Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
57 ~ Virus Bucin


__ADS_3

Setelah mengerjakan tugas2 kantornya itu keenan segera mematikan laptopnya dan mengambil ponsel miliknya yang berada dikantong jas, sedangkan zaka masih mengoreksi laporan2 data anak magang yang sebentar lagi akan selesai, keenan memainkan ponselnya mencari kontak nama kyara dan segera menelponnya


"hallo sayang... (sapa keenan pada kyara ketika panggilan itu sudah tersambung)"


"kamu udah makan?"


"hehehe kamu kangen ya sama aku"


keenan terlihat sangat asik mengobrol dengan kyara lewat telfon sampai ia lupa bahwa di dalam ruangan itu masih ada zaka


"iya sayang nanti malem kita makan malem di luar ya"


"iya aku kangen banget sama kamu"


zaka yang mendengar bosnya bertelfonan seperti anak remaja yang baru kasmaran itu merasa sangat geli, sosok keenan yang sangat berwibawa di depan para karyawannya sangat tidak sesuai ketika sedang bersama istrinya.


tiba2 zaka izin keluar dari ruangan itu sambil membawa berkas laporan anak2 magang, zaka menuju keruangan anggi dan dina, tanpa mengetuk pintu zaka langsung masuk dan duduk dihadapan anggi


"loh kamu ngapain tiba2 kesini? (tanya anggi heran)"


"stres gue seruangan sama pengantin baru (ucap zaka sambil memijat pelipisnya)"


"maksudnya?"


"itu tuh sepupu lo, heran gue.. sengaja kayaknya biar gue pengen nikah (gerutu zaka)"


"hahahahaha, makanya dong cepetan halalin anggi (ledek dina ikut menimbrung)"


"ah lo ikut2 aja nimbrung (ketus zaka)"


"ya namanya juga pengantin baru, mereka juga kan nggak pacaran, jadi baru ngerasain pacaran pas udah nikah ini, wajar dong kalo agak bucin (terang anggi)"


"ya tapi kan----"


"udah2 ah biarin aja"


zaka berdecak kesal ketika anggi memotong pembicaraannya, zaka melanjutkan mengoreksi laporan2 anak magang dan tak lama itu rudi datang dengan wajah yang sangat lusuh


"kenapa lo? (tanya zaka melirik rudi)"


"abis diputusin sama heni (saut rudi sambil mendudukan tubuhnya di kursi)"


"lah kok bisa?"


"nggak tau, udah ah pusing gue"


rudi berlalu keluar dari ruangan itu sambil mengacak2 rambutnya


"itu anak kenapa sih? (tanya dina)"


"biarin aja dulu, mungkin masih galau (ucap anggi)"


"heran gue hari ini tuh banyak orang aneh, ada yang galau, ada yang bucin (ucap zaka memperhatikan rudi yang baru saja keluar)"

__ADS_1


"hahahahh, eh ka jadi kapan lo ngelamar anggi? (tanya dina meledek)"


"oh iya lusa gue nemuin orangtua lo nggi, kalo orangtua lo ngasih restu gue ada nazar bakal ngajak kalian semua jalan2 ke villa milik kakek gue"


"serius?????? (tanya dina)"


zaka menganggukan kepala dan melirik ke arah anggi sedangkan dina bertepuk tangan kegirangan mendengar ucapan zaka, anggi yang mendengar ucapan zaka itu wajahnya langsung memerah tapi wajah anggi kelihatan sangat takut


"kenapa nggi? (tanya dina)"


"kamu yakin ka? (tanya anggi pada zaka)"


"iya gue yakin, kenapa emang? (tanya zaka)"


"tapi papa aku galak"


"tenang aja, gue ngajak keenan kesana"


"kok malah ngajak keenan sih? (anggi mendengus kesal)"


"ya biar papa lo nggak marahin gue"


"kalo gitu berarti kamu nggak gentle dong, kamu masih bawa kawan"


"nggi... jangan marah dulu (zaka merasa tidak enak pada anggi)"


"ah itu berarti kamu nggak serius sama aku"


"duuhhh kok malah ribut sih (ucap dina menengahkan mereka)"


"dia itu din, jadi cowok nggak gentle (gerutu anggi)"


"ya gimana din, masa gue sendirian, bahaya dong (ucap zaka tak mau kalah)"


"udah udah apaan sih gitu aja ribut, lagian biarin aja pak keenan dateng, anggep aja pak keenan dateng itu silaturahmi ketempat paman dan bibinya (ucap dina)"


anggi dan zaka yang mendengar ucapan dina itu langsung terdiam


"ya udah.. (jawab anggi sambil cemberut)"


"nah gitu dong, kan beres masalah (ucap zaka sambil menaikan kedua alisnya)"


¤¤¤


Jam sudah menunjukan waktu istirahat, zaka, anggi, dan dina berjalan menuju ke kantin perusahaan itu yang berada di lantai bawah, dilihatnya di kantin itu sudah ada keenan, ridwan dan juga rudi yang sedang menunggu pesanan makanannya datang, mereka bertiga segera menuju kemeja itu


"ini lagi mau makan sayang, kamu udah makan?"


"kamu makan dong nanti sakit"


anggi dan dina yang melihat bosnya itu sedang telfonan dengan istrinya langsung membelalakan kedua bola matanya, mereka baru percaya dengan omongan zaka tadi


"gue nggak nyangka bos keenan sebucin ini (ucap dina menggelengkan kepalanya)"

__ADS_1


"sssttt.... (anggi mencoba memberi isyarat untuk diam)"


"sejak kapan nih begini? (tanya zaka pada ridwan dan rudi sambil berbisik)"


"sejak tadi, gue sama rudi jadi obat nyamuk aja (jawab ridwan dan langsung meminum es tehnya)"


disisi lain zaka melihat rudi yang masih memasang wajah murungnya itu, zaka langsung menghampiri rudi dan menepuk bahunya


"ya elah rud, cewek nggak cuma heni doang (ucap zaka santai)"


rudi yang mendengar ucapan zaka itu masih terus melamun..


"apa sayang? oh heni mau ngelamar kerja disini, ya udah masukin aja lamarannya (ucap keenan yang masih terus bertelfonan dengan istrinya)"


ketika rudi mendengar keenan menyebut nama heni sontak rudi langsung bertanya2 dan sangat penasaran apa yang dibicarak keenan dan kyara, rudi masih terus menunggu keenan mengakhiri panggilannya pada kyara, tak lama itu makanan mereka datang dan keenan segera mengakhiri panggilan dengan istrinya itu


"kenapa heni bang? (tanya rudi penasaran)"


"oh itu... si heni mau ngelamar kerja disini"


"terus abang terima nggak?"


"ya liat nanti, kenapa memang?"


"nggak kok (rudi langsung menunduk mendengar jawaban dari keenan)"


"oh iya ka lusa jadi kan? (tanya keenan pada zaka)"


"jadi bos, jadi dong (ucap zaka dengan semangat)"


"bos kata pak zaka kalo dia dapet restu dari orangtuanya anggi kita semua bakal diajak liburan ke villa milik kakeknya (ucap dina penuh antusias)"


"oh ya? waahhh kyara pasti seneng dengernya"


mereka melanjutkan makan siang mereka dan ketika sudah selesai mereka kembali keruangan mereka masing2


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2