Kesemsem Guru Bahasa Arab

Kesemsem Guru Bahasa Arab
Istri?


__ADS_3

Umi Kulsum mengangguk kemudian duduk ikut bergabung dengan mereka. Vita memperhatikannya, dan lebih tepatnya adalah rasa penasaran dengan adanya Umi Kulsum di rumahnya.


Lalu kemana Ayah? Kenapa Ibu dan semuanya tidak terlihat sedih dengan kondisi Ayah yang sedang sakit? Lalu keramaian ini tujuannya apa? Vita bergumul dalam pertanyaan yang membuatnya penasaran. Tak lama dari itu, Pak Danu muncul.


Vita mengerjapkan matanya berkali-kali melihat sosok yang sangat membuatnya khawatir. Vita bangkit dari duduknya menghampiri sang Ayah, membolak-balikkan tubuhnya melihat sesuatu di sana. Siapa tau tubuh Ayahnya ada yang terluka.


"Alhamdulilah, Ayah udah sembuh?"


"Memangnya siapa yang sakit?" Tanya Pak Danu.


"Loh bukannya Ayah?"


Pak Danu tersenyum sambil menggeleng, membawa putrinya untuk ikut duduk di dekatnya.


"Ibu, Ayah, sebenernya ada apa ini? Kalian kenapa selalu senyum? Dan Ayah gak sakit, lalu maksudnya apa ini?" Vita bertanya dengan menatap Ayah dan Ibunya bergantian.


Ibu Rahma tiba-tiba merasa sedih dan meneteskan air matanya, hal itu membuat Vita tidak tinggal diam, ia memeluk sang Ibu mencoba memberikan sebuah ketenangan meski ia sendiri tidak tau apa penyebabnya.


"Ibu gak nyangka ndok, ternyata kamu sudah sebesar ini."

__ADS_1


"Kan Ibu sama Ayah yang ngurus Vita, kasih makan Vita. Ya jelas Vita tumbuh dengan baik berkat kalian."


"Dan anak Ibu ini sudah jadi milik orang lain," lanjut Ibu Rahma lagi.


"Milik orang lain bagaimana Ibu ini? Vita anak Ibu sama Ayah, jelas milik kalian dong."


"Vita, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri nak," sambung Umi Kulsum membuat Vita menatapnya penuh tanya.


"Istri? Hahaha. Bahkan Vita belum memiliki calon, Umi, gimana mau jadi seorang istri? Kalian ada-ada saja."


"Apa yang dibilang Umi itu bener ndok, kamu sudah jadi seorang istri sekarang," tambah pak Danu ikut menjelaskan.


"Gak mungkin! Kalian pasti bohong kan? Ayah, Ibu, tolong jangan bercanda!"


"Gak ada yang berbohong ataupun bercanda di sini."


Seseorang tiba-tiba muncul dan menjawab pertanyaan Vita. Ia duduk di dekat Umi Kulsum sambil menatap Vita dengan serius.


"Aku bahkan gak tau siapa suamiku, bagaimana rupanya, apakah dia muda atau aki-aki, bagaimana bisa kalian semua bilang aku ini seorang istri?"

__ADS_1


"Biar Fitri yang jelaskan semuanya, pak," ucap Fitri pada pak Danu yang rupanya hendak menjelaskan.


"Bisa ikut aku, Vit?!"


Vita mengangguk, kemudian mengikuti langkah Fitri yang rupanya membawa ia pergi ke dapur.


Vita menanti penjelasan yang sejelas-jelaskan dari adik ustadz Dafi. Terlihat Fitri mengatur nafasnya dengan teratur sebelum ia menjelaskan semuanya pada Vita.


"Akan aku ceritakan intinya aja, sisanya biarlah suamimu sendiri yang akan menjelaskan."


Vita tidak menjawab, bukan sebuah basa-basi yang ia butuhkan, melainkan jawaban yang jelas siapa yang sudah menikahinya tanpa persetujuan darinya.


"Kamu pasti penasarankan siapa suami kamu? Mungkin lebih tepatnya siapa pria yang sudah lancang menikahimu tanpa sepengetahuan mempelai wanitanya. Bukankah ada pria yang ingin datang ke rumahmu beberapa waktu lalu?"


Mendengar itu, Vita langsung mengangguk.


"Ustadz Ilham. Apa dia orangnya?"


❣️TBC❣️

__ADS_1


__ADS_2