
Kyara yang melihat respon om dan tantenya itu begitu senang, zaka dan heni yang melihat pun ikut senang karna hubungan keenan dan kyara mendapat respon positif dari kedua keluarga
"oh iya berarti pak keenan ini harus cepat2 menemui orangtua kyara (ucap om hendra)"
"insyaAllah setelah kyara selesai magang saya akan menemui orangtua kyara pak sekaligus melangsungkan acara pertunangan"
"wah bagus itu, kalo nggak ada halangan nanti kami sekeluarga akan turut hadir, kecuali si radit"
"walaupun radit nggak hadir tapi radit tetep ngasih restu loh (ucap radit melirik kearah papanya)"
setelah makan siang dan berbincang2 merekapun segera pulang, kyara, keenan, heni dan zaka menuju ke kantor, keenan sengaja mengajak mereka ke kantor karna melihat kondisi kyara yang tidak sehat dan juga cuaca diluar sedang hujan deras
"ky, jangan lupa besok ada presentasi (ucap keenan pada kyara)"
"presentasi apa pak?"
"hasil magang kalian, kalian udah mau selesai kan? apa masih mau perpanjang magang 1 bulan? (tanya keenan meledek)"
"kalo kami perpanjang sebulan jadi kapan bapak nemuin orangtua kyara (heni ikut menimpali omongan keenan)"
seketika mereka berempat pun langsung tertawa, sesampainya dikantor mereka langsung masuk menuju keruangan masing2, terlihat didepan ruangan keenan sudah ada shanti yang sedang menununggu
"shanti... (ucap keenan)"
"eh pak keenan, pak zaka)"
"kamu ngapain berdiri didepan ruangan saya? bukannya kamu tau kalo saya lagi keluar? (keenan mengerenyitkan dahinya)"
"eehh anu pak saya lupa kalo bapak lagi keluar"
zaka pun langsung membuka kan pintu ruangan keenan, betapa terkejutnya keenan saat dia melihat dibalik pintu ruangannya terdapat banyak tulisan shanti yang mengutarakan tentang isi hatinya, keenan yang sangat kesal itu langsung menyuruh zaka untuk membuang semua tulisan2 shanti.
ketika zaka akan membuang tulisan2 itu keluar, zaka berpapasan dengan anggi dan menanyakan apa yang dibawa zaka, dan zaka memberitahu anggi tentang tulisan shanti itu
__ADS_1
ยคยคยค
keesokan paginya seperti biasa heni dan kyara sudah berjalan kaki menuju kantor, sesampainya diruangan anggi langsung menghampiri kyara dan heni
"eh eh kalian mau tau gosip kemaren nggak? (tanya anggi)"
"apa apa?? (tanya heni penuh antusias)"
"kemaren si shanti ngirim surat cinta ke pak keenan"
"mbak anggi kata siapa? (tanya kyara)"
"kata zaka, zaka kemaren yang disuruh pak keenan buat ngebuang surat2 itu"
kyara sangat jengkel mendengar cerita dari anggi, rasanya ingin sekali dia melabrak shanti dan mengacak2 rambutnya
"dasar nggak tau malu!!! (gerutu kyara dalam hati)"
kyara dan heni memasuki ruang seminar, mereka bergantian berpresentasi didalam ruangan itu, para karyawan dan mahasiswa magang yang menonton mereka presentasi sangat takjub dengan penyampaian2 mereka
keenan yang tak lepas memperhatikan kyara yang sedang presentasi tiba2 saja tanpa sadar tersenyum dan itu seketika membuat wajah kyara sangat merah
"baiklah semuanya ada pertanyaan? (tanya kyara sesudah presentasi)"
keenan mengangkat tangan dan mulai bertanya pada kyara tentang kebenaran data itu, setelah dengan kyara dijawab keenan masih terus bertanya hingga 4 kali pertanyaan dan itu membuat kyara kesal.
setelah selesai presentasi kyara dan heni menuju ke kantin untuk membeli es cappuccino karna saat diruang presentasi tadi rasanya tenggorokan mereka sangat kering, tiba2 keenan menghampiri mereka berdua
"selamat yaaa (ucap keenan)"
"eehhh kyara, kayaknya tadi gue dipanggil mbak anggi dan mbak dina deh"
heni langsung meninggalkan kyara dan keenan dikantin
__ADS_1
"ciiieee yang abis dapet surat cinta dari shanti (ucap kyara sinis)"
"kamu tau dari mana? (tanya keenan heran)"
"udah kesebar dikantor ini"
"tapi kan saya nggak pernah nanggepin dia"
"pak, dia masih sebulan lagi magang disini, dan saya udah selesai sekarang, jadi saya harap pak keenan bisa jaga kepercayaan saya"
"kamu cemburu? (keenan menaikan satu alisnya)"
"nggak, biasa aja.. kalo bapak macem2 ya udah berarti Tuhan ngasih tau kalo bapak itu nggak baik (ucap kyara penuh penekanan)"
"kamu tenang aja ky, saya ini orang yang paling menjunjung tinggi harga diri"
kyara yang mendengar keenan berkata seperti itu langsung terkekeh kecil begitupun dengan keenan, hari itu dikantin sedang sepi, kyara dan keenan bisa leluasa mengobrol dikantin tanpa ada para karyawan lain yang melihat
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
buat semuanya yang udah baca terimakasih ya, dan yang udah like makasih banget, kalian harus tau.. ketika kalian like rasanya pegel nulis itu seketika hilang ๐๐๐