
Saat ini ditempat kami lagi musim buah- buahan terutama buah durian. Di rumah Mak lagi banyak buah nya, kalau di rumah ku jangan kan buah nya pohonnya aja susah tumbuh maklum tanah gambut. Nanti selesai masak rencana nya aku dan Sifa mau jalan ke rumah Mak. udah semingguan kami tidak ke sana, aku cuma berdua sama Sifa mas Hasan tidak ikut dia pilih di rumah saja. Mas Hasan memang kadang susah di ajak ke rumah mak. Selesai siap- siap kami berangkat ke rumah Mak.
" mas kami berangkat rumah Mak dulu, nanti sore kami baru pulang" kata ku kepada mas Hasan
" iya hati- hati di jalan ma, jangan lupa nanti bawakan untuk mas ya hehe" pesan mas Hasan sambil senyum
" mas beneran gak mau ikut ni, nanti kan puas makan di sana" kata ku lagi
" gak lah ma, mas di rumah aja mau bikin perangkap ikan" katanya lagi
" ya sudah kami berangkat" kata ku sambil bersalaman
Sekitar lima belasan menit kami sampai di rumah Mak, tadi singgah sebentar ke kedai beli kue dan Jajan.
" Assalamukalaikum Mbah" seru Sifa ketika kami baru sampai rumah Mak
" waalaikumsalam wah cucu Mbah datang ini" kata Mak
" adek mana Mbah" tanta Sifa
" ada di depan tv" kata Mak lagi
Kami pun masuk ke rumah, Sifa langsung berlari ke depan tv mencari adek ponakan nya.
" Hasan gak ikut bell" tanya Mak
" gak Mak mau nyiap kan noreh kata nya" jawab ku
Aku pun ikut ke depan tv melihat ponakan comelku yang berusia dua tahun.
" bapak ke mana Mak?" tanya ku
" jaga durian di pondok, Mak sebentar lagi mau ke sana ini" kata Mak
" mau ikut lah Mak" kata ku lagi
" ayo, nanti sekalian makan durian di sana" kata mak
" Sifa mama mau ikut nenek ke pondok durian ikut gak?" tanyaku kepada Sifa yang asyik mengajak adik nya main
" ikut ma, nanti ke sini lagi ya" kata Sifa
" iya nanti kita ke sini lagi kan sore nanti pulangnya" kata ku
Kami pon berangkat ke pondok durian, sampai di sana bapak baru ngutip durian lumayan sudah dapat banyak sekitar 14 buah durian.
__ADS_1
" bell kapan datang nya?" tanya bapak
" udah dari tadi pak," jawab ku
" buka lah pilih aja mau yang mana" kata bapak
" iya pak yang kecil aja, nanti gak abis si Sifa kan gak mau" kata ku
" Hasan gak ikut" tanya bapak
" gak pak nyiap kan noreh tadi" jawab ku lagi
Aku pun membuka buah durian yang kecil, aku suka tapi kalau makan cukup yang kecil saja kalau yang besar pasti gak habis. Sifa dari kecil gak mau durian katanya bau. Aku makan sendiri karena Mak sama bapak juga jarang makan durian walaupun punya sendiri tapi jarang makan mungkin sudah bosan baru mencium baunya. Sifa hanya melihat ketika aku makan durian, aku kasih pun gak mau.
"mau dek enak ni" tawar ku kepada Sifa
" gak ma bau" kata Sifa
Tidak lama kemudian terdengar suara durian jatuh dari pohon samping pondok
" nek durian nya jatuh itu besar nek" kata Sifa
" iya nenek ambil dulu ya" kata Mak
Mak berjalan ke samping mengambil durian yang jatuh ternyata bukan hanya satu tapi dua buah yang jatuh.
" iya banyak ini, tapi Sifa gak mau" kata Mak
Sekitar jam sebelas siang kami pulang ke rumah, bapak masih jaga di pondok nanti waktu shalat Zuhur baru gantian lagi jaganya sama Mak.
" bell ni yang tiga buah simpan di Honda nanti bawa pulang " kata bapak
" banyak betul pak" kata ku
" udah gak papa, masuk kan dalam jok Honda muat dak" kata bapak
" sepertinya muat pak" kata ku
Aku membawa tiga buah durian untuk di bawa pulang. Ku masukkan jok Honda pas di dalam jok, pasti bau nya nanti Samapi ke mana- mana soalnya durian pilihan ini.
Sampai rumah Mak ku ajak Sifa tidur siang, Mak juga ikut tidur siang. Adek ku dan anak nya juga lagi tidur siang. jam dua belas lebih Mak bangun makan siang ia membangunkan ku untuk ikut makan siang.
" bell bangun udah jam dua belas lebih makan dulu " kata Mak
" nanti lah Mak sekalian nunggu Sifa bangun" kata ku
__ADS_1
" oh ya sudah, Mak makan duluan nanti mau ngantar nasi untuk bapak sekalian ganti jaga bapak shalat zuhur " kata Mak
" iya Mak" kata ku
Aku melanjutkan tidur siang ku lagi jam satu lebih aku baru bangun Sifa juga sudah bangun. Adik ku lagi makan siang sekalian aku juga di ajak jadi ku ikut makan sama Sifa.
" adek belum bangun bik" tanya Sifa
" belum biasanya jam dua adek baru bangun" kata adek ku
Kami lanjut makan lagi, setelah makan kami istirahat sambil nonton tv. Tidak lama kemudian adek OKI bangun Sifa langsung main sama adeknya. Jam empat Mak sama bapak pulang ke rumah durian yang di dapat sudah di jual di pondok tadi. Jadi tidak perlu repot di bawa pulang. bapak cuma mandi dan makan sekalian shalat asar, nanti ke pondok lagi.
Aku menyuruh Sifa mandi karena sudah sore, tadi kami bawa baju ganti sekalian. Jadi sampai rumah tinggal istirahat tidak perlu mandi lagi.
" Sifa mandi dulu nak udah sore ni, nanti kita mau pulang" kata ku
" sebentar lagi ya ma, masih main sama adik ni" kata Sifa
" Sifa gak tidur sini aja nak" kata Mak
" gak nek besok sekolah" kata Sifa
" ya udah main sebentar terus mandi ya" kata ku lagi
" iya ma" kata Sifa
Aku mandi duluan sementara Sifa masih main sama OKI. Selesai aku mandi bapak mandi baru Sifa yang mandi. Jam lima Kami siap- siap mau pulang. Mak sama bapak juga mau ke pondok durian lagi.
" nek Sifa pulang dulu ya, dada adek " kata Sifa
" iya hati- hati di jalan " kata mak
Kami pun pulang bawa oleh-oleh untuk mas Hasan durian tiga buah. Paling nanti makannya sama Wahyu karena aku sudah makan tadi aku pun tidak suka makan banyak. Sampai rumah Sifa langsung turun dan masuk ke rumah. Mas Hasan baru selesai mandi lagi duduk di depan pintu.
" anak ayah udah pulang" kata mas Hasan
" udah yah, tadi di bawain durian sama kakong" kata Sifa
" wah untuk ayah ya" kata mas Hasan
" iya yah" kata Sifa lagi
Mas Hasan langsung berjalan menghampiri ku, yang masih di Honda ia mengambil durian di jok Honda.
" ayah panggil Wahyu dulu lah, biar ikut makan durian" kata mas Hasan
__ADS_1
" iya mas, mama juga udah makan di sana tadi" kata ku
Mas Hasan pun menelpon Wahyu suruh datang ke rumah ikut makan durian. tidak lama kemudian wahyu datang, mas Hasan sama Wahyu asyik makan durian kami istirahat di depan tv nonton kartun kesukaan Sifa.