Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
34 ~ Bertemu Om & Tante


__ADS_3

Keenan yang terkejut dengan omongan radit itu seketika menjadi sangat malu, tiba2 lamunan keenan dikagetkan oleh suatu pernyataan dari heni


"oohhh.. saya baru inget pak, kalo nggak salah dia itu anaknya om hendra yang namanya radit seorang perwira polisi (ucap heni sambil mengingat2)"


"anak pak hendra? (tanya keenan kaget)"


"iya anak om hendra"


"mampus akuuuu (ujar keenan sambil mendudukan diri dikursi)"


setelah 15 menit radit masuk kedalam ruangan kyara tiba2 lamunan keenan dibuyarkan oleh suara radit


"eheemmm.. (radit berdehem kearah keenan)"


keenan pun langsung terperanjat melihat radit yang baru saja keluar dari ruangan dokter itu


"eh... (keenan merasa canggung dan malu pada radit)"


"kyara nyari lo di dalem, masuk aja (ucap radit dengan nada dingin)"


"iya makasih"


keenan pun langsung masuk kedalam ruangan tempat kyara diperiksa, kyara yang melihat keenan datang pun langsung menyambutnya dengan senyuman


"ky.. gimana keadaannya? (tanya keenan)"


"kata dokter cuma kecapekan aja kok pak, lagian saya sama heni juga dari semalem lupa belum makan (kyara terkekeh kecil)"


"hmmm, jangan sampe lupa makan gitu dong ky"


"iya pak maaf, dari kemaren memang udah kecapekan"


ketika keenan sedang berbincang2 dengan kyara tiba2 om hendra dan tante diana masuk kedalam ruangan itu


"om.. tante.. (ucap kyara)"


"ky, kamu gimana keadaannya sayang? tante sama om tadi ditelfon radit makanya langsung kesini (ucap tante diana sangat khawatir)"


"diana cuma kecapekan aja tante, jangan khawatir ya"


om hendra yang dari tadi berdiri disamping kyara itu seketika memperhatikan keenan, dia merasa tidak asing dengan keenan


"loh ini kan pak keenan? presiden direktur itu kan? (tanya om hendra sambil masih meyakinkan)"


"iya pak hendra saya keenan (keenan langsung menyalami om hendra)"

__ADS_1


"beneran ini pak keenan? waahh pak keenan anda ini benar2 seorang pemimpin, kyara ini mahasiswa magang diperusahaan bapak tapi ketika dia sakit bapak sendiri yang langsung membawanya (ucap om hendra dengan senyumannya)"


"sudah tugas saya pak (keenan kembali tersenyum)"


"saya sangat mengucapkan banyak terimakasih dengan pak keenan, karna sudah membawa keponakan saya kesini"


"jadi kyara ini keponakan bapak? (tanya keenan basa basi)"


"iyaa, bundanya kyara ini adik kandungnya saya"


tak lama itu dokter pun datang untuk memberitahu bahwa kyara sudah diperbolehkan pulang


"pak keenan, sebagai ucapan terimakasih kami izinkan siang ini saya mentraktir pak keenan boleh? (tanya om hendra)"


"tentu pak (keenan menyambut dengan senyuman)"


"apa gue bilang dulu aja ya ke pak hendra, gue takut dia mikir gue macem2 sama keponakannya" (lirih keenan dalam hati)


keenan yang sedang duduk sendirian itu tiba2 melihat radit yang mulai mendekatinya, keenan hanya tertunduk ketika melihat radit duduk pas disampingnya


"lain kali jangan langsung salah sangka dulu pak keenan (ucap radit sambil menepuk bahu keenan)"


"maaf, sekali lagi maafin saya udah salah paham sama kamu"


"nggak masalah, oh iya nama saya radit"


"saya udah tau, pak keenan kan salah satu orang yang berpengaruh dikota ini"


"jangan berlebihan (keenan tersenyum)"


"saya sama kyara itu seumuran pak, makanya kami sangat akrab, jangan cemburu sama saya ya (ucap radit dengan terkekeh kecil)"


mereka semua keluar dari rumah sakit itu dan menuju kesebuah restaurant sesuai janji om hendra tadi yang akan mentraktir, zaka sangat terkejut ketika tau kyara itu adalah keponakan dari pengusaha sukses


"lo tau kan bos gue ngefans banget sama pak hendra (ucap zaka sangat antusias)"


"sssttt, jaga sikap (ucap keenan)"


sesampainya direstaurant itu mereka semua memesan makanan, dan ketika mereka sedang menunggu makanan yang dipesan om hendra membuka obrolan


"gimana perusahaan pak keenan sekarang?"


"seperti yang bapak lihat, alhamdulillah belum ada kendala (ucap keenan sambil tersenyum)"


om hendra menyunggingkan senyuman ke arah keenan

__ADS_1


"berkarir boleh saja, tapi jangan lupa jodohnya ya (om hendra mulai terkekeh kecil)"


"iya pak hendra (keenan tertunduk malu dan melirik kearah kyara)"


"saya cuma bercanda pak keenan"


"sebenernya ada yang mau saya omongin disini, apa pak hendra dan ibu keberatan?"


"oh tentu tidak, silahkan silahkan.. (ucap om hendra)"


"begini pak, bu, saya kan sudah lumayan kenal kyara, jadi saya meminta izin dengan pak hendra dan ibu untuk menjadikan kyara calon istri saya"


om hendra dan tante diana yang mendengar itu langsung mengerenyitkan dahinya tanda bingung, keenan yang melihat ekspresi om dan tante kyara itu jadi merasa takut


"bagaimana bisa pak keenan? padahal sangat banyak perempuan yang naksir sama anda (om hendra masih bingung)"


"memang banyak pak, tapi cuma keponakan bapak yang pas dihati saya"


"kalo saya sih semuanya terserah kyara aja, toh sama orangtuanya juga kyara sudah diperbolehkan menikah setelah wisuda"


"iya, saya juga terserah dengan kyara aja (ucap tante diana dengan senyuman)"


"kyara mau kok om, tante (ucap kyara yang mengagetkan semua yang mendengar)"


"pak keenan denger sendiri kan jawaban kyara? (om hendra langsung tersenyum mendengar jawaban keponakannya itu)"


keenan yang sedari tadi sangat gerogi seketika langsung sangat legah mendengar respon dari pak hendra dan ibu diana


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2