
Zaka mengetuk pintu ruangan bosnya itu untuk memberi kabar kalau sore ini mereka akan segera pergi ke villa milik keluarga zaka
tok tok tok
"masuk... (ucap keenan)"
"eh iya gue lupa ada kyara, pantesan bos betah di dalem ruangannya (ucap zaka sambil menyeringai)"
kyara yang mendengar ucapan zaka itu hanya tersenyum dibuatnya
"ada apa ka? (tanya keenan)"
"ini bos mau ngasih tau nanti sore kita jadi ya berangkatnya"
"waahh sore ini? beneran pak zaka? (tanya kyara)"
"yaelah ky, lo ini bukan mahasiswa magang lagi disini, jangan panggil gue bapak lagi (saut zaka)"
"sorry sorry udah kebiasaan hehehe"
"ya udah kita nanti pulang agak cepet aja, soalnya kita belum kemas2 barang kan? (ucap keenan dan langsung melingkarkan tangannya dipinggang kyara)"
"nah kalo itu setuju gue heheh (ucap zaka)"
zaka berlalu keluar dari ruangan keenan meninggalkan kyara dan keenan yang masih asik berbincang2 itu.
ยคยคยค
waktu menunjukan pukul 2 siang, kyara dan keenan pergi meninggalkan ruangan itu menuju ke rumah mereka untuk mengemasi barang2 bawaan yang akan mereka bawa nanti sore.
sesampainya dirumah kyara segera mengambil koper menyiapkan perlengkapan miliknya dan milik suaminya itu
"sayang kamu bawa ini yaa... (ucap zaka sambil mengeluarkan salah satu kado pernikahan mereka dari heni, anggi, dan dina)"
"ha?????"
__ADS_1
kyara terkejut ketika keenan menemukan lingerie berwarna merah dilemari pakaian itu, padahal kyara sudah berusaha untuk menyembunyikan baju tipis itu dilipatan pakaian yang paling bawah
"ka.. kamu dapet dari mana? (tanya kyara ragu)"
"semalem pas aku lagi nyari2 kaos kesukaan aku nggak sengaja nemu ini (ucap keenan sambil mengangkat lingerie itu)"
"tapi sayang... ini tu tipis banget, nanti aku masuk angin gimana?"
kyara mencoba merayu keenan agar keenan tidak memaksa untuk membawa baju yang sangat tipis itu
"nggak bakal kedinginan, dijamin (ucap keenan dan segera memasukannya ke dalam koper)"
kyara hanya bisa mendengus pasrah melihat tingkah suaminya itu, setelah selesai berkemas2 keenan dan kyara merebahkan sebentar tubuh mereka di atas ranjang.
telfon kyara berdering menandakan ada panggilan masuk dari heni
"halloo.. (sapa kyara)"
"hallo ky, gue kayaknya nggak bisa ikut deh jalan2 hari ini (ucap heni)"
"kerjaan gue masih banyak banget ky, gue juga nggak dapet izin dari pak adnan soalnya kan ini hari pertama gue masuk kerja (terang heni panjang lebar)"
"hmmm gitu ya, gue nanti coba bilang ke kak keenan dulu ya"
"iya ky"
heni segera mengakhiri panggilan telfonnya pada kyara, keenan yang sedari tadi memperhatikan raut wajah istrinya itu agak sedikit murung mulai bertanya2
"kenapa? (tanya keenan heran)"
"heni nggak ikut jalan2"
"loh memangnya kenapa?"
"dia nggak dapet izin dari atasannya soalnya ini kan hari pertama dia masuk kerja"
__ADS_1
keenan mendengus mendengar ucapan dari istrinya itu, keenan segera mengambil ponsel miliknya dan mencoba menghubungi pak adnan
"hallo selamat sore pak keenan (sapa suara diseberang sana)"
"sore pak adnan, saya minta tolong kasih izin dulu untuk karyawan baru yang namanya heni untuk pulang sekarang, karna ada sesuatu yang mendesak"
"oh iya iya, baik pak nanti saya bakal bicara sama heni untuk ngasih dia izin"
"terimakasih pak adnan"
keenan menutup telfonnya dan menatap kyara, kyara sedari tadi sudah mendengar percakapan antara keenan dan bawahannya itu
"beres kan? (ucap keenan pada kyara)"
"makasih sayang... (kyara memeluk tubuh keenan)"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
hari ini bakal upload 2 episode ya kakak, harap sabar menunggu ๐๐๐
__ADS_1