
Amber masih tertidur saat Kyne datang, membuat Kyne bisa sepuasnya memandang wajah cantik wanita yang telah menjadi ibu dari putranya.Kyne mengelus lembut wajah Amber,merapikan rambut Amber yang jatuh menutupi matanya, lalu Kyne mencium kening Amber yang terlelap.
Kyne beranjak ke box bayi yang terletak di sebelah ranjang Amber, saat didengarnya suara rengekan putranya itu.Dengan hatu-hati Kyne mengangkat putranya dan menggedongnya.
"Anak Daddy mengapa terbangun?", tanyanya saat dilihatnya wajah sang putra mulai memerah,dan mulai menangis.
"Cup..cup..sayang.." rayu Kyne berusaha menenangkan putranya.
"Kesayangan Daddy, pup ya?", tebak Kyne.
"Coba Daddy lihat!", lanjut Kyne kemudian menidurkan putranya dan dengan cekatan mulai mengganti popok putranya.
Amber terbangun dari tidur lelapnya dan melihat pemandangan yang luar biasa baginya.Kyne O'Neil -seorang pengusaha sukses- sedang mengganti popok anaknya dengan cukup baik - mengingat ini adalah pengalaman pertamanya.
Selesai mengganti popok Kyne mengangkat putranya, berniat untuk menidurkan jagoannya tersebut, saat matanya bertemu dengan mata Amber.Waktu seolah terhenti saat pandangan mereka bertaut,berjuta emosi berkecamuk di tatapan keduanya,sampai suara tangis bayinya menyadarkan mereka.
"Berikan padaku", pinta Amber dengan sedikit gugup.Melihat Kyne membuatnya gugup, tidak bisa dipungkiri dirinya begitu merindukan sosok Kyne.
Amber memposisikan dirinya agar nyaman saat menyusui putranya, sebelum Kyne memberikan bayinya.
Gerakan Amber yang membuka kancing bajunya terhenti saat menyadari Kyne yang masih berdiri di hadapannya.
Dia pun mengangkat kepalanya dan melihat ke arah lelaki itu.
Seolah mengerti, Kyne pun berkata, " Tidak perlu malu,aku sudah pernah melihat bahkan merasakannya".
Wajah Amber langsung memerah mendengar ucapan Kyne.
"Tapi.."
"Aku tidak akan keluar kalau itu maumu. Cepat susui Earl", potong Kyne saat putranya mulai tidak sabar.
Dengan menahan malu pada akhirnya Amber menyusui putranya.Kyne memandang putranya yang menyusu dengan kuat.
"Pelan-pelan Baby", ucapnya sambil tersenyum.
Senyum yang belum pernah dilihat Amber, laki-laki ini terlihat sangat mencintai putranya, batin Amber.
Pikiran Amber kembali berkecamuk, jika Kyne begitu mencintai putranya, bukan tidak mungkin laki-laki itu akan meminta hak asuh putranya.Dan Amber tidak sanggup jika itu terjadi, dia begitu menyayangi putranya tersebut.Apa Kyne akan tega memisahkan seorang anak dari ibunya?.
__ADS_1
Amber benar-benar tidak tahu, dia tidak bisa membaca apa yang ada dipikiran Kyne.
Mereka harus segera membicarakan hal ini, karena bagaimanapun Amber tidak ingin berpisah dengan putranya.Harus ada jalan tengah untuk masalah ini.
Amber terus memutar otaknya sambil menyusui Baby Earl.
Sebuah ide muncul di kepala Amber bertepatan dengan Baby Earl yang sudah tertidur.Amber pun menyerahkan putranya ke Kyne untuk ditidurkan di box bayinya.
"Aku ingin bicara", ucap Amber setelah Kyne menidurkan bayinya.
Kyne pun mengalihkan pandangannya ke arah Amber saat mendengar suara wanita itu.
"Hmmm", jawabnya acuh.
"Kyne! Kumohon", kata Amber saat melihat Kyne mengacuhkannya.
"Apa yang ingin kau bicarakan", pada akhirnya Kyne mengalah, dia berjalan mendekat ke ranjang Amber dan berdiri dengan diam.
Kyne yang diam sambil menunggunya berbicara semakin membuat Amber gugup unyuk mengutarakan idenya.
"Kurasa kita harus membicarakan bagaimana kita akan merawat Earl". Amber menarik nafas sebelum melanjutkan, " Aku akan membiarkanmu bertemu dengan Earl kapanpun kau mau, dan saat sudah besar Earl bisa menginap di tempatmu.Jadi kita tidak perlu meributkan hak asuh Earl."
"Hanya itu yang ingin kau bicarakan?", tanya Kyne dengan wajah suram.
"Aku tidak mau!".
Jawaban Kyne membuat Amber tersentak, dia menatap Kyne dengan kesal.
"Apa maumu, Kyne?."
"Aku hanya ingin anakku tinggal bersamaku, melihat tumbuh kembangnya, melindunginya, dan memastikan semua kebutuhannya akan terpenuhi.Dan yang paling penting, aku ingin anakku hanya mengenalku sebagai satu-satunya ayahnya", jawab Kyne dengan tegas."
Amber hanya bisa menghembuskan nafas kasar. "Aku janji, dia hanya akan mengenalmu sebagai ayahnya", bujuknya.
Kyne menatap tajam Amber, lalu menggeleng.
"Aku tidak percaya padamu", ucap Kyne sinis.
"Setelah kebohonganmu, apa kau pikir aku akan mempercayaimu begitu saja?. Apa kau pikir aku akan membiarkan wanita sepertimu mengasuh anakku?."
__ADS_1
"Apa maksudmu dengan wanita sepertiku?."
Tuntut Amber saat Kyne mengucapkan kata-kata yang melukai hatinya.
"Apa perlu aku jelaskan lagi? Bukankah itu sudah jelas? Aku tidak tahu apa yang kau rencanakan dengan menutupi kehamilanmu dariku. Apa mungkin kau berniat menjebak bosmu dengan menjadikan putraku sebagai umpannya? Tentu saja aku tidak akan membiarkan hal itu."
Amarah menjalar keseluruh tubuh Amber mendengar tuduhan tidak masuk akal Kyne.Begitu buruknya pandangan laki-laki itu terhadapnya.
Amber tidak bisa berkata-kata.
Dia berusaha agar air mata yang mulai muncul tidak jatuh dihadapan lelaki menyebalkan itu.
"Aku tidak perlu membuat putraku menjadi umpan pun Charlie sudah memintaku menikahinya! Jadi buang jauh-jauh pikiran burukmu itu Kyne!."
Pada akhirnya Amber berkata, dan itu sukses membuat wajah Kyne menggelap menahan amarah.
"Lakukan apapun maumu, Amberlee. Aku tidak peduli.Tapi saat kau menikah dengan lelaki lain, kau tidak akan pernah lagi melihat putramu, karena aku tidak mengijinkannya."
"Mengapa kau membuat semuanya menjadi sulit, Kyne?", kesal Amber.
"Tidak akan menjadi sulit jika kau mau menikah denganku", jawab Kyne dengan santai.
Mata Amber melebar sempurna saat mendengar ucapan lelaki itu.
"Apa katamu?,"
Kyne menatap Amber, "Kita menikah, tentu saja itu demi Earl, aku tidak ingin dia menjadi bahan ejekan orang lain karena orang tuanya tidak menikah." Kyne menjeda ucapannya, memberi kesempatan Amber untuk mencerna perkataannya.
"Apa pernah terpikirkan olehmu, dampak yang terjadi pada Earl jika kau tetap keras kepala untuk mengasuh Earl sendiri tanpa sosok ayah disampingnya?", Kyne mengamati ekspresi wajah Amber saat dia melanjutkan, "Kau mungkin bisa memenuhi kebutuhannya, tapi apa kau bisa menggantikan sosok ayah yang dibutuhkannya saat proses pertumbuhannya?"
Semua perkataan Kyne menyadarkan Amber, tentang hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya,Selama ini pikirannya terlalu sibuk menyembunyikan kehamilannya dari Kyne, tanpa menyadari bahwa dia telah bersikap egois.Pikiran Amber menjadi kacau.
Matanya berpaling menatap anaknya yang terlelap, bayangan akan anaknya yang jadi bahan ejekan temannya, tiba-tiba muncul dibenaknya.Kyne memang benar, dia tidak akan bisa sepenuhnya menggantikan sosok ayah buat anaknya,Dia tidak akan bisa menemani anaknya untuk melakukan hal yang hanya bisa dilakukan oleh kaum lelaki.
Tanpa terasa air mata Amber keluar dengan sendirinya, membayangkan hal itu.
Kyne tersenyum kecil saat melihat reaksi Amber, dia pun mendekat dan mengusap air mata yang membasahi pipi wanitanya.
"Menikahlah denganku, Amberlee."
__ADS_1