Kepincut Cinta Anak Magang

Kepincut Cinta Anak Magang
66 ~ Tidak Sabar


__ADS_3

Kicauan burung di pagi hari membangunkan sepasang kekasih yang masih terlelap tidur di kamar yang nyaman itu..


kyara mengerjapkan matanya menyesuaikan dengan keadaan sekitar karna sinar matahari pagi sudah menembus ke sela2 jendela kamar di villa itu


"tuh kan kesiangan (ucap kyara lirih)"


keenan yang melihat istrinya itu sudah bangun lebih dulu langsung menarik tubuh kyara ke dalam dekapannya


"aduuhhh sayang aku jadi nggak bisa nafas (pekik kyara)"


"aku kangen kamu (ucap keenan masih dengan mata yang terpejam)"


"iyaa tapi jangan kenceng2 gini meluknya jadi susah kan nafasnya, kalo aku keabisan nafas gimana?"


"tenang aja nanti aku kasih nafas buatan kayak gini"


seketika keenan langsung memperaktekan teknik pernafasan buatan kepada istrinya, tetapi keenan tidak sungguh2 memberi nafas buatan pada kyara, keenan hanya mencium bibir kyara dan lumatannya semakin lama semakin menuntut


kyara menjauhkan tubuh keenan yang sudah berada diatasnya itu


"tuh kan pasti ujungnya kayak gini (ucap kyara sambil mengerucutkan bibirnya)"


keenan hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya itu dan langsung berlalu pergi ke kamar mandi.


kyara beranjak dari atas tempat tidurnya itu untuk menuju dapur, kyara akan membuatkan susu jahe untuk suaminya yang akhir2 ini membutuhkan banyak tenaga


"buat apaan ky? (tanya mbak anggi tiba2)"


"eh mbak anggi, ini aku lagi buatin kak keenan susu jahe"


"gini ya ky kalo udah jadi istri, pagi2 harus buatin sarapan buat suami"


"ya gitu deh mbak, namanya juga udah jadi istri (ucap kyara sambil mengupas jahe merah ditangannya)"


tak lama itu rudi datang ke dapur untuk mengambil air minum di dalam lemari pendingin


"eh rud udah bangun, zaka udah bangun belum? (tanya anggi)"


"belum mbak, masih pada ngorok (jawab rudi)"

__ADS_1


"hmmmm padahal udah jam 8 tapi tetep aja belum bangun, katanya mau pulang pagi2"


"oh iya kalo heni udah bangun belum mbak? (tanya rudi penasaran)"


"heni udah bangun, orangnya lagi ada di balkon atas"


rudi segera berlari menuju ke balkon atas yang di tunjukan oleh mbak anggi tadi, di dapatinya gadis pujaannya itu yang sedang melamun sendirian sambil menatap ke sembarang arah


"heni... (panggil rudi)"


seketika lamunan heni terbuyarkan oleh panggilan rudi barusan, heni sangat terkejut karna mendapati rudi yang sudah duduk di sampingnya


"sejak kapan kamu disini? (tanya heni)"


"sejak kamu ngelamun"


"ngapain kamu kesini?"


"aku kangen sama kamu hen (ucap rudi yang berusaha memegang tangan heni)


heni segera menepiskan tangan rudi yang mencoba memegang tangannya itu


"kamu yang sopan yaa... (ucap heni sinis)"


heni segera bangkit dari duduknya dan mencoba pergi meninggalkan rudi yang ada disana, ketika heni akan pergi seketika langkah kakinya dihentikan oleh rudi, rudi langsung memeluk heni dengan erat membuat heni sangat terkejut melihat tingkah rudi yang memeluknya secara tiba2


"rudi kamu apaan sih, lepas (teriak heni sambil mencoba mendorong tubuh rudi)"


"aku nggak bakal lepasin kamu (ucap rudi masih terus memeluk heni)"


"aku bakal teriak kalo kamu nggak mau lepasin pelukan kamu"


rudi dengan cepat segera melepaskan pelukannya dari tubuh heni, heni segera berlari meninggalkan rudi sambil menangis sesenggukan


"gua cinta lo hen, gua nggak bisa kalo lo giniin gua terus (teriak rudi pada heni yang sudah berlari menjauh)"


¤¤¤


Keenan yang baru saja selesai mandi itu langsung turun ke arah dapur mencari istrinya

__ADS_1


"istriku... istriku... (keenan terus memanggil2 kyara tanpa peduli pada yang lainnya)"


zaka yang baru saja keluar dari kamar itu merasa sangat terganggu dengan teriakan keenan yang sedang mencari istrinya


"wey bos, inget nggak disini tuh banyak jomblo? (tanya zaka pada keenan)"


"duuhh gue lupa ka, sory ya sory soalnya berasa dirumah (ucap keenan dengan menggarukan kepalanya yang tidak gatal)"


keenan dan zaka menuju ke arah dapur, di dapatinya kyara yang sedang berbincang dengan anggi sambil membuatkan susu jahe untuknya


"sayang.... (ucap keenan dan melingkarkan tangannya di perut kyara)"


"huuss... (kyara memukul tangan keenan dan membuat keenan menjauhkan tangannya dari tubuh kyara)"


zaka dan anggi yang ada disana hanya bisa memperhatikan tingkah laku kedua pengantin baru itu.


"nggi, ini alesan gue pengen ngajak lo cepetan nikah, gue iri nggi iri (ucap zaka dengan antusias)"


"hmmmmm jadi kamu mau nikah cuma karna iri? iya? (tanya anggi sinis)"


"ya nggak gitu juga sayang, maksud gue dari pada kita buat dosa terus kan, mending nikah aja yang pegangan tangan aja kita bakal dapet pahala nggi (ucap zaka merayu anggi)"


"ya udah aku sih terserah kamu aja"


"jangan terserah2 gitu dong sayang, yang mau ngejalanin kan kita berdua"


anggi hanya menatap zaka dengan penuh arti dan zaka hanya tersenyum2 melihat anggi yang sedang menatapnya itu.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2