
Didalam mobil heni dan rudi masih terlihat canggung, tidak seperti biasanya ketika mereka masih berpacaran mereka selalu terlihat mesra di depan umum.
"kamu udah ngabarin mami mu rud kalo nginep dirumah abang?(tanya keenan)"
"udah bang (saut rudi)"
mereka sudah sampai dirumah keenan dan kyara, heni bergegas masuk ke dalam kamar tanpa basa basi heni langsung meninggalkan mereka bertiga, rudi yang melihat tingkah heni itu hanya bisa terdiam
"biarin aja dulu, jangan di ganggu (ucap kyara)"
rudi mengangguk, kyara dan keenan pamit pada rudi untuk menuju ke kamarnya.
didalam kamar kyara langsung mendudukan diri di sofa samping tempat tidur itu, kyara memandang ke sembarang arah seperti ada yang ia fikirkan.
"kamu kenapa ky? kok ngelamun?(tanya keenan)"
"aku kepikiran aja sama heni, pasti dia sakit hati banget"
"hmmmm, mudah2an rudi bisa ngomong baik2 ke maminya"
"iya mudah2an aja"
keenan yang baru selesai mengganti bajunya langsung menghampiri istrinya yang sedang duduk di sofa
"kalo udah di dalem kamar buka aja jilbabnya (ucap keenan sambil membuka jilbab kyara)"
"oh iya aku sampe lupa (ucap kyara)"
"kamu mau kan besok ikut jalan2?"
"mau dong (saut kyara dengan girang)"
"ky... besok ikut aku yok ke kantor"
"emang kenapa? aku ngerasa nggak enak aja ke kantor kamu, aku kan bukan mahasiswa magang lagi"
"tapi kan kamu istri dari pemilik perusahaan itu, jadi suka2 kamu dong"
"tapi aku---"
"nggak ada tapi2, pokoknya kamu besok ikut aja ya ke kantor"
"hmmmmm.... ya udah deh (kyara mendengus mengiyakan permintaan suaminya itu)"
keenan masih terus memandangin kyara hingga membuat kyara salah tingkah dibuatnya
"kamu apa sih ngeliatin gitu... (ucap kyara malu dan memalingkan wajahnya)"
"sampe sekarang aku masih nggak nyangka ky kalo kamu udah jadi istri aku"
"kenapa memangnya?"
"nggak nyangka aja kalo bakalan jodoh, kamu inget nggak awal pertama kali pak pengawas nyomblangin kita?"
kyara mengerenyitkan dahinya mencoba mengingat2 awal mula pertemuan mereka, seketika kyara tertawa ketika ia mengingat ketika pengawas mencoba menjodohkan ia dengan keenan
"hahahh iya iya aku inget, aku kaget banget loh pas pengawas ngomong gitu, aku takut langsung dipecat sama kamu waktu itu"
"kenapa gitu?"
"ya aku ini cuma mahasiswa magang, nggak panteslah dicomblangin sama presiden direktur"
__ADS_1
"kamu jangan suka merendahkan diri gitu ah, yang penting sekarang kamu udah jadi istri aku"
keenan mengecup kening kyara dan menatap dalam mata kyara
"aku mau ganti baju dulu (ucap kyara)"
"ngapain diganti?"
"aku gerah pake baju ini, aku mau ganti piyama dulu"
"nggak usah, bentar lagi juga bakal aku buka"
mata kyara seketika membulat ketika mendengar ucapan suaminya itu, keenan segara mengangkat tubuh kyara dan merebahkannya diatas tempat tidur, mereka melakukan aktivitas malam itu hingga berulang2 yang membuat mereka kelelahan dan langsung tertidur
ยคยคยค
ke esokan paginya keenan, kyara, rudi dan heni sudah ada di dalam mobil untuk menuju kantor keenan, kyara dan heni duduk di kursi belakang
"gue deg degan deh ky, ini pertama kalinya gue kerja (ucap heni sambil memegang tangan kyara)"
"tenang, kan lo udah pernah magang dikantor itu (saut kyara)"
"iya sih, cuma kan kemaren sebagai mahasiswa magang dan itupun selalu ada lo yang nemenin gue"
"gue bakal sering2 kok ke kantor buat nemenin lo"
"serius ky?(tanya heni girang)"
kyara menganggukan kepalanya dan heni langsung memeluk kyara, keenan dan rudi hanya bisa memperhatikan kedua wanita itu dari kaca spion.
di depan kantor keenan segera memanggil satpam untuk memarkirkan mobilnya, dan mereka berempat bergegas masuk yang langsung disambut hormat oleh seluruh karyawan, para karyawan menundukan kepala memberi hormat kepada pimpinan perusahaan itu
"eh itu kan kyara (bisik salah satu karyawan)"
"ya ampun kyara makin anggun ya semenjak nikah, wajar kalo si bos setelah menikah jadi sering senyum"
"iyaa, eh itu kan si heni mahasiswa magang yang dulu bareng bu kyara?"
"oh iya juga yaa, mungkin dia karyawan baru disini"
"bisa jadi sih"
keenan menyuruh zaka untuk mengantarkan heni ke ruangan kerjanya yang baru, sedangkan rudi sudah berjalan menuju ruangannya
"sayang kita keruangan aku yuk (ucap keenan dan langsung menggandeng tangan kyara)"
kyara sangat malu ketika menjadi pusat perhatian disana, semua pasang mata melihat kearahnya yang sedang digandeng oleh keenan
"duuhhh iri deh sama kyara (ucap salah satu karyawan)"
keenan dan kyara masuk ke dalam ruangan keenan, kyara langsung mendudukan dirinya di sofa yang ada diruangan itu
"kak, lain kali jangan gandeng aku di depan para karyawan kamu, aku malu (ucap kyara sambil mengerucutkan bibirnya)"
"loh malu kenapa? pahala loh ky suami menggandeng istrinya"
"ya tapi aku malu"
"mulai sekarang jangan malu ya, kamu kan istri aku"
kyara masih terus mengerucutkan bibirnya, sedangkan keenan berlutut dihadapan istrinya itu yang sedang duduk di atas sofa, tiba2 ada seseorang yang mengetuk pintu ruangan keenan
__ADS_1
tok tok tok...
"masuk... (ucap keenan)"
dan ternyata yang datang ialah shanti, shanti yang memakai rok diatas lutut itu seketika wajahnya yang tadi tersenyum sumringah menjadi kesal karna ternyata di dalam ruangan bosnya itu ada kyara, shanti tidak mengetahui bahwa didalam ruangan itu ternyata ada kyara padahal shanti sengaja memakai rok diatas lutut untuk mencoba menggoda keenan
"ada apa?(tanya keenan datar yang masih berlutut dan memegang tangan istrinya)"
"saya cuma mau nganter kopi, permisi"
shanti meletakan kopi diatas meja dan berlalu meninggalkan ruangan itu
"enak ya tiap pagi dibuatin kopi, seksi lagi pelayannya (ucap kyara menatap keenan sinis)"
"aku nggak pernah minum kopi buatan dia, biasanya zaka yang minum kopi ini"
"diminum juga nggak apa2, santai aja"
mata kyara masih menatap sinis ke arah keenan, keenan yang menyadari istrinya itu marah langsung memeluk kyara
"sayang... cuma kamu yang ada dihati aku, semenjak aku kenal kamu aku udah nggak tertarik lagi sama wanita lain"
kyara hanya diam ketika keenan memeluknya dan berkata seperti itu, kyara sangat takut kalau saja shanti akan merebut paksa keenan darinya.
diluar shanti berjalan dengan cepat dan bergerutu kesal karna mendapati keenan yang sedang bermesraan dengan kyara
"sialan.. ngapain juga sih cewek ganjen itu harus ke kantor (gerutu shanti)"
"lo kenapa shan?(tanya mega salah satu mahasiswa magang)"
"gue lagi kesel, diruangan pak keenan ada kyara"
"lah kenapa kesel? wajar dong kan kyara istrinya"
shanti terdiam ketika mendengar ucapan mega dan shanti menatap sinis kearah mega yang membuat mega merasa takut
"heheh maaf maaf, becanda (ucap mega)"
"lo itu sama aja ngeselinnya"
shanti berlalu pergi meninggalkan mega yang masih mematung ditempat
"kok gue sih? (tanya mega pada dirinya sendiri)"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
jangan lupa bantu vote ya kakak kakak ๐๐๐