Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
39 ~ Perpisahan


__ADS_3

Keenan dan zaka berjalan kembali keruangannya, sesampainya di ruangan keenan mendudukan diri dan terlihat melamun


"bos, lo kenapa? (tanya zaka)"


"gue ngerasa sedih aja kyara udah selesai magang disini"


"yaelaahhhh.. lo harusnya seneng dong bos kyara udah selesai, dengan begitu kyara bisa cepet wisuda terus nikah sama lo"


"iya sih memang, tapi gue ngerasa baru aja gue dan kyara itu mau deket, eh dia udah mau pergi"


"lo belum tau aja nikmatnya pacaran setelah nikah bos (zaka sambil menggelengkan kepalanya)"


"emang lo tau rasanya?"


"ya nggak tau sih, cuma sering denger aja orang2 bilang gitu"


"hmmmmm"


jam menunjukan pukul 11.30, keenan dan zaka bergegas keluar karna keenan sudah berjanji akan mentraktir kyara dan yang lainnya makan siang, ketika keenan dan zaka keluar dari ruangannya mereka berpapasan dengan shanti dan keenan pura2 tidak melihatnya


"pak keenan (sapa shanti)"


"iya (keenan menjawab dengan dingin)"


"bisa saya bicara sebenetar sama bapak?"


"bicaralah (ucap keenan datar)"


"jangan disini pak, ada pak zaka"


"ya sudah kalo gitu (keenan berjalan meninggalkan shanti)"


ketika keenan akan berjalan tiba2 shanti menarik tangan keenan agar tidak pergi


"jangan pegang saya!!! (bentak keenan)"


"maaf pak (shanti menundukan kepala)"


"kamu inget saya presiden direktur disini? jangan sembarangan kalo dengan saya!"


"kenapa pak keenan selalu kasar sama saya? apa salah saya"

__ADS_1


"karna kamu juga selalu kasar sama orang lain"


"kasar sama orang lain? saya cuma kasar sama orang yang mencoba menggoda bapak kayak si kyara itu!! (shanti meninggikan suaranya)"


"kyara tidak sama sekali menggoda saya!"


keenan dan zaka berlalu pergi meninggalkan shanti yang masih berdiri disana, shanti berdecak kesal ketika melihat keenan pergi meinggalkan dia


"apa sih kelebihannya kyara itu? aarrggghhhh (shanti menggerutu dan pergi dari tempat itu)"


di kantin beberapa karyawan sudah duduk disana termasuk kyara dan heni, keenan dan zaka berjalan menuju tempata kyara dan heni duduk


"kalian sudah lama? (tanya keenan sambil tersenyum)"


"nggak kok pak (kyara membalas senyuman keenan)"


"jadi hari ini acara perpisahan kita dengan mahasiswa magang dari universitas negeri di kota A, untuk siang ini kalian bisa pesan makan sepuasnya dan sesuai dengan selera kalian masing2 untuk masalah biaya semuanya sudah ditanggung pak presdir (ucap zaka mengumumkan didepan para karyawan)"


para karyawan bertepuk tangan sangat gembira ketika zaka mengumumkan itu


"ky... kamu mau pesen apa? (tanya keenan pada kyara yang sudah ada di depannya)"


keenan menyuruh zaka memesan beberapa makanan untuknya dan juga kyara, heni sengaja meninggalkan keenan dan kyara makan dimeja itu berdua dan heni pergi ke dekat rudi pacarnya


"ky, saya perhatiin dari tadi muka kamu sedih terus (tanya keenan)"


"iya pak, saya sedih soalnya hari ini hari terakhir saya magang disini, padahal banyak banget cerita diperusahaan ini"


"nanti kamu kan bakal kesini lagi (keenan mulai menatap wajah kyara)"


"saya boleh kerja disini? (tanya kyara polos)"


"nggak... kamu kesini sebagai nyonya keenan aditya, pemilik perusahaan ini (keenan menepiskan senyuman ke arah kyara)"


kyara yang mendengar ucapan keenan langsung tertunduk malu dengan wajahnya yang merah saat ini, ketika keenan sedang memandangi kyara tiba2 pelayan datang membawakan pesanan mereka


"permisi pak, ini pesanannya (ucap pelayan dengan sopan)"


"oh iyaa terimakasih (ucap keenan)"


"ky.. ayok dimakan dulu, keburu dingin (ajak keenan)"

__ADS_1


"iya pak"


mereka berdua dan yang lainnya mulai menyantap makanan yang sudah tersedia itu, kyara masih merasa sedih karna besok dia harus sudah pulang lagi ke kota A


"ky... saya mau ngomong serius sama kamu (ucap keenan)"


"apa pak?"


"lusa saya ketemu orang tua kamu ya?"


"ha?? (kyara membulatkan matanya)"


"kenapa?"


"secepat itu?"


"kenapa harus lama2?


"i.. iya boleh pak, nanti malem saya bakal telfon ayah sama bunda saya dulu biar mereka bisa bersiap2 (kyara mulai merasa deg degan dengan ucapan keenan itu)"


keenan menganggukan kepala dan tersenyum mendengar ucapan kyara, mereka melanjutkan makan siang itu dan setelah makan siang heni dan kyara pun berpamitan untuk pulang kepada para karyawan disana


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2