
Keenan mencoba mengatur nafasnya yang mulai tak karuan karna melihat istrinya itu yang sangat cantik tanpa menggunakan jilbabnya
"ky, pokoknya kalo di luar harus pake ini terus ya (ucap keenan sambil memegang jilbab kyara yang baru saja ia buka)"
kyara yang mendengar suaminya berbicara seperti itu langsung mengerenyitkan dahinya tanda heran
"iyalah kak, itu kan kewajiban (ucap kyara)"
"ya selain kewajiban juga aku nggak mau orang lain tau kalo ternyata kamu punya kecantikan yang luar biasa"
"kak keenan apaan sih (kyara menunduk malu)"
"ky, udah sholat isya?"
"udah, kakak udah?"
"belum, aku sholat dulu ya, kamu jangan kemana2"
kyara terkekeh mendengar ucapan keenan yang berbicara kalau ia tak boleh kemana2
"emang lagian mau kemana juga, ini kan udah malem (ucap kyara dalam hati)"
setelah keenan menunaikan sholat isya keenan kembali menghampiri istrinya itu, keenan melanjutkan untuk memandangi kyara yang menurutnya tidak bosan2 untuk di pandang.
"ky... (keenan mencoba memegang tangan kyara)"
"i.. iya kak? (jawab kyara ragu)"
"terimakasih ya udah mau jadi istri aku"
"aku juga terimakasih ke kakak udah mau nerima aku apa adanya"
mereka tersenyum dan saling pandang satu sama lain, tiba2 keenan mendekatkan tubuhnya ke dekat kyara, kyara yang menyadari itu mencoba menggeser duduknya menjauh dari keenan
"kamu kenapa? (tanya keenan heran)"
"aku maluuuu... "
"ya ampun sayang, kita ini udah halal loh, aku pegang tangan kamu kayak gini aja dapet pahala"
"ta.. tapi kalo tiba2 ada yang masuk gimana? (tanya kyara polos)"
keenan membulatkan matanya mendengar ucapan kyara dan sontak itu membuat keenan tertawa terbahak2
"kok kak keenan malah ketawa sih? (kyara memasang wajah yang mulai kesal)"
__ADS_1
"jangan ngambek dong sayang, ya lagian kamu ada2 aja mana ada yang berani ganggu malam pertamanya pengantin baru (keenan mulai membelai wajah mulus kyara)"
kyara yang mendapat perlakuan itu dari keenan merasa darah ditubuhnya mulai terasa panas
"ky, kamu tau? dari awal aku ngeliat kamu aku langsung ngerasa kalo kita ini jodoh"
"kenapa kak keenan langsung mikir gitu?"
"karna aku suka kamu dari pandangan pertama, jadi gimanapun caranya aku harus bisa dapetin yang aku mau, ternyata Allah sayang sama aku ky"
keenan makin mendekatkan tubuhnya dengan kyara, kyara mencoba mengatur nafasnya yang ia rasa mulai berat.
"kamu tau ky tiap hari aku ke lapangan itu cuma alesan aja buat ngeliat kamu"
"tau kok (ucap kyara yang membuat keenan sontak terkejut)"
"tau dari mana?"
"ya kamu sih kalo kelapangan cuma duduk2 aja, lagian ngapain coba seorang presiden direktur tiap hari kelapangan, terus sambil duduk2 sama pak zaka eh sambil ngelirik ke aku (ucap kyara dengan pede)"
"hahahah kamu kepedean, itu nggak sengaja aja"
"iihh nggak mau ngaku lagi (ledek kyara)"
cukup lama keenan dan kyara berbincang2 sambil bercanda membahas masa2 pendekatan mereka.
"aku juga seneng, akhirnya nggak takut lagi kalo kamu bakal direbut shanti"
"kamu cemburu sama shanti?"
"iya, dia kan bilang kalo dia pacar kamu"
"terus percaya?"
kyara menganggukan kepala, dan tiba2 keenan memegang kedua pipi kyara dan menatapnya
"sayang, sekarang aku udah jadi suami kamu, jadi nggak perlu takut lagi kalo aku bakal di ambil orang lain, percaya sama aku kalo aku cinta sama kamu kyara"
mata kyara berkaca2 saat kyara mendengar ucapan keenan itu, keenan mendekatkan wajahnya ke wajah kyara dan "cup" keenan mengecup kening kyara. setelah keenan melepas ciuman dari kening itu kyara menatap wajah keenan dengan sangat lembut, kyara mencoba memegang tangan keenan dan mencium tangan suaminya itu..
"ky, kamu sekarang istriku, kamu halal bagiku (ucap keenan memegang dagu kyara)"
keenan mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir kyara, keenan mencium bibir istrinya itu dengan lembut, dan ciuman itu semakin lama semakin menuntut membuat kyara kesulitan bernafas dan kyara mencoba mendorong keenan
"kenapa? (tanya keenan heran)"
__ADS_1
"aku nggak bisa nafas"
keenan tertawa dan segera meminta maaf kepada kyara, keenan membaringkan tubuh kyara di atas ranjang itu, kyara yang menyadari apa yang suaminya inginkan malam itu hanya terlihat pasrah
"dia suamiku, dan malam ini dia mau meminta haknya (ucap kyara dalam hati)"
"ky... boleh aku minta hak aku malam ini juga? (tanya keenan dengan tatapan sendu)"
kyara menganggukan kepalanya dan keenan kembali mencium bibir lembut istrinya itu semakin lama ciuman itu semakin panas dan ketika keenan merasa hasratnya itu sudah di ubun2 tiba2 handphonenya berbunyi, keenan tak menghiraukan bunyi telfonnya itu
"kak, coba angkat dulu siapa tau penting (ucap kyara mencoba menenangkan keenan yang sudah sangat panas itu)"
keenan berdecak kesal menjauh dari tubuh istrinya itu dan mengambil ponsel miliknya dan ternyata panggilan itu dari zaka
"hallo!!! (ucap keenan dengan nada kesal)"
"bos lo liat kunci mobil gue nggak? (tanya zaka dengan polosnya)"
"gue nggak tau, lagian lo ngapain sih malem2 nanyain kunci di gue, nggak tau apa orang lagi sibuk"
"duh bos maaf ni bos ganggu acara shownya malem ini, lagian gue lupa narok kunci mobil jadi gue kira kebawa sama lo"
"ngapain gue bawa2 kunci mobil lo, udah ah ganggu aja"
keenan mematiakn panggilan dari zaka dan menonaktifkan ponsel miliknya, keenan menggerutu kesal karna sahabatnya itu sudah mengganggu malam pengantinnya, saat keenan kembali ke tempat tidur dilihatnya kyara yang sudah sangat lelap tertidur
"astagaaaaa, jadi gue gimana ini? padahal udah panas sampe ke ubun2, ini semua gara2 zaka!!!
keenan terus menggerutu kesal melihat kyara yang sudah tertidur
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.