Kesemsem Guru Bahasa Arab

Kesemsem Guru Bahasa Arab
Kabar Tidak Mengenakan


__ADS_3

Seperti mati rasa, Vita benar-benar sudah tidak perduli lagi apapun yang berhubungan dengan ustadz Dafi. Jika hanya luka yang selalu ia dapatkan dari seseorang itu, untuk apa bertahan dengan luka-luka yang baru?


Namun semenjak hari itu terjadi, Vita berubah menjadi gadis pendiam yang hanya bicara seperlunya, bahkan kepada Manda sekalipun teman satu kamarnya.


"Vit kamu dipanggil Umi Hilda!" Ucap Manda.


Vita tidak menjawab, ia hanya mengangguk sebagai jawabannya. Manda benar-benar tidak habis pikir dengan sahabatnya, cinta ternyata bisa mengubah seseorang jadi pendiam.


Vita melangkah pergi menuju rumah Umi Hilda, kali ini tanpa Manda yang biasanya selalu mengekor. Vita melarangnya untuk ikut mengingat Manda belum sempat menyetor hafalannya.


"Assalammualaikum."


"Waalaikumsalam. Masuk neng!"


Vita melangkah masuk, di sana ada Umi Hilda dan Abi Umar tengah duduk seolah menunggu kehadirannya.


"Duduk neng!" Pinta umi mempersilahkan Vita untuk duduk.


"Afwan Umi, ada apa memanggil saya?"


"Begini neng Vita, umi mendapat kabar kurang mengenakkan, Ibu Neng Vita tadi menelfon kalau Ayah katanya lagi sakit dan Vita diminta pulang hari ini juga," ucap Umi Hilda menjelaskan.


"Astagfirullah, tapi Umi, memangnya boleh kalo Vita pulang?"


Umi Hilda tersenyum sambil mengangguk,"Boleh. Masa Umi mau larang dengan kondisi kayak gini."


"Alhamdulilah terimakasih Umi, Abi. Vita izin pamit sekarang, assalammualaikum."


"Waalaikumsalam, titip salam buat orangtuanya ya neng, hati-hati di jalan."

__ADS_1


Vita mengangguk kemudian dengan cepat melangkah pergi dari rumah Umi Hilda. Ia bergegas menuju kamarnya mengambil tas kecil dan memasukan peralatan penting seperti buku kitab, hadist dan lain sebagainya. Tak lupa Vita juga berpamitan dengan Manda, teman sekamarnya.


"Hati-hati di jalan ya Vit, syafakillah buat Ayah kamu. Kalo udah sembuh harus cepet balik lagi ke pondok ya, aku rindu."


"Aku juga pasti kangen kamu Man, aku pergi dulu ya, assalammualaikum."


"Waalaikumsalam."


Vita melangkah pergi meninggalkan pesantren dengan diantar Mang Ujang, supir Abi Umar.


Pikirannya kalut, ingin segera sampai di rumah memastikan kondisi Ayahnya saat ini.


Mobil mang ujang berhenti di pangkalan Travel yang akan membawa Vita pulang pada orangtuanya.


"Terimakasih, Mang."


"Sama-sama neng, neng Vita hati-hati di jalan, amang pamit dulu assalammualaikum."


"Waalaikumsalam."


Perjalanan yang memakan waktu hingga lima jam itu membuat Vita terasa lelah dan mengantuk. Hingga lelap membawanya kedalam mimpi.


"Maafkan saya, dan izinkan saya menebus semua rasa sakitmu selama ini. Will you marry me?"


"Astagfirullah," Vita terbangun dan mengusap wajahnya, mimpi terasa nyata itu tiba-tiba saja menghantui pikirannya.


"Kenapa Mbak?" Tanya pak sopir.


"Eh, gak papa pak, cuma kaget aja," jawabnya.

__ADS_1


Tanpa terasa lima jam pun berlalu, mobil travel yang mengantarkan Vita pulang sudah berhenti tepat di depan rumahnya. Suasana rumah yang sangat ia rindukan, terutama kamar kesayangan yang sudah lama ia tinggalkan.


Namun satu hal yang Vita tidak mengerti, kenapa suasana rumahnya begitu ramai. Vita langsung berlari masuk memastikan keadaan di sana baik-baik saja.


"Assalamualaikum, Ibu..ibu.." Vita berteriak memanggil Ibunya yang belum terlihat di penglihatannya. Masa bodoh dengan tatapan banyak orang yang memperhatikannya, bahkan ada pula yang berbisik-bisik.


Ibu Rahma tergopoh-gopoh menyambut kepulangan sang anak.


"Waalaikumsalam, mbok yo jangan teriak-teriak to cah ayu." Ucap Ibu Rahma menghampiri.


"Ayah mana Bu, gimana keadaan Ayah?" Vita terlihat panik dengan mata yang sudah memerah menahan tangis.


Bukannya menjawab, Ibu Rahma malah tersenyum membawa putrinya untuk duduk dengan tenang.


"Duduk dulu!"


"Ibu, Vita pengen ketemu Ayah, kenapa Ibu malah senyum-senyum sih? Gimana Ayah sekarang Bu? Apa kondisi baik-baik aja?"


"Assalammualaikum."


Seseorang menghampiri Vita dan Ibunya dengan senyum mengembang ikut menyambut kepulangan Vita.


"Loh, Umi?"


Maaf ya baru Up, Othor baru sembuh..


Alhamdulilah kemaren sempet sakit, bahkan satu keluarga pada demam..


Sakit aja Alhamdulilah apa lagi sembuh ye kan, wasyukurillah😁

__ADS_1


❣️TBC❣️


__ADS_2