
Amber tidak bisa berbuat banyak untuk menahan lengan Kyne yang melingkar ditubuhnya dan merapatkan tubuh mereka berdua.Ia mencengkeram lengan Kyne sementara tangan pria itu membelai-belai punggungnya.Ia bisa merasakan otot-otot lengan Kyne yang menegang.Ia pun terbuai dan mengerang lirih.
Mereka berdua saling menikmati ciuman itu, begitu menggairahkan, begitu menghanyutkan.
Amber melayang,ia tidak ingat lagi akan waktu dan tempat.Ia begitu menginginkan semua ini, sejak pertama kali pria ini menciumnya.
Ia tak berdaya untuk menghentikan Kyne.
Dibiarkannya dirinya hanyut dalam keajaiban yang dibuat pria itu dan menikmatinya.
Ia mendesah saat dirasakannya tangan Kyne menyusuri punggung, kemudian turun kepanggulnya.Sentuhan jari pria itu membuat Amber terhipnotis.
Saat tubuh mereka menyatu, Amber merasakan kehangatan dalam dadanya dan melebur dalam kenikmatan.
"Kyne," erangnya sambil mencengkeram tubuh pria itu kuat-kuat, hatinya diselimuti kebahagiaan dan cinta.
Ya cinta, Amber mencintai Kyne.
Bibir Kyne kembali mencari bibir Amber dan memberi ciuman panas sebelum melepaskan tubuh mereka.
Amber yang telah tersadar dari pusaran gairah Kyne, baru menyadari bahwa mereka telah terbaring disofa yang ada diruang ganti, dengan tubuh telanjang.
Dan itu membuatnya malu, meskipun ini bukan yang pertama kalinya mereka bercinta.
Tapi ini pertama kalinya mereka bercinta setelah menikah.
Amber melayangkan pandangannya kesegela arah berusaha mencari sesuatu untuk menutup tubuhnya, ia akan bergerak dari sofa saat melihat selimut tetpai tidak bisa, itu karena kaki Kyne menahannya.
Kyne yang berbaring disebelah Amber, hanya melihat wanita yang terlihat panik dengan senyum mengembang dibibirnya.
Sikap dinginnya menghilang entah kemana.
Kyne mengangkat wajah Amber yang merona dan mencium bibirnya, mencoba menghentikan apa yang sedang dilakukan istrinya itu.Tatapan mereka beradu dan airmata Amber merebak penuh kebahagiaan, sikap Kyne yang lembut, tatapan mata Kyne yang memandangnya seolah penuh cinta itu, benar-benar membuat pertahanannya runtuh.
"Amberlee..."
Kyne mendekap tubuh polos istrinya itu kedalam pelukannya.
"Maaf," bisiknya lirih.
"Maafkan aku, telah memaksamu."
Kyne tidak tahan lagi, hatinya bagai tertusuk melihat wanitanya menangis karena bercinta dengannya.
Bercinta?
Kyne berdecih dalam hati, bercinta jika mereka saling mencintai.Kenyataanya dia menyerang Amber-meskipun tidak ada penolakan- dan memaksa wanita itu untuk berhubungan **** dengannya.
Amber hanya menggelengkan kepalanya dalam pelukan Kyne -pelukan yang membuatnya nyaman- ia berusaha menyangkal semua ucapan Kyne.
"Maafkan aku karena telah memaksamu untuk menikah denganku.Maafkan aku telah membuatmu menangis.
Sekarang aku tidak akan memaksamu lagi.
Aku akan menceraikanmu," kata Kyne perlahan-lahan."Tadinya kupikir pernikahan ini bisa berhasil, tapi..." Kyne menggantungkan ucapnnya.
Amber hampir pingsan mendengarnya, apa sebegitu bencinya Kyne padanya sampai akan menceraikannya.Bahkan setelah mereka bercinta dan hati Amber diselimuti kebahagiaan karena sikap lembut Kyne.
Sekarang lelaki itu mengatakan akan menceraikannya.Apa sebegitu rendahnya dia di mata pria itu, bahkan saat mengucapkan itu, tubuhnya masih dalam pelukan pria itu.
"Apa?," ucapnya dengan bergertar.
"Apa kau ingin mengakhiri pernikahan kita ,Amberlee?," tanya Kyne parau.
__ADS_1
Amber benar-benar tidak mengerti, mengapa jadi dirinya? Bukankah dia yang mengatakan ingin bercerai, sekarang mengapa bertanya padanya, batin Amber.
Kyne melonggarkan pelukannya dan memandang wajah Amber yang masih meneteskan air mata.
Dengan lembut diusapnya air mata itu,membuat Amber tiba-tiba merasa kesal.
Bagaimana bisa pria itu berkata seperti itu dan bersikap lembut pada saat bersamaan.
Dengan kesal Amber menepis tangan Kyne dari wajahnya.
"Jangan bersikap lembut padaku! Jangan membuatku berharap, jika pada akhirnya kau ingin bercerai."
Air mata Amber pun bergulir, hatinya terasa sakit.Ia tidak menyangka mencintai Kyne akan sesakit ini, apa mungkin ini karmanya karena dulu ia telah menyakiti Darren?.
Kyne mencoba meraih Amber, tapi lagi-lagi wanita itu menepisnya.Ia tak kehilangan akal, dengan sedikit gerakan, pada akhirnya ia bisa mengurung tubuh Amber dibawahnya.
Oh shit
Dalam hati Kyne mengutuk dirinya, posisinya yang menindih tubuh Amber, membuat inti tubuhnya bereaksi.Apalagi mereka masih belum terbalut pakaian.
Amber terkesiap dengan kelakuan Kyne.
"Kyne!," serunya panik.
"Apa yang kau lakukan!."
Kyne tidak memperdulikan ucapan Amber.
Dia meraih wajah Amber dan mengusap lembut wajah yang dicintainya itu.
Ya! Dia memang gila.
Tapi itulah kenyataannya.
Tapi cintanya membuat wanita itu tersakiti.
Kyne mencium seluruh Amber dengan penuh kelembutan, membuat Amber yang tadinya memberontak, terdiam.
Kyne menyusuri setiap inci wajah Amber dengan jemarinya,memandangnya lekat-lekat.Ia menginginkan wanita itu sekali lagi dan mungkin untuk terakhir kalinya.
Jemari Kyne bergerak turun menyusuri leher dan dada Amber.
Kyne menyentuh dada Amber dengan telapak tangannya dan membelainya dengan lembut.Lalu ia menyentuh dan mengecupnya perlahan-lahan.Nampak nafas Amber bergejolak penuh gairah
Kyne menyusupkan diri diantara belahan dada Amber, lalu mencium dalam-dalm aroma yang ditebarkannya.
"Amberlee," desahnya.
Kyne kembali mencium bibirnya dengan lembut, membuat Amber pasrah.
Sementara tangan Kyne menyusuri perutnya,semakin turun dan membelai dengan lembut.
Gerakan sekecil apapun yang dilakukan Kyne mampu membangkitkan gejolak Amber bagai sengatan arus listrik yang membangkitkan gairahnya.
"Kyne," erang Amber.
Kyne menatap wajah Amber, melihat ekspresi wanita yang dicintainya saat dia bercinta dengannya.
Pada akhirnya, "Maafkan kalau cintaku menyakitimu."
Kyne mengucapkan kata-kata yang membuat Amber mengejang sebelum akhirnya Kyne meyatukan tubuh mereka, dan bercinta dengannya.
Kali ini Amber merasakan sikap lembut Kyne disetiap gerakannya saat mereka bergerak bersama untuk meraih kenikmatan.
__ADS_1
Kyne mencium kening Amber saat semburan kenikmatan Kyne ditubuhnya menyadarkan Amber.
"Kyne!," teriaknya.
"Hmm," ucap Kyne masih terengah.
"Aku tidak memakai kontrasepsi," ucapnya panik.
"Malah bagus," jawab Kyne acuh.
Amber mendorong tubuh pria itu dari atas tubuhnya kesal dengan sikap acuh Kyne.
Bagaimana jika dia hamil, Earl masih belum genap 3 bulan dan Kyne ingin bercerai.
Amber menghembuskan nafas kasar, tiba -tiba dia mengingat pernyataan Kyne tadi.
Ia menarik tubuh Kyne yang tadi didorongnya.
"Apa maksud perkataanmu tadi?, " tanyanya.
"Ucapan yang mana, Amberlee?," balas Kyne kebingungan.
"Yang tadi sebelum..." Amber tidak tahu bagaimana mengutarakannya, tidak mungkin dia bilang sebelum pria itu memasukinya bukan? Amber menggerutu sebal.
Kyne mendekatkan wajahnya ke arah istrinya itu dan berbisik, "Maafkan kalau cintaku menyakitimu."
Amber terpana, sorot matanya berpendar.
Apakah mungkin harapannya terkabul.
Apa Kyne mencintainya?
Dia mengatakan itu bukan?
"Kau mencintaiku, Kyne?," ulang Amber penuh harapan.
Kyne menarik nafas panjang dan mengangguk, ia sudah lelah menutupi semuanya, biarkan wanita itu tahu perasaannya.
"Kau tidak sedang berbohong kan?," ucap Amber masih ingin kepastian dari mulut Kyne.
Kyne tertawa masam, "Kalau saja ini kebohongan.Betapa lancarnya hidupku seandainya tidak ketiban sial dan jatuh cinta padamu."
Amber mengerjap-ngerjapkan matanya.
Apakah ini mimpi atau kenyataan?
Kyne mencintainya.
Lelaki itu mencintainya!
Cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.
Senyum bahagia muncul dibibir Amber.
"Tapi aku tidak ingin egois dengan memaksakan cintaku padamu, Amberlee," Kyne masih meneruskan ucapannya tanpa memandang Amber.
"Aku akan melepaskanmu, aku akan membiarkanmu mencari kebahagiaanmu sendiri."
"Kyne," kata Amber lembut.
"Apa?," jawab Kyne kasar.
"Aku mencintaimu."
__ADS_1