KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 3


__ADS_3

Amber berusaha menenangkan perasaannya yang kacau, akibat pertemuan singkatnya dengan Kyne.Hatinya kesal mengingat betapa mudahnya Kyne memporak-porandakan suasana hatinya,dan menggerutu sebal,karena respon tubuhnya karena kehadiran lelaki itu.


Ia sungguh merasa sial saat bertemu dengan Kyne O'Neil, menghindarinya bukan hal yang sulit karena selama hampir tiga tahun ini Amber berhasil melakukannya.


Dia jarang pulang kerumah orang tuanya dan pria itu pun sama- karena harus berkeliling dunia mengurusi bisnisnya.Sekarang pria itu disini, pasti karena acara pertunangan adiknya.Amber akan berusaha menghindari pertemuan dengan lelaki itu selama ia di sini.


Setelah pikirannya jernih, Amber pun masuk kedalam rumah.


"Ayo kita makan,sayang" ajak Ny.Williams saat melihat putrinya masuk dengan wajah cemberut.


"Ada apa dengan wajahmu itu?"


"Tidak ada apa-apa bu, aku hanya sedikit kesal karena Kyne!"


"Memangnya apa yang di perbuat Kyne sampai kau kesal seperti itu, dia lelaki yang baik,tampan dan sukses."


Amber hanya berdecak kesal mendengar ucapan ibunya."Jangan mebicarakan dia lagi bu, itu bisa menghancurkan nafsu makanku".


Ny.Williams hanya bisa mengangkat bahunya mendengar penuturan putrinya itu,meski terbesit sedikit rasa penasaran, tapi dia tidak ingin membahas lebih lanjut.


Mereka makan malam sambil mengobrol ringan.


"Bu. Aku tidak ingin datang ke acara pertunangan Daren." Raut wajah Ny.Williams tampak kecewa mendengar ucapan putrinya.


"Kenapa kau tidak ingin datang? Bahkan Ny.O'Neil sendiri yang langsung mengundangmu."


Amber menghela nafas. "Coba ibu bayangkan. Kedatanganku akan membuat banyak orang merasa tidak enak, apalagi tunangan Daren.Dia mungkin akan merasa tidak nyaman jika bertemu dengan mantan tunangan, tunangannya.Secara tidak langsung orang-orang akan membicarakan hal ini dan membandingkan kami.Aku tidak ingin mengacaukan acara pertunangan Daren."


Dalam hati, Amber menambahkan bahwa alasan terbesarnya tidak ingin datang, karena Kyne.


Ny.Williams menyipitkan matanya "Kau tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan? Mungkin ini hanya perasaan ibu saja.Tapi kalau memang kau tidak ingin datang, karena alasan itu,ibu bisa mengerti".


"Terima kasih ibu" balas Amber sambil berdiri membereskan sisa makan malam mereka.


*


Dua hari di lalui Amber dengan menyenangkan, dia mengantar Ibunya ke dokter untuk memeriksakan kakinya,dan bersyukur karena kondisinya semakin membaik.Di pagi hari dia berjalan-jalan dengan ibunya-memakai mobil- untuk sekedar mengobati kerinduannya akan kota kelahirannya,dan di malam hari mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol.


Amber merasa aman karena tidak berpapasan dengan Kyne selama dua hari ini.


Amber sedang duduk menikmati udara pagi yang menyejukkan, saat Ny.Williams mengajak dirinya pergi ke toko bahan kue.


"Aku saja yang berbelanja, biar kaki ibu cepat membaik" ujar Amber, sambil mengambil catatan bahan kue di tangan ibunya.


"Ibu istirahat saja!".


Dan Amber pun meluncur ke toko bahan kue dengan berjalan kaki,dia sengaja tidak membawa mobil karena ingin menikmati udara pagi yang sejuk, lagian jarak rumah ke toko tidak terlalu jauh.


Saat akan sampai di toko yang ditujunya, dilihatnya Kyne datang dengan mobil mewahnya.Dia memarkir mobilnya di pinggir jalan dan melangkah keluar.Pria itu berpakaian serba hitam-menampilkan kemaskulinannya dan terlihat misterius.Rambutnya yang acak-acakan membuatnya semakin tampan.


Mengapa aku jadi memikirkannya?


Aku benar-benar tidak beruntung pagi ini,batin Amber sambil terus berjalan ke toko,berusaha mengacuhkan kehadiran Kyne,yang sudah mencuri perhatian orang disekitar toko.Siapa di kota ini yang tidak mengenalnya,membuat dia semakin sok saja, pikir Amber sengit.


Ketika hendak membuka pintu untuk masuk ke toko, tanpa sengaja tangan Amber memegang tangan seseorang yang secara bersamaan juga membuka pintu toko.


Amber mengangkat wajahnya, dan hatinya tercekat.Kehadiran Kyne tanpa di sadari begitu mempengaruhinya,sampai dia menahan nafas,terkejut saat Kyne tersenyum padanya,-begitu manis,membuat hati Amber hampir luluh. Namun Amber berhasil menguasai dirinya dan memberi tatapan angkuh ke Kyne.Membuat Kyne mengangkat alisnya yang hitam dan indah.


Amber berdesis kesal lalu dengan sekuat tenaga membuka pintu dan segera masuk ke dalam toko.Melarikan diri,dia tidak ingin berlama-lama dengan Kyne,karena pria itu membawa dampak buruk bagi tubuhnya.


Dengan cepat dia mengambil bahan yang ada di catatan ibunya dan memasukkan ke keranjang,

__ADS_1


Dengung percakapan di toko berhenti saat pintu terbuka dan masuklah sosok pria yang membuat Ny.Smith-pemilik toko- melebarkan senyumnya dengan wajah antusias.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan O'Neil?" tanya Ny.Smith dengan hormat.


"Tidak, terima kasih" suara yang berat itu menjawab. "Saya kesini untuk membantu Amberlee membawa barang belanjaannya."


Mata coklat itu menatapnya tajam,seolah memberi perintah agar Amber tidak membantah perkataannya.


Hah. Amber merutuk dalam hati, dipikirnya aku tidak akan berani menolaknya di depan orang lain, apa?


"Terima kasih,tapi aku bisa pulang sendiri Tuan O'Neil, aku tidak terbiasa merepotkan orang lain, apalagi orang sibuk sepertimu."


Amber melihat tatapan tidak suka dari Ny.Smith saat mendengar ucapannya.


Dengan segera di bayarnya barang belanjaanya, agar bisa keluar dari toko itu.


Kyne membuntutinya keluar dari toko,sebelah tangannya memegang lengannya-membuat darah Amber mengalir lebih cepat, dan degup jantungnya menjadi tidak terkendali ketika Kyne menunduk dan mendekatkan wajah ke arahnya."Sudah kukatakan aku akan mengantarmu".


Kemudian dia mengambil alih belanjaan Amber dari tangannya dan memasukkannya ke dalam mobilnya yang terparkir di tepi jalan.


"Apa kau akan tetap berdiri si situ?" tanya Kyne sedikit berteriak,karena Amber tidak beranjak dari tempatnya berdiri.


Perasaan kesal pada diri sendiri menghampiri Amber,begitu mudahnya pria itu mengacaukan hatinya.


"Kembalikan belanjaanku, aku tidak sudi di antar olehmu" ucap Amber setelah menghampiri Kyne yang berdiri di samping mobilnya.


"Jangan keras kepala Amberlee,naiklah ke dalam mobil kalau kau tidak ingin menjadi tontonan" katanya dengan nada rendah.


Entah mengapa cara pria itu memanggil namanya membuatnya merinding.


"Apa sebenarnya maumu?"


"Kau pasti tahu apa yang kuinginkan" Kyne bergerak mendekatinya, dan tubuh Amber refleks menegang.


Amber tersenyum tipis,meskipun jantungnya memukul-mukul keras.


"Kurasa kau meremehkan daya tarikmu sendiri, Kyne."


"Kau berpikir aku menarik?


Amber melihat gairah yang tidak ditutup-tutupi di wajah Kyne, membuatnya sedikit takut akan apa yang akan di lakukan Kyne.Dengung pembicaraan yang semakin keras, menyadarkan Amber akan di mana dia berada,


Bagaimana aku bisa lupa, batin Amber sambil mengedarkan pandangannya ke sekitar,dan melihat beberapa orang yang sedang menatap dengan pandangan ingin tahu ke arahnya dan Kyne.


"Sudah kubilang bukan, naiklah kalau kau tidak ingin menjadi tontonan" bisik Kyne sambil mengulum senyumnya.


Dengan berat hati Amber pun masuk kedalam mobil Kyne, membuat bibir Kyne naik membentuk senyum indah,yang tidak diketauhi Amber.


Tidak ada pembicaraan di antara mereka saat Kyne melajukan mobilnya menuju rumah Amber, ketegangan seolah bertebaran di sekitar mereka.


Amber mengalihkan pandangannya keluar, melihat rintik hujan yang mulai turun.Cepat sekali cuaca berubah,batin Amber saat hujan mulai turun.


Kyne memakirkan mobil di depan rumah Amber saat hujan bertambah deras.


"Apa kau punya payung?" kata Kyne setelah mematikan mesin mobilnya.


"Kurasa ibu menaruh satu di teras" jawab Amber.


"Tunggu disini, aku akan mengambil payung dulu" tahan Kyne saat Amber akan membuka pintu mobil.Setengah berlari Kyne menuju teras rumah Amber untuk mengambil payung,setelah mendapatkanya dia pun menghampiri Amber dan membuka pintu mobil, membantunya turun.


"Biarkan saja belanjaanya,aku akan mengambilnya nanti" cegahnya saat Amber akan membawa serta belanjaanya.

__ADS_1


"Hujan akan merusak belanjaanmu" dalih Kyne,membuat Amber membatalkan niatnya.


"Sebenarnya dia tidak ingin pria itu masuk kedalam rumah karena ibunya pasti menahannya untuk tidak langsung pulang, Apalagi dalam keadaan hujan deras seperti ini.Dan dia tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan Kyne.


Kyne memayungi Amber sampai kedepan rumah dan kembali lagi untuk mengambil belanjaan Amber. Dan benar saja apa yang di takutkan Amber, saat Kyne baru saja memberikan belanjaan pada Amber, ibunya keluar dan melarang Kyne untuk langsung pulang.


"Masuklah, Kyne!" ajak Ny.Williams.


"Akan ku buatkan teh hangat untuk kalian,Amber tolong ambilkan handuk untuk Kyne, lihat dia basah karena mengantarmu" seru Ny.Williams sambil berjalan menuju dapur.


Dia yang memaksa untuk mengantarku,gerutu Amber sambil berjalan ke kamarnya untuk mengambil handuk,setelah menaruh belanjaannya di ruang duduk.


Kyne hanya tersenyum kecil mendengar gerutuan Amber lalu mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruang tamu.


Ny.Williams datang sambil membawa nampan berisi seteko teh hangat dan kue di piring untuk Kyne.


"Maaf merepotkan anda Ny.Williams" ujar Kyne sambil membantu wanita separuh baya itu meletakkan nampan di meja.


"Tidak merepotkan, Kyne"


"Bagaiman keadaan kaki anda, apa sudah sembuh?" tanya Kyne lembut.


"Syukurlah sudah lebih baik, lihatlah sebentar lagi aku sudah bisa berlari".


Suara tawa terdengar dari kamar Amber, apa yang sedang mereka bicarakan sampai tertawa seperti itu, desis Amber kesal.


Bahkan suara tawa Kyne terdengar indah di telinganya.Amber memejamkan mata berusaha menetralkan perasaanya.


Setelah mengganti bajunya yang basah karena air hujan,Amber keluar kamarnya sambil membawa handuk untuk Kyne.


Dengan enggan Amber menghampiri Kyne yang duduk di ruang tamu bersama ibunya, dan memberikan handuk padanya.


Ibunya pun memintanya duduk, tapi Amber menolaknya dengan alasan akan membereskan belanjaanya tadi.


Kyne memandang Amber penuh arti, dan Amber yang melihat pandangan Kyne pun segera berlalu ke dapur untuk merapikan bahan kue yang besok akan di buatnya.


Amber menghela nafasnya setelah menyelesaikan menata belanjaanya ke dalam lemari, dan hendak menuju kamarnya saat Kyne berjalan ke arahnya.


"Sedang apa kau?" tanya Amber terkejut.


"Sayang, bawa Kyne ke kamar mandi yang ada dikamarmu" ujar Ny.Williams yang berjalan di belakang Kyne.


"Mengapa harus dikamarku ibu? Bukannya ada kamar mandi tamu" tolak Amber.


Ia tidak ingin pria itu masuk kedalam kamarnya,daerah privasinya.


"Kamar mandi tamu rusak, airnya tidak bisa mengalir, ini tadi ibu bermaksud ke rumah Robert untuk membetulkannya, tapi keburu hujan" jelas Ny.Williams membuat hati Amber mendongkol.


"Sudah, ajak Kyne cepat, kasihan jika harus menunggumu berceloteh, ibu akan kekamar dulu untuk beristirahat kaki ibu sedikit nyeri, mungkin karena hujan membawa udara dingin". Ny.Williams pun melangkah meninggalkan Amber dan Kyne yang diselimuti ketegangan.


"Apa perlu sekali kamu pergi ke kamar mandi?" tanya Amber ketus. Kyne tidak menjawab pertanyaan Amber, matanya menelusuri lekuk tubuh Amber yang tercetak jelas di balik kaos yang dikenakannya.


Amber yang menyadari tatapan Kyne pun bergerak mundur, berusaha menjauh dari pria itu.


Ia sedikit ngeri melihat sorot mata Kyne yang memancarkan gairah.


Kyne maju selangkah, tangannya meraih Amber masuk kedalam pelukannya, mengejutkan wanita itu.


"Apa yang kau lakukan!" Amber berusaha melepaskan diri.


"Melakukan apa yang sebenarnya sama-sama kita inginkan" bisik Kyne tepat sebelum mencium bibir Amber.

__ADS_1


Tubuh Amber menegang sebelum berkhianat dengan menyambut ciuman Kyne dengan penuh kerinduan.Tubuhnya diliputi hasrat yang mengalahkan harga diri serta akal sehatnya.


__ADS_2