
Tubuh Kyne mengejang, tatapannya menembus kelubuk hati Amber, kerut-kerut di dahi Kyne semakin dalam,sehingga alisnya yang lebat nyaris bersatu.
Matanya menyipit menatap istrinya itu, "Bisakah kau ulangi apa yang kupikir kau katakan barusan?,"
Amber tersenyum, kebahagiaanya meluap-luap.
"Aku mencintaimu Kyne, sudah dari dulu.Dan hal ini pasti sudah kukatakan padamu kalau saja sikapmu tidak begitu dingin, sehingga kukira kau membenciku."
Bibir Kyne perlahan-lahan merekah membentuk senyum lebar yang tak pernah dilihatnya.
"Membencimu?" erang Kyne.
"Mana mungkin? Sayang...."
Kyne memeluk Amber, dalam sekejap mereka sudah berciuman, ciuman tanpa nafsu didalamnya, hanya kasih sayang.
Mereka berpelukan erat dan bertatapan lama,seakan-akan tidak ingin melepaskan diri lagi- kalau saja suara tangisan Earl tidak mngejutkan mereka.
"Earl!," seru meraka bersamaan.
Amber segera melepaskan dirinya dari pelukan Kyne,dan hendak bergegas jika saja suaminya itu tidak mengingatkan kondisinya yang masih telanjang.
Kyne mengambil jubah mandi Amber yang tergeletak dan memakaikannya ke tubuh istrinya itu sebelum putranya menjerit-jerit.
"Terima kasih Kyne," ucap Amber sambil mengecup singkat bibir seksi suaminya itu.
Kyne tersenyum manis melihat perlakuan Amber padanya, setelah pengakuan cinta mereka.
Kyne hanya memakai celananya sebelum menyusul Amber yang sudah menyusui putra tampan mereka.
"Apa dia tidur lagi?," tanya Kyne sambil membaringkan tubuhnya di belakang Amber.
"Son, jangan jadi pangeran tidur!," goda Kyne pada putranya.Tangannya diulurkan melewati pinggang Amber untuk menowel-nowel pipi putranya yang asik menyusu.
Earl membuka matanya dan mulai merengek saat Daddy nya itu mengganggunya.
"Sayang, jangan pedulikan daddymu," kata Amber menenangkan putranya.
Tapi Kyne kembali mengganggu putranya tersebut, "Hai son, ini punya daddy!."
Kata Kyne sambil dengan iseng menarik ****** Amber dari mulut kecil Earl yang sukses membuat bayi itu menangis dan Amber berteriak memarahi Kyne.
"Kyne!."
"Sayang!."
"Hah?," beo Amber.
"Kau memanggil putramu sayang, kenapa memanggilku dengan nama?."
Wajah Amber langsung merona mendengar kekonyolan Kyne, "Kau tidak cemburu pada anakmu sendiri kan?."
Kyne hanya mendengus sambil menggoda putranya lagi.
"Dari pada kau ganggu putramu,sebaiknya kau membersihkan dirimu,Kyne," suruh Amber.
__ADS_1
"Aku sengaja menunggumu untuk mandi bersama," bisik Kyne yang semakin membuat wajah Amber memerah.
Setelah puas menyusu bayi kecil itu kembali tertidur,seolah memberi kesempatan pada orang tuanya untuk merasakan cinta yang baru saja mereka ungkapkan.
Sesuai perkataannya setelah putranya tertidur Kyne membopong tubuh Amber kekamar mandi.
Mereka saling membersihkan diri dan untuk pertama kalinya mereka bercinta dengan ucapan cinta yang saling bersahutan dia antara keduanya.
Setelah gairah itu mereda, Amber mengutarakan ketakutannya.
"Bagaimana jika aku hamil?."
"Memang kenapa? Kau tidak ingin mengandung anakku lagi?," balas Kyne.
"Bukan seperti itu Kyne, Earl masih sangat kecil dan aku ingin memberikan ASI ekslusif untuknya."
"Baiklah, nanti aku akan memakai pengaman sampai menstruasimu tiba, jika sudah dipastikan tidak hamil kau bisa pakai kontrasepsi.Aku tidak mau lama-lama ada halangan di antara kita," jawab Kyne tegas.
Amber masih tidak menyangka hubungannya dengan Kyne bisa secepat ini berubah.
Tidak pernah ada dalam bayangannya, mereka akan membicarakan urusan kontrasepsi di bathup.
Senyuman yang terus muncul di wajah Amber membuat wanita itu semakin cantik dimata Kyne, dengan gemas Kyne mencium wanitanya tersebut.
"Kyne," erang Amber berusaha menyudahi ciuman suaminya itu.
"Aku lapar."
Kyne yang baru menyadari hal itu segera menyelesaikan acara mandi bersama mereka.
Amber dengan cekatan mengambilkan makanan untuk suaminya itu, dan mereka membicarakan banyak hal tentang makanan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai.
*
"Jadi, bagaimana bisa?," tanya Amber sambil bersandar di dada Kyne diatas ranjang mereka.
"Apanya?," jawab Kyne sambil memainkan rambut istrinya tersebut, mencoba mengelak.
"Bagaimana bisa kau mencintaiku, padahal sikapmu sangat dingin seolah merendahkanku sehingga kukira kau sangat membenciku."
Kyne mengerutkan dahinya seolah mencerna ucapan Amber.
"Bagaimana bisa aku merendahkanmu?," ucap Kyne balik bertanya."Itu tidak mungkin."
Kyne menghela nafas.
"Apa kau tahu bagaimana perasaanku saat pertama kali melihatmu?."
Amber menggeleng.
"Kau anggap aku gadis mata duitan," kata Amber sambil mengingat saat pertama kali dia bertemu dengan Kyne.
"Aku bilang seperti itu untuk meyakinkan diriku sendiri.Apa kau tau, aku begitu menginginkanmu hanya dengan melihatmu? Awalnya aku bisa menahannya tapi kau begitu menggoda, dan akhirnya aku menciummu.Dan sialnya kau membalas ciumanku.Kau tau, aku tidak bisa membayangkan kau mencium lelaki lain seperti itu, meskipun itu adikku.Aku tidak ingin itu terjadi karena itulah aku menawarkan uang kepadamu.Dan kau menerimanya, itu membuatku berpikir, apa aku telah salah jatuh cinta pada wanita mata duitan sepertimu."
"Terusakan," pinta Amber saat Kyne berhenti.
__ADS_1
Kyne tertawa dan mencium pelipis Amber sebelum melanjutkan.
"Kupikir ketertarikan kita hanya sesaat, tapi setelah ciuman itu aku benar-benar tidak memikirkan wanita lain selain dirimu.Bayangamu mengganggu hidupku, Mrs O'Neil." Kyne kembali mengecup pipi istrinya dengan gemas.
" Lalu kita bertemu lagi, dan ketertarikan kita semakin kuat, saat itulah aku berjanji akan menjadikanmu milikku.Dan aku sangat bahagia saat itu terjadi, apalagi aku menjadi yang pertama buatmu"
Kyne menjauhkan Amber dari tubuhnya dan menatapnya tajam.
"Amberlee, apa...aku yang pertama dan satu-satunya?," tanya Kyne sedikit ragu.
Amber ingin sekali menggoda Kyne, tapi menurutnya ini bukanlah hal yang tepat, kali ini tidak boleh ada kebohongan.
"Hmm..." jawab Amber, "Kau yang pertama dan satu-satunya."
"Bahkan ciumanku," tambah Amber.
"Benarkah??," balas Kyne tidak percaya.
"Dengan Darren sekalipun?."
"Ya, dengan Darren sekalipun.Kau tahu adikmu itu sangat sopan, dia tidak sepertimu yang langsung menciumku begitu saja."
"Tapi kau menyukainya kan, buktinya kau tidak sekalipun menolaknya." bela Kyne sambil tersenyum.
"Adikku tidak punya kelainan bukan? Bagaimana bisa dia menahan diri saat bersamamu?," ucap Kyne masih tidak percaya.
"Sebenarnya, dia pernah mencobanya saat melamarku.Tapi itu hanya kecupan singkat.Dan saat itu barulah aku menyadari perasaanku sesungguhnya pada Darren, aku menyayanginya tapi bukan seperti wanita terhadap pria, lebih kepada saudara.Tidak ada getaran saat dia mengecupku seperti saat kau menciumku.."
Kyne langsung menyambar bibir Amber dan menciumnya dengan perlahan, menggoda bibir yang sudah menjadi candunya itu.
"Seperti ini?," kata Kyne dengan jail.
Amber tersenyum dengan kelakuan konyol suaminya itu.Dia tidak menyangka bisa melihat sisi lain dari seorang Kyne O'Neil yang biasa bersikap dingin dan tidak tersentuh.
"Bagaimana denganmu?," celetuk Amber.
"Bagaimana apanya?," balas Kyne menggoda.
Amber mengerucutkan bibirnya, membuat Kyne dengan gemas mendaratkan ciuman dibibirnya.
"Kau yang pertama."
"What?," seru Amber penasaran.
"Benarkah.?"
"Aku tidak pernah menginginkan wanita seperti aku menginginkanmu Amberlee sayang." ucapnya.
"Bukannya kau selalu dikejar-kejar wanita? Dan jangan lupakan deretan mantan kekasihmu itu!," balas Amber tidak begitu saja mempercayai.
"Ya aku memang sempat mempunyai kekasih sebelum bertemu denganmu, tapi hubungan kami tidak sejauh itu, hanya berciuman tidak lebih."
Amber menatap mata Kyne dan tidak menemukan kebohongan disana.
"Apa karena itu kau melupakan pengaman saat 'kencan semalam' denganku?," Amber mencoba berargumen.
__ADS_1
"Tidak sayang, aku memang sengaja tidak memakai pengaman, aku memang ingin membuatmu hamil."