mengajak seketarismu sekalian untuk menemanimu!."
"Aku menyesal tidak melakukan itu!," jawab Kyne geram.Kemudiam dia terdiam sejenak untuk mengatasi emosinya.Saat berbicara lagi, suaranya pelan dan lambat, "Aku tidak ingin membebanimu dengan urusan pesta, karena kupikir kau pasti terlalu sibuk mengurus Earl."
Amber menghela nafas panjang, membuang emosinya yang sempat naik.
"Apa pestanya resmi?"
__ADS_1
"Ya." jawab Kyne singkat.
"Aku ke atas dulu, aku ingin berganti pakaian."
"Apa kau akan makan malam dirumah?," Amber memaksa dirinya untuk bertanya.
Kyne menggeleng, "Aku akan makan diluar."
Ia meninggalkan Amber tanpa berkata apa-apa lagi.
Amber mengawasi kepergian Kyne dengan kepala tegak meskipun hatinya kecewa.
Keesokan harinya, Amber merasa gelisah dan gugup, pesta seperti apa yang akan dihadirinya?.
Akan seperti apa acaranya.
Orang-orang yang hadir.
Sebagai istri dia tidak ingin mempermalukan Kyne dihadapan tamu yang akan hadir di pesta tersebut.
Ya meskipun tidak ada yang tahu, kalai dirinya istri dari Kyne O'Neil.
Ah..pasti akan banyak wanita yang mengerubuti suaminya nanti, pikir Amber geram.
Sore hari setelah menyusui, memandikan dan menidurkan Earl, Amber akhirnya punya waktu untuk memanjakan tubuhnya.
Dia berendam dan mencuci rambutnya untuk menyempurnakan penampilannya.
Setelah menyelesaikan ritual mandinya, Amber mulai berdandan, ia memoles wajahnya dengan make up natural karena gaun yang dikirim oleh seketaris Kyne sudah memukau.
Untuk mendukung penampilannya Amber menyanggul tinggi rambutnya, -menampilkan lehernya yang jenjang.
Ia pun memakai sepasang anting mutiara, yang diberikan Kyne untuknya sebagai hadiah pernikahan.
Amber mengamati bayangannya dicermin, dan tersenyum puas dengan penampilannya.
Saat Amber keluar dari kamarnya, ternyata Kyne sudah menunggunya diruang depan.
Melihat penampilannya, mata Kyne menyipit dan bibirnya yang jarang tersenyum, bergerak ke atas.
Amber menjadi gugup, apa dandanannya berlebihan?
"Gaun ini cocok?"
"Sangat cocok untukmu! Kau terlihat cantik."
Wajah Amber memerah mendengar pujian Kyne, dia tidak menyangka Kyne akan berkata seperti itu, membuat jantungnya kembali bertingkah.
*
Mobil yang membawa mereka sudah sampai di hotel bintang lima tempat pesta di adakan.Wow, batin Amber saat mengetahui bahwa hotel itu bukan tempat sembarangan.Hanya orang orang atas, kaum kolongmerat yang biasa mengadakan acara di hotel yang berharga fantastis ini.
Kyne mengulurkan tangannya untuk membantu Amber keluar dari mobil, lalu meminta Amber untuk menggandeng lengannya saat memasuki lobby hotel.
Seperti dugaan Amber, pesta ini dihadiri orang-orang penting, pejabat tinggi, artis papan atas dan tentu saja para kolongmerat.
__ADS_1
Dan itu membuat Amber menjadi semakin gugup, apalagi dengan banyaknya pasang mata yang menatapnya tajam penuh tanda tanya, karena dia datang dengan menggandeng Kyne O'Neil.
Kyne mencoba meredakan kegugupan Amber dengan meremas pelan tangan Amber yang sekarang berada dalam genggamannya.
Ditatapnya wajah cantik Amber yang sedikit memucat, "Tenanglah, ada aku!," bisik Kyne ditelinga Amber, membuat Amber mengangkat matanya dan menatap Kyne.
Amber seolah terhipnotis dengan sikap lembut Kyne malam ini.
"Jangan sampai lepas dari sampingku," bisiknya lagi, lalu melepas genggamannya pada tangan Amber, dan memindahkanya ke pinggang ramping Amber.
Kyne membimbing Amber untuk menemui Tuan Lyons -tuan rumah yang mengadakan pesta perayaan ulang tahun pernikahannya.
Kyne mengucapkan selamat pada pasangan tersebut, yang ternyata sangat ramah.
Mereka menanyakan Amber pada Kyne, "Siapa wanita ini O'Neil?."
"Dia istriku," jawab Kyne mengenalkan Amber.
Amber yang tidak menyangka Kyne akan memperkenalkan dirinya sebagai istri,tersenyum dan mengulurkan tangannya, "Kalian bisa memanggilku Amber."
Pasangan Lyons sangat terkejut dengan pengakuan Kyne tersebut, mereka tidak menyangka, Kyne O'Neil telah menikah.
Karena sebenarnya malam ini mereka ingin mengenalkan putri mereka-yang sangat mengagumi sosok pria itu- pada Kyne.
Pasangan tersebut saling pandang, dan pada akhirnya Ny Lyons mengeluarkan suaranya, "Benarkah? Kapan kalian menikah? Dan kau Mr O'Neil mengapa tidak mengundang kami?."
Kyne hanya tersenyum mendengar ocehan Ny Lyons, "Kami menikah satu bulan yang lalu.Dan kami memang tidak banyak mengundang orang, hanya keluarga saja."
Ditengah perbincangan tiba-tiba muncul seorang wanita yang terlihat lebih muda dari Amber menghampiri mereka.
Pasangan Lyons itu pun memperkenalkan wanita itu, yang ternyata putri mereka.
Amber melihat wanita itu menatapnya tajam saat sang Ayah mengenalkannya sebagai istri dari Kyne O'Neil.
Wajahnya menujukkan keterkejutannya sebelum kemudian menatap Amber dengan pandangan tidak sukanya.
Amber hanya bisa menarik nafas panjang berusaha tidak memperdulikan wanita tersebut.Kyne yang seolah mengerti ketidaknyamanan istrinya langsung beranjak dari pasangan itu dengan alasan banyak tamu yang juga ingin mengucapkan selamat.
Kyne mengajak Amber untuk duduk di salah satu meja - yang sudah ada dua pasangan di sana.
"Hai." sapa Kyne sebelum menarik salah satu kursi untuk Amber. Kyne mendudukkan dirinya disebelah Amber.
Sama seperti pasangan Lyons tadi, di meja itu Amber mendapat tatapan penasaran dari empat pasang mata yang ada disana.
"Wow...!!! Aku terkejut!!!, " seru salah satu pria yang duduk di sebelah Kyne.
"Nona cantik, mengapa kau bisa bersama beruang kutub ini?," sahut seorang pria yang duduk di seberangnya.
"Hentikan! Kalian hanya membuat nona cantik ini takut!," tegur salah satu wanita yang duduk disebelah Amber.
Kyne berdecak kesal melihat reaksi teman-temannya itu.
" Perkenalkan, Amber...Istriku!."
"What??" seru keempat orang itu bersamaan- sangat terkejut- mendengar penuturan Kyne.
__ADS_1