
besok di rumah mertua sudah mulai bikin kue sekitar sepuluh hari lagi menuju hari H. Rencana nya besok bikin peyek sama kue bangkit.
" bell bilis nya separo aja yang di belah untuk bikin kue peyek besok" kata kak yuni
" iya kak" jawab ku sore ini kami sudah sibuk dengan tugas masing- masing. Ada yang mencari bumbu Laos ada yang potong- potong kacang tanah kebetulan aku kebagian belah bilis nya.
Semua kami kerjakan bersama - sama atau gotong royong. Terutama adek beradik di bantu tetangga dekat saudara dekat juga ikut membantu.
" masih banyak bell" tanya bik sari mama nya Febri
" lumayan bik baru seperempatnya sini lah bantuin" jawab ku sambil terus belah bilis nya
" iya sebentar ya bibik cuci tangan dulu" kata bik sari
" Wati jangan lupa masak nasi lagi nanti untuk kita makan nanti" kata ku kepada Wati karena biasanya yang ikut bantuin disuruh makan dulu sebelum pulang.
" iya kak ini mau nyuci gelas dulu" jawab Wati
" main apa anak- anak tadi bik gak kelihatan dari tadi" tanya ku kepada bik sari ketika baru duduk
" main masak - masak di teras depan ada kakak nya kok tadi" jawab bik sari
" oh syukur lah kalau ada yang ngawasin takutnya main ke jalan atau di tepi parit" kata ku lagi.
" besok jam berapa ke sini bell" tanya bik sari
" pagi lepas noreh lah bik tapi paling cuma noreh separo" kata ku
"ok lah besok aku noreh separo juga " kata bik sari lagi
Kami lanjut membelah bilis sekitar satu jam baru selesai. Walaupun cuma kerjaan ringan tapi lumayan melelah kan duduk lama- lama. Kami istirahat sebentar baru membantu pekerjaan lain lagi. Sore jam lima selesai makan kami pulang ke rumah masing- masing. Aku tadi boncengan sama mama Wahyu.
Sampai rumah langsung mandi dan nonton tv. Jam enam mas Hasan baru pulang kerja, istirahat sebentar kemudian mandi.
__ADS_1
" jadi besok mulai bikin kue nya ma" tanya mas Hasan ketika selesai mandi
" jadi mas, tadi udah mempersiapkan bumbu- bumbu untuk besok tinggal di tumbuk aja" jawab ku
Malamnya kami ke rumah Mak lagi, ngumpul- ngumpul sebentar di teras sambil ngobrol ringan buat rencana untuk pakaian pas hari H nanti. Sepertinya tidak bisa bikin seragam pakai Masing- Masing. Sekitar jam sembilan malam kami pulang ke rumah.
Sampai rumah aku langsung tidur istirahat Besok pagi sudah ngantri sederet pekerjaan.
Paginya jam lima aku sudah bangun shalat subuh dan memasak nasi. Setelah nya aku langsung noreh belakang rumah pakai lampu suluh. Kulihat bibik juga sudah berangkat noreh.
" bik udah lama berangkatnya" tanya ku dari kejauhan
" gak lah bell baru juga dapat lima pohon ni" jawabnya
Kemudian kami lanjut noreh lagi. Sekitar jam enam tiga puluh aku pulang. Sampai rumah aku langsung mandi dan membuatkan kopi mas Hasan baru membangunkan anak ku. anak ku minta sarapan telur ceplok ku buatkan dulu dan menunggu Sifa selesai sarapan baru ke rumah mak.
Barengan sekalian sama mas Hasan berangkat kerja.
" gak nak ayah kerja dulu nanti kalau bik Wati nikah baru ayah cuti nanti di marah bos ayah" jawab mas Hasan .
Setelah turun sebentar di rumah Mak , kemudian mas Hasan berangkat kerja. Aku pun mulai bantu mengupas bawang untuk bumbu peyek nanti.
Tidak lama kemudian kak yuni datang lanjut si Lia juga sama bik sari. kami bagi tugas ada yang parut kelapa ada yang menumbuk bumbu. Sekitar satu jam kemudian para tetangga dan saudara dekat pada datang. Mereka mulai membuat adonan kue nya ada yang bikin api nya.
Setelah para tetangga datang, kini tugas kami para adek beradik memasak untuk Makan Tengah hari nanti. Hari ini masak sayur tahu campor terong bikin sambal mi terus dadar telur dan Goreng ikan asin.
Aku Sama bik sari kebagian bikin sambal nya. Kak yuni sama kak ayu bikin sayurnya, Lia goreng ikan asin Sama dasar telor. Bagian memasak nasi tugas si Wati. Tinggal cop doang di magicom.
" bibik bikin bumbunya ya biar aku rendam mi nya dulu" kata ku sambil mengambil mi
" iya bell" jawab bik sari.
Terdengar suara gelak tawa dari bawah para ibuk - ibuk yang bikin kue. Ada aja bahan candaan nya yang bikin orang geleng- geleng ya. Pokok nya kalau sudah ibuk - ibuk ngumpul riuh sekampung suaranya.
__ADS_1
" kak bikin air es gak" tanya ku
" oh iya, kemaren bikin es batu dak Wati" tanya kak yuni kepada Wati
" bikin kak penuh kulkas" jawab Wati
Kemudian kak yuni berjalan ketempat gula bikin es sirup untuk di suguhkan ke pada ibuk- ibuk. Biasa nya bikin kue begini banyak menghabiskan air minum maklum dekat api dan minyak panas maunya minum terus belum lagi memang cuaca lagi panas hari ini.
Satu toperwer besar kak yuni bikin es sirup. Kami menyisakan satu teko untuk di rumah. Yang lain di bawa ke bawah.
" wah ini yang di tunggu- tunggu" seru ibuk- ibuk ketika es sirup di bawa turun.
Pokoknya tiada kata sepi kalau di kalangan ibuk- ibuk ini. Kamu lanjut memasak. Sekitar jam sebelasan semua masakan sudah matang. Kami istirahat sebentar nanti baru turun untuk membantu di bawah. Setengah jam kemudian sudah waktunya makan siang kami menyiapkan masakan tadi di hidangkan di meja. Sekarang kami turun ke bawah untuk gantian sama ibuk- ibuk yang ingin makan.
" bell kamu bagian nyerok ya nanti yang ngeser aku aja " kata kak ayu
" ok kak" jawab ku
Kami semua kebagian tugas menggantikan ibuk yang ingin makan. Tadi di atas kami sudah merasa juga kue peyek nya gurih dan renyah. Selesai makan ibuk- ibuk izin pulang untuk shalat Zuhur sekalian istirahat sebentar. Kamu pun mengiya kan dan masih menggantikan menggoreng.
Selesai shalat Zuhur ibuk- ibuk sudah ada yang datang lagi menggantikan kami. Baru lah gantian kami yang makan siang. makan sambil bual - bual panjang, ditemani peyek juga es sirup tambah nikmat. Selesai makan kami kemas dan shalat bergantian. Selesai shalat istirahat sebentar, baru ke bawah lagi liat ada yang butuh bantuan atau tidak.
Seperti nya ada yang minta kopi sama teh panas. Jadi, kami rebus air dan membuatkan kopi sama teh.
kami ke dalam lagi untuk memasukkan kue yang sudah dingin ke plastik besar untuk di simpan. Sudah dapat sekitar lima plastik ukuran sepuluhan kilo. Ini baru separo berarti masih ada sekitar lima plastik lagi nanti.
Begini lah ke adaan di kampung kalau mau diadakan pesta. Seandainya tuan rumah mampu membuat pesta besar bikin kue nya juga banyak. apalagi nanti setelah hari H malam harinya akan ada acara wayang kulit tambah meriah lagi.
Sekitar jam lima tiga puluh pembuatan kue peyeknya selesai tetangga udah banyak yang pulang tinggal satu dua yang belum. besok masih dua hari lagi bikin kuenya. Untuk besok itu kue bangkit dan kue bawang. hari ke tiga bikin kue bolu.
Hampir jam enam kami baru pulang. Sampai rumah langsung mandi, Sifa tadi sudah mandi sekalian di sana karena bawa baju ganti. Selesai mandi langsung istirahat tepar rasanya. Malam ini kami di rumah saja penat mau keluar besok masih bikin kue lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1