KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 2


__ADS_3

"Amber!"


Suara Ibunya membuyarkan lamunan Amber,membawanya kembali ke masa kini.Dengan berat di hembuskan nafasnya untuk menenangkan pikirannya.


Ya. Sampai sejauh ini Amber belum bisa memenuhi sumpahnya untuk melupakan bayangan Kyne O'Neil.


Amber beranjak ke ruang duduk sambil membawa air minum dan camilan yang di temukannya di kulkas lalu menaruhnya di meja kecil, kemudian dia menghempaskan tubuhnya di sofa dekat ibunya duduk.


"Sayang.." ragu-ragu Ny.Williams berkata pada Amber.


"Ya Bu katakanlah" ucap Amber saat melihat keraguan Ibunya.


"Bisakah Ibu minta tolong?"


"Apa yang harus kulakukan bu?"


"Bisakah kau menggantikan ibu untuk membuat kue pesanan Ny.O'Neil? Anggap saja ini sabagai balasan buat Daren, karena kau telah membatalkan pertunangan kalian."


Amber terdiam mendengar ucapan Ibunya,tidak masalah baginya jika harus bertemu dengan Daren,meskipun akan ada kecanggungan disana.


Daren pergi ke Amerika untuk melanjutkan kuliahnya setelah Amber membatalkan pertunangan mereka.Dan mereka belum pernah bertemu sejak saat itu.


"Baiklah..tapi aku akan membuatnya disini tidak dirumah Ny.O'Neil, Ibu," Amber tidak siap jika dia harus bertemu Kyne dirumah itu.


Ny.Williams sejenak berfikir dengan permintaan putrinya. "Aku akan memberitahu Ny.O'Neil dulu".


"Sekarang istirahatlah, kamu pasti capek menyetir kesini sendirian" ucap Ny.Williams pada Amber.


"Iya, Ibu" jawab Amber sambil beranjak dari sofa lalu mengambil koper yang tadi di tinggalkannya di ruang tamu, dan menuju kamar tidurnya.


"Panggil aku, jika Ibu membutuhkan sesuatu" ucap Amber sebelum menutup pintu kamarnya dan Ny.Williams hanya mengangguk mendengar ucapan putrinya.


Amber membuka matanya saat hari menjelang sore.Sudah berapa lama aku tertidur, batin Amber sambil melirik jam di atas Nakas.Sudah hampir jam empat, Amber segera bangun dari ranjangnya dan menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.


Setelah membersihkan diri Amber keluar dari kamar dan menemui ibunya yang sibuk memasak didapur.


"Bu! Mengapa tidak membangunkan aku, kaki ibu akan semakin sakit jika ibu memaksakan diri seperti ini. Memangnya kemana Ruby? Aku belum melihatnya?. Ibu duduklah, biar aku yang melanjutkan" kata Amber sambil mengambil alih pekerjaan ibunya.


Ny.Williams pun menuruti permintaan putrinya, lalu duduk di meja makan sambil melihat putri satu-satunya itu memasak.


"Ruby pergi ke rumah ibunya yang lagi sakit" kata Ny.Williams menjawab pertanyaan Amber.Ruby seorang Ibu muda - seumuran dengan Amber- yang harus menghidupi putranya seorang diri karena suaminya telah meninggal, yang biasa membantu Ny.Williams membuat kue dan membersihkan rumah.


Amber dengan cekatan melanjutkan memasak bahan yang sudah disiapkan ibunya.


"Jadi, Daren akan menikah dengan siapa?" tanyanya.Ia merasa senang karena pria yang disayanginya telah menemukan jodohnya.


"Teman kuliahnya di Amerika, kabarnya dia anak orang kaya"

__ADS_1


"Kyne pasti senang" Amber berkomentar sinis.


Ny.Williams menatap putrinya heran.


"Mengapa kau mempunyai pikiran negatif tentang Kyne.Dia pria yang ramah dan sopan"


"Ramah dan sopan?"


Tidak mungkin!


Amber memaksa bibirnya untuk tersenyum kecil. "Kata-kata itu tidak cocok untuknya"


"Mengapa kau terlihat tidak menyukai Kyne?"


"Aku bukannya tidak suka bu, apalagi aku beru sekali bertemu dengannya.Aku hanya tidak suka dengan sikapnya yang sombong,sok berkuasa dan arogan,apa dia pikir dirinya itu anugerah Tuhan bagi para wanita..."


"Banyak wanita yang sependapat dengannya," sela Ny.Williams dengan tersenyum. "Itu yang sering ibu dengar".


Amber hanya bisa menyimpan kekesalannya mendengar ucapan ibunya.Dengan cepat diselesaikannya acara memasaknya, karena dia tidak ingin mendengar lebih lanjut tentang Kyne dari mulut ibunya.


Setelah selesai, Amber menata masakan di meja makan dan segera berlalu ke kamar untuk mengganti baju dan menghindar dari ibunya yang terus membicarakan kehebatan Kyne.


Amber mengambil HP nya yang berbunyi diatas nakas, ada chat dari bosnya di kantor.


Sambil menghela nafas Amber membalas chat dari Charlie-bosnya.


Meskipun sebenarnya bukan hanya karena itu dia menolak ajakan kencan dari pria yang berusaha mendekatinya.


Sejak perjumpaannya dengan Kyne, Amber tak sanggup lagi melirik pria lain.Ia selalu membandingkan setiap lelaki yang ditemuinya dengan Kyne.Tidak ada satupun pria yang mampu menggetarkan hati dan membangkitkan gairah primitifnya seperti Kyne.


Setelah sejenak saling berbalas chat dengan Charlie,Amber segera keluar dari kamar, dan menemukan ibunya sedang berbincang dengan Ny.O'Neil. Dengan canggung Amber menyapa Ny.O'Neil, perasannya sedikit tidak nyaman,namun Ibu Daren menyambutnya dengan ramah.


"Halo Amber, bagaimana kabarmu?" sapa Ny.O'Neil.


"Baik" balas Amber menerima uluran tangan Ny.O'Neil.


"Terima kasih mau membantuku".


"Tidak perlu berterima kasih Ny.O'Neil, Ibu bersikeras agar aku yang menggantikannya"


Ny.O'Neil tersenyum, "Ellia memang selalu bisa di andalkan dan bertanggung jawab".


Dia terdiam sebentar, "Apa kamu sudah tahu kalau Daren akan menikah?"


"Ya.." dengan ragu Amber menjawab,kemudian menambahkan "Aku turut senang Ny.O'Neil, sungguh".


Ny.O'Neil tersenyum lagi dan sedikit meremas tangan Amber yang masih di genggamnya, "Aku menyukaimu Amber" ucapnya.

__ADS_1


Amber merasa terharu mendengar ucapan Ny.O'Neil, ia pikir setelah keputusannya dulu Ibu Daren akan membencinya, dan kenyataan tidak seperti yang di kiranya.


"Aku akan mengambil teh untuk kalian" ucap Amber sambil beranjak ke dapur.


Dalam hati Amber bertanya, apa Ny.O'Neil akan tetap menyukainya seandainya tahu alasan sebenarnya dia membatalkan pertunangannya dengan Daren.


Amber menaruh poci teh dan camilan ke atas nampan dan membawanya ke ruang tamu, dimana ibunya dan ibu Daren berbincang.


"Amber duduklah disini dulu, Ny.O'Neil ingin membicarakan kue apa yang cocok untuk acara pertunangan Daren" cegah ibunya saat Amber akan pergi.


Dengan sedikit terpaksa Amber memenuhi permintaan Ibunya, meski ada sedikit perasaan tidak nyaman di hatinya.


Setelah menentukan kue apa saja yang akan di hidangkan diacara pertunangan Daren, Ny.O'Neil pun berpamitan, dan sekali lagi mengucapkan terima kasih pada Amber.


Dan meminta Amber untuk datang ke acara pertunangan Daren dan Clara -calon istri Daren.


Amber hanya bisa mengiyakan undangan Ny.O'Neil meskipun dalam hatinya dia ingin menolak.Bukan karena Daren, tapi karena ia yakin, Kyne pasti akan ada di sana, dan bertemu dengan Kyne lagi-itulah yang ingin di hindarinya.


Tapi sepertinya keinginan Amber tidak terkabulkan, karena saat mengantar Ny.O'Neil ke depan rumah,dia tidak menyangka akan bertemu dengan pria yang ingin di hindarinya.


Kyne O'Neil.


Lelaki itu sedang menjemput Ibunya.


Sejenak tubuh Amber seolah membeku, senyumnya langsung pudar begitu tatapan matanya bertemu dengan mata coklat Kyne yang dingin.


"Terima kasih telah mengantarku,sayang" pamit Ny.O'Neil.


Kyne yang telah turun dari mobilnya, membantu membuka pintu mobil untuk ibunya.Kemudian berbalik menghadap Amber yang masih berdiri tak bergerak, dengan langkah pasti dia menghampiri Amber.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya dengan sinis.Amber yang masih terkejut akan pertemuannya dengan Kyne pun tidak bisa mencerna dengan cepat pertanyaan Kyne.


"Apa maksudmu?" tanyanya bingung.


"Apa motifmu ada disini sekarang?"


"Motif? Ucapanmu benar-benar tidak bisa di mengerti Tuan O'Neil".


"Kalau begitu biar aku memperjelasnya" kata Kyne memelankan suaranya dan mendekatkan kepalanya ke telinga Amber.


"Adikku akan kembali dari Amerika dengan tunangannya.Dan kau ada disini, apa yang kau rencanakan? Apa kau menyesal telah membatalkan pertunangan kalian dan ingin merebutnya kembali?. Atau kau hanya ingin memamerkan tubuhmu yang indah dan panas ini di depan hidungnya?".


"Kau benar-benar gila!" desis Amber menahan amarahnya."Bukannya kau yang berusaha dengan segala cara untuk memutuskan hubungan kami?"


Kyne tersenyum sinis, "Jika kau benar-benar mencintai Daren, kau pasti tidak akan terpengaruh oleh ucapanku"


"Dan ingat, kau pergi dengan uang yang tidak sedikit" setelah itu, Kyne beranjak untuk naik ke dalam mobil, lalu memacu mobilnya pergi. Meninggalkan Amber dengan wajahnya yang merah padam menahan amarah.

__ADS_1


__ADS_2