
Pagi hari aku langsung minta antar kakak iparku.
" kak lepas sarapan kita berangkat ya" pintaku
Sebenarnya susah untuk menelan nasi karena mengingat kondisi anak ku. Tapi aku harus kuat harus sehat biar bisa memberi semangat anak ku.
" iya sarapan dulu ya, kan tadi subuh udah di telpon kalau operasinya berhasil" hibur kakak iparku.
ya tadi subuh suamiku sudah menelpon memberi kabar kalau operasinya berjalan dengan lancar. Ada kelegaan sedikit tapi tetap rasanya masih sesak di dada.
" hati- hati di jalan bawa honda pelan- pelan saja" pesan Mak dan mertuaku.
" iya Mak" jawab kakak ipar
Mak ku sebentar lagi juga pulang dijemput Sama adek ku.
Sesampainya di rumah sakit suamiku sudah menunggu diparkiran aku langsung memeluk suamiku.
" sabar ya ma, mama harus kuat tetap jaga kesehatan demi adek" kata suamiku sambil mengusap punggungku.
" ayo mas lihat adek" pintaku tidak sabar
" iya ayo" jawab suamiku
Kami langsung masuk berjalan ke lantai tiga ke ruangan tempat anak ku dirawat.
Sampai di ruangan kami harus memakai baju khusus untuk menjenguk pasien supaya virus tidak ikut masuk katanya. Kakak ku menunggu di luar karena hanya orang tua si bayi yang boleh melihat ke dalam.
" buk jangan lupa pakai bajunya ya" kata perawat.
" iya buk" jawabku
selesai memakai baju aku langsung mendekat ke inkubator tempat anak ku. Aku menangis lagi rasanya tidak kuat melihat bayi ku kakinya di infus sampai dioperasi biar tidak gerak dan membahayakan jadi kakinya di kasih penyangga di ikat kain kasa. Badan anak ku semakin kurus kulitnya keriput.
__ADS_1
sungguh aku tidak kuat melihat nya. Aku hanya bisa menangis aku tidak bisa berkata lagi. Sekitar tiga puluh an menit aku hanya diam melihat anak ku. Akhirnya kami keluar ruangan sebelum keluar perawat memberi pesan nanti jam sepuluh an di suruh datang lagi keruangan Karena ada yang ingin disampaikan pak dokter. Ya Allah ada apa lagi ini pikiranku sudah menerka kemana- mana.
Kami duduk di taman sambil minum. Aku cuma duduk termenung sambil memikirkan apa kira- kira yang ingin disampaikan dokter.
" dek makan kuenya jangan banyak melamun banyak istighfar dek" ucap suamiku
Aku hanya mengangguk lemah. Dan mengambil sepotong kue dari dalam kantong kresek. Rasanya sulit untuk menelan makanan. Semua terasa pahit. tes air mataku kembali menetes.
" udah ya ma jangan begini kasian adek mama jangan nangis lagi" bujuk suamiku
Ku usap air mataku dan berusaha baik- baik saja. Ku hirup udara dalam- dalam dan kulepaskan pelan. Ku ulangi beberapa kali sampai agak sedikit mendingan rasa sesak di dada.
Hampir jam sepuluh kami kembali ke ruangan sesuai pesan dari perawat tadi. Suamiku mengetuk pintu dan membukanya.
" permisi pak" sapa suamiku sambil kami berjabat tangan
" sila kan duduk ibu bapak" kata pak dokter
" ibuk sehat" tanya pak dokter
" Alhamdullillah sehat pak" jawabku
" iya ibu harus sehat semangat biar bayinya juga ikut semangat, karena bayi ibu bisa merasakan kalau ibu nya juga sedih" kata pak dokter lagi
" iya pak" jawab ku
" begini buk pak, setelah kami teliti dan kami cek Labor bayi ibu ternyata kena virus darahnya. Jadi harus ganti darah baru karena darah lama sudah kotor." penjelasan dari pak dokter
Aku langsung lemas kembali. Aku tidak bisa membayangkan bayi sekecil itu darahnya harus di ganti.
" sepertinya kita memerlukan darah sekitar lima tabung ya pak ibu untuk mengganti semua darah. Semoga dengan cara ini bayi ibu cepat sehat" kata dokter
" oh ya pak golongan darahnya apa ya dan kapan dibutuhkannya darah ini?" tanya suamiku
__ADS_1
aku hanya mendengarkan mereka berbicara karena aku sudah tidak bisa mengeluarkan suara lagi rasanya menyangkut di tenggorokan.
" golongan darah anak bapak A+ ya apak dan kalau bisa hari ini sudah ada ya pak, kebetulan alat nya juga ada dan tidak ada yang memakai jadi setelah tersedia darah kita bisa langsung melakukan tindakan" ucap pak dokter
" baik pak akan kami usahakan hari ini sudah ada darahnya." kata suamiku lagi
" baik pak mungkin hanya itu sementara yang ingin saya beritahu kepada bapak dan ibuk nanti kalau ada hal penting lagi pasti kami sampaikan" kata pak dokter
" oh ya pak biasanya kalau orang Tabah darah kan tiap bulan harus rutin tambah darah lagi, jadi apakah anak kami nanti akan seperti itu juga" tanya ku bersuara
" tidak ibuk karena anak ibu tidak kekurangan darah hanya saja darahnya terkena virus jadi harus di ganti darah yang baru" penjelasan dokter lagi
" oh seperti itu ya pak terima kasih ya pak atas penjelasannya" sahut suamiku
Akhirnya kami keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan kakak iparku tadi. Kami mencoba menghubungi saudara kami untuk minta donor darah. Semua saudara kami langsung datang ke rumah sakit untuk cek darah. Ada satu yang bisa untuk didonorkan dan cocok yakni Abang kandungku. saudara sebelah suami golongan darahnya o jadi tidak bisa. Sedangkan saudara sebelah ku golongan darahnya banyak yang A+ tapi karena semuanya perempuan disarankan mencari laki- laki.
akhirnya kami menghubungi PMI dan meminta bantuan untuk donor darah. Alhamdulillah banyak yang membantu. Untuk Abangku sudah ada satu tabung dan empat tabung sisanya dari relawan PMI.
Aku bersyukur karena banyak yang membantu kami serta memberikan dukungan kepada kami.
Hari itu juga semuanya di bawa ke Labor untuk diambil darahnya. Dan anak ku bisa cepat tertangani.
Setelah dua puluh hari Alhamdullillah anak ku bisa minum susu walaupun sedikit- sedikit. Keadaannya pun semakin membaik. infusnya hari ini sudah di lepas, alat - alat lain juga yang menempel di badan bayiku sudah dilepaskan semua.
Perawat menyarankan ku untuk belajar menyusui. Aku pun antusias melakukannya. Walaupun awal- awal agak susah tapi pelan- pelan akhirnya anak ku bisa minum asi secara langsung. Setelah berhari-hari baru ini aku bisa menggendong dan memeluk anak ku. Aku bersyukur sekali.
setiap aku menjenguk aku harus langsung menyusui, biasanya kalau aku lagi di rumah ASI nya di masukkan ke botol setelah dipompa untuk di bawa ke rumah sakit walaupun sedikit itu lah obat yang paling mujarab kata perawat.
Alhamdullillah setelah di rawat dua puluh lima hari akhirnya anakku hari ini bisa di bawa pulang. Badanya jadi kurus karena lama puasa dan sakit. Aku hati - hati dalam menggendong. Sebelum pulang ku ucapkan terima kasih kepada pak dokter kepada semua perawat yang sudah merawat anak ku dengan baik sehingga bisa sehat kembali.
Hari ini rasanya bahagia sekali. Anak ku tetap harus minum obat dan cek rutin ke rumah sakit. Perawat juga berpesan untuk selalu memberi ASI biar cepat pulih.
Kami pulang naik mobil kakak ku. Di rumah juga semua saudara bahagia mendengar anak ku sudah sehat dan boleh di bawa pulang. banyak yang sudah menunggu kami di rumah. aku selalu bersyukur punya keluarga yang saling menyayangi dan tolong menolong.
__ADS_1