
Para tamu undangan makin ramai yang berdatangan ke rumah keluarga kyara, kyara dan keenan masih tak percaya bahwa mereka sekarang adalah sepasang suami istri yang sedang bersanding berdua di pelaminan
"jangan gerogi gitu dong, aku jadi ikut gerogi (ucap kyara yang duduk di samping keenan)"
"gimana nggak gerogi, para tamu undangan mandang ke kita semua"
di sudut lain ternyata shanti memandangi mereka dengan raut wajah tidak suka, sangat tergambar dengan jelas ketika para karyawan dan mahasiswa magang yang lain sedang bernyanyi bersama di panggung tetapi shanti hanya duduk saja tanpa makan ataupun minum, tiba2 saja zaka menghampiri shanti yang sedang duduk sendirian
"nggak ikutan nyanyi? (tanya zaka)"
"ngapain nyanyi2 (jawab shanti ketus)"
"hahahahha lo galau?"
"kenapa harus galau? bukannya setiap orang emang udah ada jodohnya masing2? (ucap shanti)"
"waawwww, tumben nih.... (ucap zaka sambil bertepuk tangan)"
shanti melangkahkan kakinya menuju pelaminan tempat kyara dan keenan berada, kyara yang sangat kaget melihat shanti berjalan sendirian menuju tempat duduk ia dan keenan pun langsung mengerenyitkan dahinya, dan tiba2
"selamat... (ucap shanti sambil mengulurkan tangannya)"
"terimakasih (ucap kyara dengan senyuman)"
"pak keenan selamat (ucap shanti)"
"terimakasih shanti, silahkan kamu gabung dulu dengan yang lain untuk menikmati makanan"
"nggak usah, saya nggak laper"
seketika shanti langsung turun dari atas pelaminan dan kembali duduk ke tempatnya, dari kejauhan shanti melihat sesosok laki2 yang pernah ia lihat waktu di lapangan bersama kyara, laki2 itu tak lain radit.
radit yang sedang duduk sendirian sambil menyantap makanannya itu tersadar bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya makan, tiba2 shanti menghampiri radit
__ADS_1
"hey... (ucap shanti)"
"siapa ya? (tanya radit)"
"lo mantannya kyara kan?"
"mantan?"
"iya, lo kan yang waktu itu nyamperin kyara ke lapangan?"
"iya memang, tapi gue bukan mantannya (radit mengerenyitkan dahinya)"
"terus lo siapanya kyara?"
"gue sepupunya"
shanti yang mendengar ucapan radit itu sangat terkejut karna ia sudah salah faham dengan orang lain, shanti sangat malu dan berlalu pergi, ketika shanti akan pergi tiba2 radit memanggilnya kembali.
"tunggu... (ucap radit)"
"jangan ganggu hubungan kyara sama suaminya"
shanti menganggukan kepala dan berlalu pergi meninggalkan radit.
para karyawan dan mahasiswa magang yang baru selesai bernyanyi itu pun langsung menghampiri kyara dan keenan yang sedang berada di atas pelaminan untuk memberikan ucapan kepada bos dan juga istrinya itu
"bos... selamat bos!!!! (ucap zaka antusias)"
"terimakasih ya kalian semua udah mau dateng (ucap keenan)"
anggi, dina, dan heni menghampiri kyara yang sangat terlihat cantik itu, mereka segera berfoto2 di atas pelaminan
"ky, cepet kasih kami keponakan ya (ucap mbak dina)"
__ADS_1
kyara dan keenan yang mendengar ucapan dina tersebut wajahnya langsung memerah dan malu karna dina berbicara seperti itu di depan orang ramai, para karyawan yang lain hanya bisa meledek saat dina berkata seperti itu
"iya pak keenan, cepet kasih kami keponakan yang lucu2 (ucap salah satu karyawan)"
"kalo saya sih oke aja, tapi nanti di omongin sama istri saya dulu (ucap keenan santai)"
kyara langsung melotot ke arah keenan saat suaminya itu berbicara seperti itu, kyara sangat malu karna pasti ia dan keenan bakal jadi bahan pembicaraan di kantor
"kenapa harus di rundingin lagi sih bos, langsung aja gaasss (ucap ridwan)"
"kalian udah pada makan? silahkan makan dulu aja nanti makanannya keburu dingin loh (ucap kyara mengalihkan ucapan ridwan tadi)"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
sebelumnya author minta maaf banget karna akhir2 ini upnya lama dan sedikit2, karna author juga punya tugas yang banyak banget dan tugasnya itu deadline, jadi author minta sedikit pengertiannya ya temen2 😍😍😍