KENCAN SEMALAM

KENCAN SEMALAM
Bab 8


__ADS_3

 


Amber mengikuti Kyne kembali keruang meeting dengan berbagai perasaan yang berkecamuk didalamnya.


Ucapan Kyne -beberapa saat lalu-kembali terngiang dikepalanya.


Kencan semalam!


Ya!


Entah dari mana ide gila itu muncul dikepala pria itu.Tapi tawaran itu sungguh menggoda.


Amber tidak bisa menyangkal ucapan Kyne.Ada gairah yang tidak bisa dijelaskan diantara mereka,Amber mengakui hal itu.


Ketertarikan diantara mereka memang bukan karena cinta,tapi mereka seolah saling terkait.


Amber sendiri tidak bisa memastikan bagaimana perasaannya pada Kyne,dia tidak menyukai Kyne,tapi benarkah itu?.


Selama ini bayangan Kyne selalu menghantuinya,ia bahkan selalu membandingkan semua pria yang mencoba mendekatinya dengan Kyne.


**


Hari sudah menjelang sore saat Amber kembali ke kantornya bersama Charlie-yang tak henti mengumbar senyum.


Ya perusahaanya berhasil memenangkan tender dari NEIL Company.


Amber juga merasa senang karena designnya bisa terpilih, meskipun dalam hati kecilnya ada sedikit ketakutan-karena akan lebih sering bertemu Kyne.


Ia tidak yakin apakah dia bisa mengontrol dirinya saat berdekatan dengan Kyne.Belum pernah dia merasa seperti ini.


Mungkin benar kata Kyne, mereka harus menuntaskan hasrat yang muncul di antara mereka.


Kencan semalam.


Itu yang Kyne tawarkan.


Pria itu benar-benar tidak munafik.


Satu malam untuk menghabiskan waktu bersama.


Amber membuang nafasnya kasar.


Pikiran sadarnya tentu saja menolak mentah-mentah ide Kyne, tapi hati dan pikiran bawah sadarnya ingin menerima ide gila itu.


**


Seminggu telah berlalu sejak ajakan 'Kencan semalam' keluar dari mulut Kyne.Selama itu pula Amber tidak pernah bertemu lagi dengan pria yang sudah memporak-porandakan pikirannya.Dia hanya bertemu dengan Jaden saat mendiskusikan detail project yang sedang dikerjakannya, dari Jaden pula dia tahu bahwa Kyne sedang ada di Perancis.


Ponsel Amber berdering dan nama Jaden muncul di layar, saat Amber sedang menyelesaikan detail akhir dari revisi designnya.


"Ya." Amber mengangkat panggilan teleponnya.Jaden meminta bertemu untuk meninjau lokasi pembangunan.


Amber merapikan meja kerjanya dan beranjak dari tempat duduknya yang nyaman saat jam makan siang tiba, Jaden akan menjemputnya untuk bersama-sama pergi ke lokasi proyek,dimana gedung perusahaan Kyne akan di bangun.


Amber mengembangkan senyumnya untuk menyapa saat melihat Jaden sudah ada di lobby kantornya.


"Maaf sudah membuatmu menunggu", kata Amber sopan .


"Tidak apa-apa, aku juga baru sampai", jawab Jaden sambil mengajak Amber keluar kantor menuju mobil yang sudah menunggu.

__ADS_1


Tanpa curiga Amber pun masuk ke dalam mobil saat Jaden membukakan pintu belakang mobil mewah tersebut.


Sesaat setelah duduk di dalam mobil,jantung Amber mendadak berdetak lebih cepat.


Perasaannya menjadi tidak menentu,pikirannya pun langsung tertuju pada satu nama.


Kyne!


Apa mungkin?


Amber segera menoleh dan melihat sosok pria -yang ingin dihindari tapi juga di rindukannya.


Tatapan mereka masih beradu saat Jaden melajukan mobil kejalan raya.


Mata coklat itu seperti menghipnotis Amber,membuatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya.


"Bagaimana kabarmu,Amberlee?". Suara Kyne menyadarkan Amber.


Amber segera mengalihkan pandangannya dan dengan lirih menjawab ucapan Kyne.


"Baik".


Dalam hati Amber ingin menyumpahi Jaden yang tidak memberitahu kehadiran Kyne.


Amber berusaha menenangkan detak jantungnya yang berlompatan karena kedekatan dirinya dan Kyne.


Sampai kapan aku seperti ini,batin Amber kesal.


Amber hanya diam sepanjang perjalanan,sementara Kyne terdengar sedang membahas urusan pekerjaan dengan Jaden.


Kruk..kruk..


Jaden membelokkan mobil ke sebuah restoran yang tidak terlalu ramai.


"Ayo,turun", ajak Kyne sambil membuka pintu mobil.Dengan sedikit malu Amber pun turun mengikuti Kyne dan Jaden masuk kedalan restoran.


"Maaf", ucap Amber saat mereka telah memesan makanan.


"Untuk?", Tanya Kyne sambil menaikkan salah satu alisnya,menatap tajam Amber.


Amber menjadi gugup saat Kyne memandangnya, " Karena sudah menghambat perjalanan", jawab Amber pada akhirnya.


"Tidak masalah, kami juga belum makan siang", jawab Kyne datar.


Amber hanya menganggukkan kepalanya,suasana menjadi canggung saat hanya ada mereka berdua di meja tersebut.


Kemana assiten Jaden, batin Amber gugup.


"Apa kau sudah memikirkan tawaranku?", pertanyaan yang tiba-tiba itu sungguh mengejutkan Amber.


"Maksudmu?", tanya Amber bingung.


Kyne mendekatkan wajahnya kekepala Amber dan berbisik, "Kencan Semalam kita".


Bulu kuduk Amber merinding saat hembusan nafas Kyne menerpa wajahnya.


Sontak wajahnya menjadi merah padam.


Kyne menatap wajah Amber dan menikmati ekspresi wanita yang di inginkannya itu.

__ADS_1


"Ada urusan yang harus diselesaikan di antara kita,Amberlee".


Kyne menatap tajam wajah cantik Amber yang memerah, entah karena malu atau amarah.


Amber sungguh tidak bisa berfikir,ucapan Kyne memang sudah bisa ditebaknya,tapi tetap membuatnya terkejut.


Dengan berani dibalasnya tatapan pria itu.


Amber kembali dikejutkan saat melihat-ada gairah terpendam di mata cokelat yang sedang menatapnya tajam.


Ternyata lelaki itu juga merasakan hal yang sama dengannya.Meski tidak ada cinta di antara mereka tapi tubuh mereka memiliki ketertarikan yang tidak bisa mereka kendalikan.


"Kita tidak saling menyukai" balas Amber lirih.


"Aku sudah pernah bilang bukan, yang terjadi di antara kita tidak ada hubungannya dengan semua itu,meski kau berusaha mati-matian untuk menyangkalnya".


"Ya.Aku tahu", ucap Amber pada akhirnya.


"Apa pada akhirnya kau setuju bahwa kita harus menghabiskan satu malam bersama,untuk mengakhiri semuanya?"


Amber menarik nafas kasar sebelum pada akhirnya menjawab pertanyaan Kyne.


"Baiklah"


"Baiklah apa?", tegas Kyne.


"Kencan semalam",Amber menatap Kyne.


"Kita akan melakukannya".


Setelah mendengar ucapan Amber, tanpa aba-aba, Kyne langsung menggenggam tangan Amber dan menariknya keluar dari restoran.Kyne langsung membawa Amber ketempat dimana mobilnya berada,membuka pintu dan sedikit medorong Amber untuk masuk ke dalam mobil.Kyne pun dengan tergesa segera masuk kedalam mobil,dan menghubungi Jaden begitu dia duduk di belakang kemudi.Dia meminta Jaden untuk meninjau lokasi proyek sendiri dan tidak menghubunginya jika tidak ada persoalan yang benar-benar mendesak.


Setelah itu Kyne membawa mobilnya,melesat di jalanan kota menuju apartementnya.


Sepanjang perjalanan Amber hanya melamun,mencoba kembali memikirkan keputusannya.


Dan sebuah kesadaran menghantam pikirannya.


Dia sudah menyukai lelaki itu.


Karena itu dia menerima 'Kencan Semalam' yang di tawarkan Kyne.


Amber sadar,dia tidak akan pernah menerima ide gila itu jika dia tidak menyukai Kyne.


Amber menarik nafas panjang begitu menyadari perasaan yang dimilikinya untuk Kyne, dan perasaan lelaki itu padanya.


Kyne hanya menganggapnya wanita yang mengganggu ketentraman hatinya, karena hasrat yang belum tersalurkan.


Dan itu membuat hati Amber seperti tertusuk.


Sungguh menyedihkan bukan dia menyukai pria yang menganggapnya sebagai wanita penggoda.Dan itu tidak sepenuhnya salah lelaki itu.


Amber tersadar dari lamunannya saat Kyne dengan gesit memarkir mobilnya, dan mematikan mesin mobil.


"Dimana ini?", tanyanya gugup.


Keberaniannya mendadak menciut seiring dengan perasaan yang dimilikinya untuk Kyne,yang baru disadarinya.


"Apartementku",jawab Kyne sambil membuka seltbelt di tubih Amber, dan berbisik " Aku tidak ingin ada yang mengganggu kita".

__ADS_1


__ADS_2