
Amber sedang merapikan pakaian Baby Earl saat perawat masuk dengan menggendong putranya tersebut.
"Aku sudah siap pulang mommy", ucap perawat menirukan suara bayi, membuat Amber tertawa.
"Terima kasih." Ucapnya tulus pada perawat yang telah membantunya memandikan Baby Earl.
"Apa ada yang bisa kubantu lagi Nyonya?", tanya perawat tersebut sambil menyerahkan Baby Earl pada Amber, setelah Amber selesai merapikan pakaiannya ke dalam tas.
"Semua sudah selesai, terima kasih." Jawab Amber tepat saat pintu kamarnya terbuka,dan Kyne muncul dengan gaya casual yang membuatnya semakin tampan.
"Daddy sudah datang, kalau begitu saya permisi dulu", ucap perawat itu dan pergi dari kamar Amber.
"Sudah siap?", tanyanya sambil mengambil alih Baby Earl dari gendongan Amber.
"Sudah", jawab Amber singkat.
Kyne memaksa untuk menjemput mereka dari rumah sakit,meskipun Amber menolaknya.Dan Amber yang malas berdebat pun pada akhirnya membiarkan kemauan Kyne, dan menghubungi Charlie yang pada awalnya berencana untuk menjemputnya.
Kyne menggendong Baby Earl ditangan kirinya dan tangan kanannya membawa tas pakaian, dia tidak membiarkan Amber membawa apapun.Merekapun keluar dari rumah sakit setelah menyelesaikan adminitrasi.Kepergian mereka meninggalkan perasaan iri para perawat di sana, melihat bagaimana romantisnya-menurut mereka- perlakuan Kyne.
Kyne membawa Amber ke mobil yang sudah menunggu, seorang sopir bergegas membuka pintu mobil saat melihata Kyne keluar dari lobby rumah sakit.
Kyne tidak langsung masuk dan meminta Amber untuk masuk terlebih dahulu, sikap sederhana yang langsung membuat Amber terharu.
Mereka duduk di dalam mobil dalam diam, Baby Earl pun tidur dengan nyenyaknya di buaian yang dipasang Kyne didalam mobilnya.Amber mengerutkan alisnya saat menyadari bahwa jalanan yang mereka lewati bukanlah jalan menuju rumahnya.Dia pun menoleh ke arah Kyne mencari jawaban.
"Ini bukan jalan kerumahku!".
Kyne menoleh ke arah Amber dan menjawab dengan datar, "Memang bukan."
"Kemana kau akan membawa kami?"
Belum sempat Kyne menjawab pertanyaannya, mobil memasuki gerbang sebuah rumah yang sangat dikenali Amber.
Amber terbelalak memandang Kyne.
Tidak mungkin, batinnya.
__ADS_1
Saat mobil berhenti di depan rumah, Kyne membalas tatapan Amber - yang tersimpan beribu pertanyaan- tanpa berniat menjawab pertanyaan tersirat tersebut.
"Apa maksudmu membawa kami kesini?. Aku ingin kembali kerumahku!", pada akhirnya Amber berucap.
"Anakku tentu saja harus tinggal dirumahku,Amberlee", jawab Kyne.
"Tentu saja kau juga boleh tinggal disini mengingat Earl masih membutuhkan ASI", Kyne melanjutkan tanpa melepas pandangannya dari Amber.
"Kau gila Kyne!", desis Amber dengan kesal.
"Aku punya kehidupanku sendiri, aku punya rumah dan ."
"Ah..rumah kecil itu!", potong Kyne dan sukses membuat wajah Amber memerah menahan marah.
"Bukan apa, tapi rumahmu terlalu kecil untuk ditinggali sebuah keluarga bukan?", lanjut Kyne tanpa memperdulikan raut marah di wajah Amber.
Selama beberapa saat tatapan mereka bertaut, "Rumah kecil itu cukup untuk kutinggali berdua bersama putraku!", balas Amber tak mau kalah.
"Berdua?", desis Kyne.
Amber sedikit merinding saat melihat sorot mata Kyne yang menggelap.
Mereka masuk kedalam rumah yang sudah sangat Amber kenali, karena dialah yang mendesign rumah tersebut.Kyne membawa mereka kelantai atas dimana kamar utama dan kamar anak berada.Amber mengikuti Kyne tanpa banyak bicara, dia masih begitu terkejut dengan ucapan Kyne dan kenyataan bahwa rumah yang didesignnya adalah rumah Kyne.
Kyne membuka pintu salah satu kamar yang didepan pintunya terpasang nama Baby Earl.
Dan Amber ternganga tak percaya saat masuk ke kamar tersebut, ruangan itu telah disulap menjadi kamar bayi yang sangat bagus.Dia tak menyangka Kyne akan bersusah payah melakukan semua ini.
Amber mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar,dan dia beranjak menuju sebuah kursi goyang didekat jendela dan duduk di sana untuk menyusui putranya yang sudah tidak sabar- tanpa memperdulikan keberadaan Kyne yang juga berada disana.
Kyne berjalan mendekat ke arah Amber yang sedang menyusui putranya,dia berjongkok untuk mendekatkan dirinya pada putranya tersebut - yang sukses membuat jantung Amber berdetak cepat.
Kyne mengelus pipi putranya yang sedang menyusu dengan gemas, gerakan yang membuat Amber menahan nafasnya karena gugup.Kyne menyembunyikan senyumnya saat melihat reaksi Amber. Ya! Kyne sengaja melakukan itu untuk menggoda Amber.
Kyne berdiri ketika terdengar bunyi pintuk kamar diketuk, dengan santai Kyne membuka pintu dan melihat asisten rumah tangganya membawa tas milik Amber.Kyne menutup pintu kamar kembali setelah mengucapkan terima kasih, dan menaruh tas di atas sofa yang ada didekat pintu.
Saat Kyne menjauh Amber berusaha menenangkan detak jantungnya, dalam hati dia merutuki reaksi tubuhnya saat ada didekat Kyne- meskipun lelaki itu sedikitpun tidak menyentuhnya.
__ADS_1
Amber meletakkan Baby Earl di box bayi yang berwarna biru muda, setelah kenyang menyusu dan kembali tertidur.Pandangan matanya bertemu dengan mata coklat Kyne, saat pria itu tanpa disadari Amber sudah beranjak dari tempatnya duduk dan mendekat ke arah box bayi, berdiri tepat didepannya.Amber yang tidak ingin mengulur waktu pun pada akhirnya meminta Kyne untuk berbicara.
"Kyne, kita harus bicara."
Kyne mengalihkan pandangan dari wajah putranya, dan menatap Amber, dia menaikkan salah satu alisnya seolah bertanya 'tentang apa?'.
"Bisakah kita bicara di tempat lain? Aku tidak ingin Earl terganggu", pintanya.
"Hmmm"
Kyne tidak menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya dan beranjak keluar dari kamar putranya, menuju kamar yang di ketahui Amber, sebagai kamar utama di rumah itu.Dengan sedikit ragu Amber menahan langkah Kyne, dan berkata, "Bisakah kita bicara diruang kerjamu?".
Kyne berhenti dan berbalik menatap Amber, "Kamarku yang terdekat dengan kamar Earl, jadi kita masih bisa mendengar suara tangisannya,jika dia terbangun", jawab Kyne tanpa bisa dibantah lagi oleh Amber.Ruang kerja Kyne ada di bawah, tentu saja mereka tidak akan tahu jika Baby Earl terbangun. Dengan berat hati Amber ikut masuk kedalam kamar Kyne, Amber berusaha tidak melihat sekeliling kamar itu saat Kyne menutup pintu kamar.
"Apa yang ingin kau bicarakan? Apa kau akan memberikan jawaban atas tawaranku?", tanya Kyne tanpa basa-basi.
"Ini tentang Earl!."
Amber menarik nafas panjang, "Aku tidak bisa tinggal disini dengan Earl. Kita punya kehidupan sendiri-sendiri, dan tidak mungkin kau akan bisa mengasuh Earl sendiri, dia masih membutuhkan ASI, dan tentu saja aku tidak bisa jika harus berpisah dengan anakku.Kumohon, Kyne!."
Kyne menghela nafasnya dengan kasar, "Sudah kukatakan, anakku akan tinggal disini bersamaku, aku tidak ingin menjadi setengah ayah.Dan mengenai dirimu, sudah kubilang kau bisa tinggal disini- tapi jika kau tidak mau, kau bisa pergi dan kita akan bertemu dipengadilan.Dan yakinlah aku akan melakukan apapun untuk putraku!".
Kyne menatap Amber yang masih syock dengan ucapannya.
"Aku aku akan menyewa baby sister untuk menjaga Earl, kau tidak usah khawatir".
"Baby sister?", rancau Amber tanpa sadar.
"Aku tidak akan membiarkan anakku dirawat orang lain, Kyne!", sengit Amber.
"Benarkah, lalu saat kau harus kembali bekerja, apa kau akan membawa Earl?", tanya Kyne sinis.
Oh Tuhan!.
Amber seolah disadarkan oleh ucapan Kyne, dia memang di beri kebebasan untuk bekerja dari rumah oleh Charlie, saat hamil.Dan belum pernah terpikirkan olehnya, bagaimana dia harus bekerja saat bayinya telah lahir.Tidak mungkin dia membawa anaknya bekerja, dan seandainya Charlie mengijinkannya bekerja dari rumah, dia tidak akan bisa fokus untuk bekerja.Kyne benar, pada akhirnya dia harus mencari bantuan dari seorang baby sister untuk merawat anaknya, dan Amber masih tidak bisa membayangkan hal itu.Berapa banyak hal tentang pertumbuhan Earl yang akan dilewatkannya saat harus bekerja. Dan yang paling penting dia tidak akan bisa memberi ASI eksklusif untuk putranya.
Kebimbangan jelas tercetak di wajah Amber, dan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Kyne.
__ADS_1
"Kau bisa menerima tawaranku, Amberlee, kita menikah setidaknya sampai Earl tidak membutuhkan ASI lagi.Kau bisa merawatnya sendiri, tanpa campur tangan orang lain.Dan kita bisa memberi status yang jelas pada Earl."