KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 17


__ADS_3

Amber segera menepis pemikiran konyolnya.


Tidak mungkin!


Tidak mungkin Kyne menyukainya.


Tapi bisakah dia berharap?


Merasakan sikap lembut Kyne membuatnya sedikit berharap.


Bolehkan dia berharap?.


Berharap lelaki itu akan bisa mencintainya.


Seperti janji pernikahan mereka.


Saling mencintai sampai maut yang memisahkan.


Apakah harapannya terlalu tinggi?


"Amberlee! Apa yang kau pikiran?", suara lembut Kyne ditelinganya mengejutkan Amber.


"Tidak..aku...hanya..."


Amber tidak tahu harus menjawab apa, tidak mungkin dia mengatakan pikirannya pada Kyne.


"Apa yang kau katakan tadi?", akhirnya dia bertanya.


Kyne menghela nafasnya, "Apa kau mau kubantu untuk melepas gaunmu?".


Amber terdiam, dia bingung harus menjawab, dia memang tidak mungkin bisa membuka gaunnya sendiri karena banyaknya kancing dipunggungnya, tapi membiarkan Kyne membuka gaunnya tidak akan baik untuk kesehatan jantungnya.


Lama tidak mendapat jawaban, Kyne membalik tubuh Amber menghadapnya.


Satu persatu jemari Kyne melepas kancing di gaun pengantin Amber, yang dengan perlahan menampilkan kulit mulus punggung Amber.


Kyne mencoba menahan hasratnya yang muncul hanya dengan melihat tubuh wanitanya.


Amber pun sama, saat Kyne mulai melepas kancing gaunnya, dia berusaha menahan detak jantungnya yang berlarian.


Gila...sungguh gila pikirnya!


Hanya dengan merasakan sentuhan jemari Kyne dipunggungnya sudah membuat Amber memanas.


Kegiatan membuka kancing gaun Amber, terasa sangat lama bagi mereka berdua, yang sama- sama menahan gairah yang mulai muncul.

__ADS_1


"Sudah!"


Suara Kyne terdengar begitu lembut di telinga Amber, sebelum kecupan lembut mendarat di punggungnya, membuat Amber tersentak.


"Kyne" bisiknya lemah.


Dia tidak menolak saat pria itu memutar tubuhnya dan mendaratkan ciuman panas dibibirnya,yang di balas oleh Amber.


Kyne melepaskan ciumannya, sebelum gairah mereka meledak , dan meminta Amber menyegarkan diri - sebelum akal sehatnya hilang.


"Aku akan membawa Earl kemari", ucapnya saat Amber bergegas masuk kekamar mandi dengan wajah memerah karena malu.


Kyne hanya tersenyum tipis saat Amber hanya mengangguk tanpa berani menghadapnya.


Kyne sedang menggoda Earl di atas kasur sampai gelak tawa keluar dari mulut bayi yang berusia hampir dua bulan tersebut,ketika Amber keluar dari kamar mandi.


"Sayang, apa kau merindukan mommy?", tanya Amber kepada putranya, yang langsung menoleh ke arahnya saat mendengar suaranya.Seolah menjawab Amber, bayi tampan itu merengek, membuat Kyne gemas pada putranya tersebut.


"Hai, son! Mengapa kau jadi manja melihat mommymu, hah?", ucapnya sambil menggelitik perut putranya, yang langsung menangis dengan suara keras.


"Kyne! Jangan ganggu Earl. Mandilah!", tegur Amber saat Kyne kembali menggoda putranya. "Lihatlah son, karenamu Daddy di marahi mommy!", sahut Kyne sambil beranjak menuju kamar mandi.


Amber hanya tersenyum mendengar ucapan Kyne, lalu mengangkat putranya dan mulai menyusuinya.


Kyne keluar dari kamar mandi dan melihat putranya telah tertidur dalam pelukan Amber, "Dia sudah tidur?".


Kyne pun segera berlalu keruang ganti dan tak lama kembali dengan mengenakan kaos putih dan celana santai yang membuatnya terlihat muda dan semakin tampan.


"Gantilah bajumu, biar aku yang membawa Earl ke kamarnya", pinta Kyne pada Amber.


"Apa Earl tidak akan tidur disini bersama kita?", tanya Amber tidak tega jika putranya tidur sendirian di kamar lain.


"Aku sudah menyewa pengasuh untuknya, jadi akan ada yang menjaganya".


"Pengasuh?", Amber terkejut dengan ucapan Kyne, karena pria yang telah menjadi suaminya itu tidak pernah membahas masalah pengasuh selama ini.


"Hmmm", jawab Kyne sambil mengambil alih Earl dari gendongan Amber, lalu keluar dari kamar dengan menggendong putranya.


Amber masih termangu memikirkan perkataan Kyne, mengapa dia tidak diajak bicara sebelum Kyne memutuskan menyewa pengasuh, apa pendapatnya tidak diperlukan?.


Apa akan seperti ini kehidupan pernikahannya?.


Ada sedikit perasaan sakit dihatinya saat Kyne mengambil keputusan tanpa melibatkannya.


Apalagi ini menyangkut pengasuh putra mereka, setidaknya Kyne membicarakan hal ini dengannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Amber belum beranjak dari tempatnya saat Kyne kembali, "Ada apa? Mengapa masih belum mengganti bajumu?".


Amber sedikit terkejut mendapati Kyne ada didepannya, kemudian berkata, "Aku ingin bicara".


Kyne hanya menaikkan alisnya, menunggu apa yang ingin dikatakan istrinya itu.


"Soal pengasuh, mengapa kau tidak bilang sebelumnya?".


"Apa itu penting?".


"Ya! Karena itu menyangkut anakku! Aku tidak ingin sembarang orang merawat anakku!".


"Kau tidak perlu khawatir, karena dia pilihan ibumu", jawab Kyne santai.


"Ibu?", Amber kembali terkejut dengan ucapan Kyne.


"Hmmm. Aku sempat membicarakan hal ini dengan ibu, dan sepertinya ibuku mengatakannya pada ibumu, dan ibu baru memberitahuku kemaren kalau telah menemukan pengasuh yang cocok untuk cucu mereka.Kalau kau tidak cocok dengan pengasuh pilihan ibu, kita akan menggantinya denga pengasuh profesional, jika itu maumu."


"Tidak, bukan seperti itu maksudku", kemarahan yang sempat dirasakan Amber mereda mendengar penjelasan Kyne.


"Aku hanya terkejut, karena kau tidak pernah membicarakannya denganku."


"Karena kita tidak pernah cukup waktu untuk bertemu dan berbicara", jawab Kyne.


Mereka memang tinggal bersama dalam satu rumah setelah Amber keluar dari rumah sakit, tapi mereka hampir tidak pernah bertemu, selain karena Amber yang disibukkan mengurus Earl, juga karena Kyne yang sibuk mengurus perusahaannya yang akan berpindah kantor pusat.Kyne pergi ke Perancis selama dua minggu lebih dan baru kembali tiga hari sebelum pernikahan mereka.


"Kau bisa melihat kinerjanya terlebih dahulu sebelum memutuskan bibi Ann pantas mengasuh Earl apa tidak, bukannya masih ada waktu tiga minggu sebelum kau kembali bekerja, bukan?."


"Siapa bibi Ann?".


"Pengasuh Earl, siapa lagi?".


"Berapa usianya sehingga kau memanggilnya bibi?", pada akhirnya Amber bertanya.


"Apa itu yang membuatmu marah?."


"Maksudnya?", tanya Amber dengan wajah merah.


"Apa, berapa usia pengasuh Earl? Itu yang mengganggumu?", tanya Kyne dengan tersenyum.


"Tidak!", jawab Amber cepat.


"Tak perlu khawatir, bibi Ann berusia sekitar akhir empatpuluh tahunan.Kata ibu dia janda tanpa anak, dan hidup sendirian setelah suaminya meninggal beberapa bulan yang lalu.Dia membutuhkan pekerjaan untuk menghidupi dirinya karena suaminya meninggalkan hutang yang cukup besar.Kata ibu, dia wanita yang cukup baik dan cekatan, dan yang terpenting dia bersedia tinggal dengan kita."


Amber mendengar semua perkataan Kyne, dan pada akhirnya dia pun menerima keputusan Kyne.Tidak ada salahnya menerima bibi Ann, apalagi dia adalah pilihan ibu mereka, pasti bibi Ann pilihan yang terbaik.

__ADS_1


Amber sebenarnya tidak ingin orang lain merawat putranya, tetapi dia tidak punya pilihan lain.Dia harus tetap bekerja, meskipun Kyne pernah mengatakan dia bisa berhenti bekerja dan hanya merawat Earl.


Dia tidak ingin bergantung secara finansial pada Kyne, karena jika pada akhirnya Kyne menemukan wanita yang dicintainya, dan mereka berpisah, dia ingin mandiri secara finansial.


__ADS_2