Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
63 ~ Liburan


__ADS_3

Keenan, kyara, dan yang lainnya sudah siap untuk berangkat menuju villa milik keluarga zaka tersebut, kini mereka semua sudah berada dalam 1 mobil


"kira2 perjalanannya berapa jam? (tanya keenan)"


"sekitar 3 jam bos, dijamin nggak nyesel (saut zaka)"


masih terlihat ada kecanggungan antara rudi dan heni, disaat yang lain sedang bercanda satu sama lain mereka hanya diam dan saling lirik masing2 yang membuat para manusia di dalam mobil itu sedikit tidak enak


"ehemmm hen gimana hari pertama kerjanya? seru kan? (tanya anggi memecah suasana)"


"lumayan kok mbak, mungkin karna belum terlalu akrab jadi masih agak canggung (jawab heni)"


"oh gitu, iya dong waktu pertama kita ketemu juga kan masih berasa canggung juga, lama kelamaan jadi akrab gini heheh"


"iya hehe, mbak anggi kapan acara pernikahannya sama pak zaka? (tanya heni)"


"insyaAllah bulan depan kami menikah hen, ya nggak usah lama2 deh pokoknya"


"iya mbak bener tuh"


¤¤¤


lama mereka berbincang bincang tak terasa tempat tujuan merekapun sudah hampir sampai, sudah terlihat pantai2 di pinggir jalan itu yang membuat siapa saja yang melihat merasakan ketenangan.


"waahh bagus banget (ucap kyara)"


"iya sumpah bagus banget (saut dina)"


tak lama kemudian zaka membelokan mobilnya ke arah sebuah bangunan yang terlihat klasik tetapi sangat nyaman dan sejuk, mereka semua turun dari mobil itu dan menurunkan semua barang2 bawaan, sesaat kemudian seorang penjaga villa itu keluar untuk menyambut kedatangan mereka


"selamat sore tuan2 dan nona2 (sapa penjaga villa)"


"oh iya kenalin ini mang asep penjaga villa disini, ini istrinya bi nanik (ucap zaka)"


"selamat sore bi nanik dan mang asep (sapa mereka semua)"


"mari2 saya bantu bawa barang2nya masuk (tawar mang asep)"


mereka semua berjalan menuju ke dalam villa yang sangat besar itu, di halaman belakang villa itu terdapat pantai milik pribadi yang memang tidak di buka untuk umum


"wawww bagus banget (ucap anggi)"


"kalo anggi mau setiap hari kesini juga nggak apa2 (ucap zaka meledek)"


"apaan sih, kalo tiap hari kesini bisa dipecat aku karna nggak pernah masuk kerja (jawab anggi ketus)"


mereka berjalan menyusuri lorong di dalam villa itu untuk memilih2 kamar, keenan sengaja memilih kamar yang paling ujung karna menurutnya biar apa pun aktivitasnya bersama kyara tidak ada yang mengetahui.


"sayang, kita di kamar yang itu aja yuk (ajak keenan)"


"okeee (jawab kyara sambil tersenyum)"


"pengantin baru pinter amat dah milih kamar yang pojok2 (ledek ridwan)"

__ADS_1


keenan dan kyara hanya menyeringai mendengar ucapan dari ridwan itu, keenan dan kyara berjalan menuju ke dalam kamar itu sedangkan yang lain masih sibuk untuk memilih2 kamar.


sesampainya keenan dan kyara di dalam kamar itu mereka langsung merebahkan diri di atas ranjang.


"aduh capeknya (keluh keenan)"


"kamu capek ya? hmmmm padahal aku mau ngajak kamu buat liat sunset"


"sayang ini udah hampir maghrib, besok lagi yaa (ucap keenan sambil mengusap pipi kyara)"


kyara hanya menganggukan kepala dan berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah kyara selesai bergantian dengan keenan yang masuk ke dalam kamar mandi, mereka bersiap2 untuk sholat maghrib bersama dan setelah itu mereka semua akan menikmati makan malam di pinggir pantai..


"kamu ngapain disini? (tanya rudi pada heni yang sudah berdiri sendirian di pinggir pantai)"


"kita kan mau makan malem (jawab heni dengan ketus)"


"iya aku tau, tapi kan bisa nunggu di dalem dulu"


"terserah aku mau nunggu dimana aja (jawab heni dan langsung meninggalkan rudi sendirian disana)"


mereka semua sudah berkumpul bersama dimeja makan ditepi pantai itu, desiran ombak dan angin malam yang membuat suasana malam itu terkesan semakin romantis, mereka menyantap makanan yang telah disediakan oleh bik nanik.


"masakannya enak banget (ucap kyara)"


"terimakasih nona.. (jawab bik nanik)"


"lo kok nggak pernah cerita sih ka kalo ada villa sebagus ini?(tanya keenan)"


mereka menyantap makanan itu dengan lahapnya, selesai makan malam mereka masih bercengkrama bersama di tepi pantai itu..


"ky, masuk bentar yuk (ajak keenan)"


"ngapain? kan masih asik duduk2 disini (jawab kyara)"


"ayok!! (keenan menarik tangan kyara)"


sesampainya di dalam kamar keenan segera mengunci pintu kamarnya, kyara yang tau maksud keenan itu langsung membuka jilbabnya


"kan bisa kita lakuin nanti sayang... (ucap kyara yang menghampiri keenan)"


"nggak bisa ky aku udah nggak bisa nahan, diluar itu dingin jadi aku pengen meluk kamu"


seketika keenan langsung memeluk tubuh istrinya itu dengan erat, keenan membuka kaos dan celana yang ia pakai, tak lama itu ia juga melucuti pakaian yang masih menempel di tubuh istrinya itu


"aahh... pelan2 sayang, kok buru2 banget sih (ucap kyara ketika keenan mulai mencumbunya)"


"udah nggak kuat!!! "


zaka dan yang lainnya masih berada di tepi pantai menikmati deburan ombak di malam hari itu


"bentar ya gue mau ambil gitar dulu di kamar (ucap zaka)"


zaka masuk ke dalam villa itu untuk mengambil gitarnya yang ia bawa dari rumah, ketika melintasi kamar keenan dan kyara seketika zaka berhenti dan menempelkan telinganya dipintu kamar itu karna zaka mendengar teriakan2 kecil dari dalam kamar itu

__ADS_1


"*aahhhh"


"sayang pelan dikit"


"tahan yaa*"


zaka membulatkan matanya mendengar ucapan2 dari dalam kamar itu, ia segera berlari ke kamarnya untuk mengambil gitar dan ketika zaka akan keluar dari villa itu ia masih penasaran dan kembali menempelkan telinganya dipintu kamar keenan dan kyara


"gileeeeee bos.... (gerutu zaka)"


ketika zaka akan berjalan keluar dari villa itu tiba ridwan masuk dan berpapasan oleh zaka


"lo kenapa ka? keringetan gitu (tanya ridwan)"


"gue bingung wan bingung!!!! (jawab zaka dengan tingkah yang gelisah)"


"bingung kenapa?"


"gue lagi birahi wan, gimana ini.. aduuuhhh gara2 si bos ini dah (gerutu zaka)"


"kok gara2 si bos? (tanya ridwan penasaran)"


"ah nggak tau lah, lo tu masih kecil"


"lah kok gue yang di marah?"


"udah ah, jadi gimana ini gue bingung udah di ubun2 banget ini!!! (ucap zaka masih dengan gelisah)"


"serem sih (ucap ridwan)"


ridwan segera berlari meninggalkan zaka keluar, sedangkan zaka memutuskan untuk pergi lagi ke dalam kamarnya sebentar


"gara gara bos ini!!! (gerutu zaka)"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2