Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
60 ~ Bertemu Orangtua Anggi


__ADS_3

Rudi yang melihat heni sudah berada di depan pintu itu langsung menghampirinya


"heni... (sapa rudi)"


"ngapain kamu disini? (tanya heni sambil menundukan kepala)"


"aku sengaja mau ketemu kamu"


"ada apa lagi? kita udah nggak ada hubungan apa2"


"tapi aku butuh penjelasan hen"


"penjelasan apa lagi?"


"kenapa kamu mutusin aku tiba2?"


"ya karna aku fikir kita tuh memang nggak cocok, jadi mending jalanin masing2 aja"


"nggak mungkin, alesan kamu itu nggak masuk akal"


heni yang sedang berbicara dengan rudi itu sebisa mungkin menahan air matanya agar tidak menetes, ia tak ingin rudi tau bahwa saat ini ia sedang rapuh.


dibalik jendela keenan dan kyara sedang melihat rudi dan heni


"kasian ya heni (ucap kyara)"


"iyaa, aku nggak nyangka ternyata tante beneran mau jodohin rudi (saut keenan)"


"jadi itu beneran?"


"di keluarga besar kami rata2 nikah karna perjodohan ky"


"terus kamu?"


"kamu nggak inget waktu itu mama sama kak alya bilang mau jodohin aku? untungnya mereka mau jodohin aku sama kamu (ucap keenan sambil membelai kepala kyara)"


"eh jadi pak zaka gimana sama mbak anggi?"


"itu dia makanya zaka minta kita buat nemenin dia malem ini"


"terus kamu mau?"


"liat nanti aja deh"


keenan yang melihat heni dan rudi semakin memanas itu langsung keluar dan menghampiri mereka berdua


"kalian ini hari udah mau maghrib masih aja berantem diluar, masuk!!! (ucap keenan dengan sedikiti bentakan)"


heni segera masuk menghampiri kyara sedangkan rudi masih tetap berdiam diri di depan pintu rumah keenan


"rudi kamu masuk!!! (ucap keenan)"


"heni masih marah sama aku bang"


"masuk dulu hari udah mau malem, mandi dan pake aja baju abang dulu"


rudi menganggukan kepala dan segera masuk kedalam rumah keenan, kyara yang melihat rudi sudah masuk ke dalam rumahnya hanya bisa bersikap netral tidak membela heni dan tidak membela rudi


"itu baju kak keenan udah aku siapin dikamar tamu, kamu pake aja (ucap kyara)"


"iya ky, makasih"


rudi berjalan menuju kamar tamu rumah itu, sedangkan heni berada dikamar yang satunya lagi, setelah mereka selesai mandi dan sholat maghrib keenan mengumpulkan mereka berdua


"kalian duduk (ucap keenan)"


"saya tau kalian itu sebenernya masih sama2 saling cinta, saya tau itu (ucap keenan)"


heni dan rudi yang mendengar ucapan keenan itu hanya bisa menunduk bahkan heni sudah meneteskan air matanya


"kalo dia cinta dia nggak mungkin mutusin aku (ucap rudi)"


"dia nggak bakal mutusin kamu kalo kamu bisa perjuangin dia didepan mami kamu (saut keenan)"


"maksud abang?"


"kamu udah gede rud, nggak mungkin abang jelasin satu satu"


rudi mencoba mencerna ucapan keenan dan rudi langsung mengerti apa arti dari kata2 keenan barusan, wajah rudi terlihat merah seakan2 menahan amarahnya, rudi mengepalkan kedua tangannya dan hendak pergi dari rumah itu


"mau kemana kamu? (tanya keenan)"


"mau nemuin mami (ucap rudi singkat)"


"besok aja, kamu itu masih emosi.. malem ini ikut abang"


"kemana?"


"ikut aja"

__ADS_1


rudi menganggukan kepalanya dan kembali ke tempat duduknya lagi, rudi terus memandangi heni yang sedang menangis dipelukan kyara


"hen... (ucap rudi lembut)"


heni yang mendengar rudi memanggil itu tidak menanggapinya, keenan menyuruh mereka semua untuk bersiap2 karna ia akan mengajak mereka untuk makan malam diluar, sesampainya ditempat makan mereka langsung memesan makanan mereka, terlihat ada rasa canggung antara heni dan rudi yang membuat kyara dan keenan bingung harus membuka obrolan


"udah jam 8, kita nggak jadi kerumah mbak anggi? (tanya kyara)"


"jadi sayang, tapi nanti yaaa (saut keenan)"


"loh kenapa? bukannya pak zaka minta kamu temenin dia?"


"yang mau ngelamar anggi itu zaka, jadi ya biarin dia dulu aja sendirian yang ketemu paman"


kyara hanya mengangguk mendengar ucapan suaminya itu


¤¤¤


disisi lain zaka mencoba menghubungi keenan karna zaka sudah ada didepan rumah anggi tetapi ia tidak berani turun dari mobil karna keenan belum datang


"hallo bos dimana? (tanya zaka)"


"duuhhh ka, bentar ya gue lagi dirumah ini lagi tanggung (jawab keenan)"


"astagaaa bos, nanti kan bisa, gue udah didepan pager rumah anggi nih"


"ya udah lo masuk aja duluan nanti gue nyusul"


"gila lo ya? kalo gue diusir bapaknya anggi gimana?"


"bilang aja lo temen gue"


keenan segera mematikan handphonenya itu dan melanjutkan makan malamnya, zaka sangat kesal karna keenan memutuskan panggilannya, tak lama itu tiba2 ada yang mengetuk kaca mobil zaka


tok tok tok...


zaka sangat terkejut ternyata yang mengetuk kaca mobilnya ialah papa anggi, zaka membuka kaca mobilnya dan menyapa papa anggi


"selamat malam om (sapa zaka sopan)"


"siapa kamu?"


"saya temen keenan om"


"temen keenan? kamu salah rumah kalo kesini mau cari keenan"


"bu.. bukan mau cari keenan om, saya mau cari om"


"iya om, tapi saya memang mau ketemu om, keenan juga mau kesini tapi dia lagi dijalan"


"oh gitu, ya udah masuk dulu"


zaka memarkirkan mobilnya masuk kedalam halaman rumah anggi, anggi yang menyadari kedatangan zaka hanya bisa mengintip dari balik jendela kamarnya, anggi sangat takut kalau saja papanya itu memarahi zaka ketika zaka membicarakan niatnya


"kamu 1 kantor sama keenan?"


"iya om, saya sekretaris sekaligus sahabatnya keenan"


"oh gitu, berarti 1 kantor juga sama anak saya anggi?


"iya om"


"usia kamu berapa?"


"28 tahun om, sama kayak keenan"


"sama? berarti kamu juga udah menikah?"


"oohhh kalo itu nggak sama om, saya belum menikah"


"oh gitu, udah ada calon?"


"udah om, tinggal lamar aja (ucap zaka malu2)"


"mudah2an dilancarkan ya (ucap papa anggi sambil menepuk pundak zaka)"


"kalo kamu 1 kantor sama anggi berarti kamu tau dong pacar anggi? katanya sih 1 kantor juga"


"ke.. kenapa memang om? (tanya zaka ragu)"


"saya itu cuma nunggu keseriusan dia, saya paling nggak suka anak saya diajak pacaran lama2"


zaka langsung membelalakan matanya ketika mendengar ucapan dari papa anggi


"anggi itu umurnya udah 26 tahun, udah cukup matang buat menikah"


"memangnya kalo pacar anggi dateng buat ngelamar pasti om terima? (tanya zaka ragu)"


"asal dia serius dan mau tanggung jawab pasti saya terima"

__ADS_1


zaka menarik nafas dalam2 ketika sudah mendapatkan lampu hijau dari papa anggi, zaka sangat bingung untuk memulai pembicaraannya


"kok diem? (tanya papa anggi)"


"eehh anu om, tapi om jangan kaget ya, apa lagi marah"


"hahaha, kamu ini lucu banget, kenapa harus marah? jangan2 kamu ini maling ya?"


"bu.. bukan dong om, masa ada maling seganteng saya"


"hahah bisa aja kamu, memang kenapa?"


"sebenernya.... saya ini pacar anggi om (ucap zaka dan langsung menutup mulutnya)"


"oohhh jadi ini pacar anggi"


perasaan zaka jadi tidak karuan ketika sudah berbicara jujur pada papa anggi


"terus kenapa kesini nyari keenan?"


"saya kan tadi udah bilang om saya temen keenan tapi mau nyari om"


"jadi ngapain nyari saya?"


"anu om anu... "


"anu anu, anu apa?"


"saya kesini mau ngelamar anggi ke om"


"ngelamar anggi? emangnya anggi udah mau sama kamu?"


zaka semakin melebarkan matanya ketika mendengar pertanyaan dari papa anggi, bagai diterkam macan rasanya zaka sudah tak bisa lagi berkata2


"saya cuma becanda, sebenernya saya udah tau cerita kamu dari anggi (papa anggi terkekeh)"


"hehe ternyata om suka juga ya bercanda"


"jadi beneran kamu mau serius sama anggi?"


"beneran om saya serius, saya janji bakal terus jagain anak om, saya janji bakal memenuhi kebutuhan anggi lahir batin om"


"ya ya ya... saya seneng dengernya, saya harap kamu bisa tepati janji kamu, nggak usah khawatir, saya udah ngerestui hubungan kalian"


"yang bener om???? (tanya zaka memastikan)"


"iya (papa anggi mengangguk pelan ke arah zaka)"


"alhamdulillah makasih om (zaka mencium tangan papa anggi)"


di depan pagar ternyata keenan, kyara, heni dan rudi sudah lama melihat adegan itu tapi mereka sengaja tidak masuk karna ingin membiarkan zaka sendiri yang berbicara kepada papa anggi, ketika dilihatnya kondisi sudah aman mereka berempat segera masuk menghampiri papa anggi dan zaka


"ciiyeeeeee (ledek keenan pada zaka)"


anggi yang melihat kehadiran para teman2nya itupun segera keluar dari kamarnya


"nah ini temen2mu baru pada datang (ucap papa anggi)"


mereka semua bersalaman dan mencium tangan papa anggi


"jadi gimana om? acc kan? (tanya keenan)"


"sudah acc, tinggal acara lamarannya aja"


"asiikk, jadi nih kita jalan2?(ledek kyara)"


"waahh jadi dong, kabarin gih cepetan dina sama ridwan (ucap zaka)"


"bos, bulan ini tolong gaji gue di double dulu ya, kan gue mau traktir kalian (ucap zaka)"


"yaelaahh, itu mah sama aja bohong (ucap keenan)"


mereka semua tertawa mendengar ucapan keenan dan zaka, mereka lumayan lama berbincang2 bersama dan akhirnya keenan, kyara, rudi, heni dan zaka berpamitan pulang dengan keluarga anggi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2