Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
59 ~ Tak Direstui


__ADS_3

Keesokan paginya kyara dan keenan sudah berada dimeja makan untuk sarapan pagi


"sayang, kamu mau ikut aku ke kantor? (tanya keenan)"


"nggak, aku mau nunggu heni (saut kyara)"


"oh iya aku lupa kalo heni mau kesini, heni kenapa sih bisa putus sama rudi?(tanya keenan penasaran)"


kyara langsung tersedak mendengar pertanyaan dari keenan


"kamu kenapa? ayo minum dulu (keenan sambil mengambilkan gelas untuk kyara)"


"putus? sejak kapan heni sama rudi putus? (tanya kyara heran)"


"kemarin rudi itu uring2an di kantor, katanya abis di putusin heni"


"kok aku malah nggak tau sih"


"mungkin heni belum mau cerita"


kyara menganggukan kepala dan melanjutkan sarapannya, setelah selesai sarapan kyara mengantarkan keenan untuk masuk ke dalam mobil, dan ketika mobil keenan sudah tidak terlihat lagi kyara segera masuk ke dalam kamar untuk mencari handphonenya.


"hallo.. (ucap kyara yang menghubungi heni)"


"iya ky (jawab heni)"


"lo jadi kan kesini?"


"jadi, ini 15 menit lagi gue sampe rumah lo"


"okee gue tunggu"


15 menit kemudian heni datang dengan membawa koper yang lumayan besar, karna besok ia sudah mulai bisa bekerja di perusahaan milik keenan


"kyara.... (sapa heni dan langsung memeluk sahabatnya itu)"


"hey heni, ya ampum makin cantik aja"


"sama lo juga makin cantik, gimana? udah on proses belum?


"apanya???(tanya kyara heran)"


"hadeehh, ngasih keponakan buat gue lah"


"hahaha, sabar yaaa tunggu aja kabar baiknya"


"siap deh"


kyara mengajak heni untuk masuk ke dalam rumahnya dan beristirahat disana


"hen lo tinggal dulu aja di sini (ucap kyara)"


"gue udah dapet kosan kok ky, di deket2 sini juga"


"kosan tante evi lagi?"


"hahah bukan, ini tuh lebih ke kosan khusus cewek"

__ADS_1


"oh gitu, oh iya hen gue mau nanya boleh?"


"boleh dong, tanya aja"


"lo putus sama rudi?"


heni langsung terdiam mendengar pertanyaan kyara, ia tak menyangka bahwa kyara akan secepat ini mengetahui hubungannya dengan rudi, heni mencoba menelan salivanya dengan susah payah


"hen, kok diem? lo nggak mau cerita sama gue?"


"gue sebenernya pengen banget cerita ke lo ky, cuma bingung harus mulai dari mana"


"hen... gue ngerti kok, pelan2 aja ya ceritanya"


heni menganggukan kepala dan memulai bercerita pada kyara


*flashback on


keluarga besar keenan sudah sampai di kediaman keluarga kyara untuk melangsungkan acara akad nikah itu, setelah acara akad selesai rudi mengajak heni untuk bertemu dengan maminya.


"mami, kenalin ini heni pacar rudi (ucap rudi pada maminya)"


"siang tante, kenalin saya heni (heni mengulurkan tangannya)"


mami rudi yang melihat heni hanya diam saja memandangi heni dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan tatapan sinis, belum sempat rudi melanjutkan ucapannya maminya pun langsung pergi meninggalkan mereka berdua


"kayaknya mami kamu nggak suka ya sama aku? (ucap heni)"


"mami emang gitu orangnya kalo nggak kenal sama orang, tapi kalo udah kenal waaahh mami itu ramah banget"


"kamu pacarnya rudi? (tanya mami rudi dengan ketus)"


"iya tante.. (heni berusaha tersenyum)"


"tinggalin anak saya, dia udah saya jodohin sama orang lain"


"ta.. tapi tante?"


"apanya lagi yang tapi? kamu nggak denger?"


"baik tante (heni mencoba menahan tangisnya)"


"oh iya jangan bilang2 ke rudi kalo saya yang nyuruh kamu putusin dia"


heni hanya mengangguk dan pergi meninggalkan mami rudi yang masih ada di sana


*flashback off


heni menangis sesenggukan menceritakan kejadian itu pada kyara, kyara yang mendengar cerita dari heni pun langsung ikut menangis


"ya Allah hen gue malah nggak tau ceritanya begini, gue tau tadi dari pak keenan kalo lo putus sama rudi"


"pak keenan? pak keenan tau dari mana?"


"iya katanya kemaren tuh rudi uring2an banget hen pas lo mutusin dia"


heni yang mendengar ucapan kyara itu langsung menangis lagi mengingat kenangannya bersama rudi, heni mengakui kalau ia masih sangat mencintai rudi

__ADS_1


¤¤¤


di kantor keenan mencoba menghubungi istrinya itu hanya sekedar untuk mendengar suara kyara yang selalu membuatnya rindu


"hallo sayang (ucap keenan)"


"oh heni udah dateng ya?"


disaat keenan membahas tentang heni tiba2 rudi datang ke dalam ruangan itu untuk meminta tanda tangan keenan di laporan akhirnya, keenan yang menyadari kehadiran rudi langsung mengakhiri panggilannya pada kyara


"aku denger tadi abang bahas heni? (tanya rudi penasaran)"


"iyaa, heni besok udah mulai kerja di sini, sekarang dia lagi sama kyara di rumah abang"


"yang bener bang? aku boleh ke rumah abang nanti?"


"boleh dong, sekalian nanti kita main ke rumah paman dan bibi"


rudi bersemangat mendengar ucapan keenan dan setelah keenan memberi tanda tangannya rudi langsung meninggalkan ruangan keenan.


¤¤¤


waktu sudah menunjukan pukul 4 sore, kyara dan heni masih terlihat berbincang2 di depan tv sambil memakan kue yang sudah disajikan oleh bi ipah tadi, tak lama bel rumah itupun berbunyi dan mang irul segera membukakan pintu


"sayang aku pulang... (ucap keenan dengan bahagia)"


kyara segera menghampiri keenan dan mencium tangan suaminya itu, heni yang melihat keromantisan kyara dan keenan itu sangat bahagia


"eh hen, udah lama sampe? (tanya keenan)"


"lumayan pak (jawab heni)"


"oh iya hen di depan ada yang nyari kamu"


"si.. siapa?"


"liat aja"


heni ragu2 untuk berjalan ke arah depan dan ketika heni sudah sampai di teras depan rumah di dapatinya rudi sudah duduk di sana masih menggunakan pakaian magangnnya, heni sangat terkejut melihat kedatangan rudi.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2