
Keenan membaringkan diri di samping istrinya itu dan memijat dahinya dengan pelan, lalu ia kembali mengaktifkan lagi ponsel yang sempat ia non aktifkan tadi, keenan mencoba menghubungi zaka dan zaka sudah mengangkat telfon dari bosnya itu
"hallo... (ucap zaka dengan suara serak khas orang baru bangun tidur)"
"lo udah tidur ka?"
"udah bos, kenapa malem2 gini nelpon? bukannya lo tadi yang nyuruh gue jangan ganggu lo?"
"gara2 lo ini, kyara udah tidur duluan"
"kok gara2 gue?"
"aahh panjang ceritanya"
"oohhh lo batal malem pertama ya? (tanya zaka meledek keenan)"
"nggak tau ah"
"hahahahha (zaka tertawa terbahak2 mendengar ucapan bosnya itu)"
cukup lama mereka berbincang2 ditelfon dan keenan mengakhiri panggilannya itu, keenan mencoba memejamkan matanya tapi keenan masih tetap terjaga, keenan menghadap ke arah kyara dan mencoba memeluk istrinya itu dari belakang dan tiba2 kyara terkejut dan terbangun ketika keenan mencoba memeluknya dari belakang
"aaaaarrghh... (pekik kyara)"
"kamu kenapa? (tanya keenan heran)"
"ya ampun, maaf maaf kak aku lupa"
"lupa? lupa apa?"
"aku lupa kalo kamu juga ada di kamar ini"
"kamu lupa kalo kita udah nikah?"
kyara menganggukan kepala mendengar ucapan keenan, keenan pun tersenyum melihat tingkah imut istrinya itu
"sekarang kamu harus terbiasa buat berbagi ranjang sama aku (ucap keenan mengelus rambut kyara)"
"kakak kenapa belum tidur? ini kan udah jam 12 malem"
"aku nggak bisa tidur ky"
"kenapa? apa kakak nggak biasa ya tidur sama orang lain?"
__ADS_1
"ya nggak lah sayang, emang dasar akunya aja belum ngantuk"
"oohhh gitu, ya udah aku tidur lagi ya"
kyara mencoba memejamkan matanya lagi, sekitar 10 menit berlalu kyara masih nampak tak tenang karna ternyata kyara tidak bisa tertidur lagi
"kamu belum tidur ky? (tanya keenan sambil memainkan game di ponselnya)"
"aku nggak bisa tidur lagi (kyara mendudukan badannya)"
keenan yang melihat istrinya itu sudah terduduk langsung meletakan handphone itu di meja sebelah tempat tidur dan ikut duduk di samping kyara, keenan memegang pundak istrinya itu sambil tersenyum2 malu
"kamu kenapa? (tanya kyara heran)"
"nggak.... (keenan masih terus memandangi kyara)"
"tadi kamu telfonan sama siapa?"
"sama zaka"
keenan memeluk kyara dari belakang dan membuat kyara sangat terkejut, kyara mencoba melepaskan tangan keenan yang semakin erat memeluknya tapi sia2 karna tenaga keenan lebih kuat, keenan melepaskan pelukan dari tubuh istrinya itu dan langsung membuka kaos yang ia pakai
"ka.. kamu kenapa malah buka baju sih? (tanya kyara dengan nafas yang mulai berat)"
"memang kenapa? salah? (tanya keenan dan kembali memeluk kyara dari belakang)"
"ky... kita ini udah jadi suami istri, tubuh ini punya kamu juga, dan tubuh kamu punya aku juga"
wajah kyara semakin memerah saat keenan berucap seperti itu, seketika keringat kyara sudah bercucuran di dahinya padahal ruangan di dalam itu sudah cukup dingin berAC
"ky, kalo aku lanjut yang ketunda tadi boleh? (tanya keenan menatap lembut mata kyara)"
kyara masih terdiam dan terus memandang ke arah keenan, kyara sangat syok ketika keenan berucap seperti itu, sesungguhnya kyara belum siap untuk melakukan hal itu dan ia benar2 bahagia ketika tadi keenan mendapatkan panggilan dari zaka dan itu ia manfaatkan untuk segera tidur
"ya Tuhan, kenapa juga sih harus kebangun dan nggak bisa tidur lagi (gerutu kyara dalam hati)"
"kok diem? (tanya keenan)"
"a.. aku, sebenernya aku belum siap, cuma kalo kamu maksa ya udah (kyara masih sangat gerogi)"
"maksa? aku nggak maksa, kalo kamu belum siap nggak masalah kok"
keenan melepas pelukannya dari kyara dan mengenakan kembali kaos yang ia lepas tadi, keenan merebahkan kembali tubuhnya dan mencoba memejamkan matanya dan tiba2
__ADS_1
"kak keenan... kamu marah? (tanya kyara dengan raut penyesalan)"
"nggak, kenapa marah"
"kamu marah karna aku belum siap?"
"nggak sayang, sini... (keenan menarik lengan kyara untuk menyuruhnya tidur kembali)"
"kalo memang kamu mau, lakuin aja sekarang, karna dalem agama juga kan dosa nolak ajakan suami"
"aku nggak mau maksa kamu ky, aku mau ngelakuinnya kalo kamu bener2 siap"
"tapi aku siap kok (ucap kyara berusaha meyakinkan keenan, kyara tak mau keenan kecewa di malam pertamanya itu)"
"kamu yakin?"
"iya aku yakin (kyara menganggukan kepala)"
lama keenan memandangi kedua bola mata kyara, keenan mencoba menindih sedikit tubuh istrinya itu dan mencium kening kyara
"tidurlah, ini udah malem... (keenan tersenyum menatap kyara)"
"tapi kak... "
"sayang, aku udah mulai ngantuk, waktu kita masih panjang"
keenan mengambil selimut dan menyelimuti tubuhnya dan tubuh istrinya, keenan tidur dengan memeluk kyara dari belakang.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
buat2 kakak yang sudah sabar nunggu up setiap episodenya makasih banyak 😍😍😍 dan maaf untuk kakak2 yang selalu bilang kok upnya dikit banget hehehe... percayalah, kadang kita itu suka kehabisan inspirasi kak, kalo mau asal nulis takutnya ceritanya jadi nggak nyambung hehehe, sekali lagi maaf untuk kakak2 kesayangan aku 😍😍😍