
tidak terasa usia Sifa sekarang sudah empat tahun sudah waktunya masuk taman kanak- kanak.
" mas tahun ini Sifa udah masuk sekolah,besok kita beli peralatan sekolah ya" kata ku kepada mas Hasan ketika lagi nonton tv
" iya ma, kapan masuk sekolahnya?" tanya mas Hasan
" sekitar semingguan lagi mas, ini kan lagi libur semester" jawab ku
"ye sekolah " kata Sifa yang lagi main boneka
" iya nak, Sifa mau sekolah kan?" tanya ku
" mau ma nanti kan banyak teman nya bisa main" jawab nya
" iya sayang" jawabku lagi
" nanti bisa berangkat bareng bik Febri ma" kata Sifa lagi
" iya nanti bisa gantian antar jemput ya ma" kata mas Hasan memberi usul
" nanti mama tanya kan dulu sama bik sari mas" kata ku lagi
menjelang isya Sifa merengek mengajak jalan ke rumah Lisa. Katanya tadi sudah janjian mau ke sana mau main boneka lagi. Kami pun menuruti dan jalan ke rumah Lisa. Mas Hasan sama Sifa sudah menunggu di Honda, aku masih mematikan tv dan mengunci pintu dulu.
Sampai di rumah Lisa, kebetulan kak yuni juga lagi lewat mau ke rumah Mak akhirnya belok dan berhenti di sini juga. Sifa langsung di sambut Sam Lisa mereka bermain boneka di depan tv.
" mau ke mana tadi kak" tanya ku
" ma ke rumah Mak tapi malah belok ke sini soalnya pada ngumpul di sini" jawab kak yuni
" kak ayo makan " kata Lia kepada kami
" masak apa Lia" tanya kak yuni
" sayur daun ubi sama goreng ikan parang kak" jawab Lia
" enak itu, tapi kakak udah makan tadi" jawab kak yuni
" kami pun udah makan tadi Lia" kata ku juga
__ADS_1
" Sifa tahun ni masuk sekolah ya bell" tanya kak yuni
" iya kak udah empat tahun umurnya mau aku masuk kan aja tahun ini" kata ku
" oh nanti dua tahunan di TK nya" kata Lia menanggapi.
" iya kan biar tambah pintar lagian nanti bisa ku tinggal noreh" kata ku
" iya bell betul itu nanti kan lebih mandiri lagi bisa belajar banyak, Lisa gak sekalian di masuk kan sekolah juga ni" tanya kak yuni
" tahun depan aja lah kak Lisa nya kasian nanti kelamaan di TK takut bosan sekolah" jawab Lia
Kami pun bercerita banyak hal, Lia ke belakang membuatkan minuman untuk kami semua ada kopi dan teh.
Jam sembilan kami pamit pulang, Sifa udah ngantuk katanya. kak yuni pun sama suaminya pulang juga. Sampai rumah Sifa langsung tertidur.
aku dan mas Hasan masih nonton film kungfu cina. Sifa di gendong di pindah tidur ke kamar sama mas Hasan rupanya ada maunya. Dari kamar mas Hasan langsung tidur di sebelah ku dan memelukku erat. iya menciumi seluruh wajah ku. kini kami berciuman makin lama ciumannya makin panas. Tangan mas Hasan juga sambil bergerilya memegang gunung kembar ku dan meremasnya. Aku tidak tahan untuk tidak mendesah.
kini pakaian ku dan mas Hasan sudah teronggok di samping, kami sudah tidak memakai sehelai benang pun hanya memakai selimut.
" ah mas" kata ku
" iya sayang" jawab mas Hasan
ciumannya kini makin turun ke bawah ke perut dan ke area sensitif ku. Lidah nya pelan- pelan masuk ke lubang ****** menjilati dan menyesapnya. Ah nikmat sekali
" mas ah mas Hasan" aku terus meracau sambil meremas rambut nya
" iya sayang terus sebut nama mas" jawab mas Hasan
aku sudah tidak tahan lagi ku tarik mas Hasan dan kini aku yang naik di atas nya. Pelan- pelan ku masukkan senjata mas Hasan ke dalam lubangku.
" ah mas nikmat" kata ku sambil bergerak naik turun
" mas Hasan pun tidak tinggal diam tangannya memegang dan meremas ke dua susu ku kadang menghisap nya juga. Setelah agak lelah aku minta pindah di bawah, mas Hasan bergerak maju mundur aku hampir mencapai puncaknya.
" cepat mas ah ayo mas lebih cepat lagi sayang ah" aku terus meracau
Mas Hasan makin cepat memompa maju mundurnya.
__ADS_1
" ah tahan sayang mas hampir sampai" katanya lagi
" ah sayang " seru kami bersamaan mencapai puncak kenikmatan. Mas Hasan masih tidur di atas tubuh ku. Aku pun masih mengatur nafas setelah rasanya terbang ke awan.
" terima kasih sayang, ummah nikmat mas" kata ku sambil mencium pipi mas Hasan
" sama- sama sayang mas nikmat dan puas juga besok kita ganti gaya baru ya sayang" kata mas Hasan lagi sambil berdiri
" siap mas ku" kata ku lagi
Kami pun ke kamar mandi untuk membersihkan bekas percintaan panas kami . Setelah nya aku ikut tidur ke kamar menyusul Sifa. Mas Hasan seperti biasa masih menonton film lagi. Tidak lama kemudian rasanya mata ini sudah mengantuk berat dan akhirnya ikut tertidur di samping sifa.
Mas Hasan entah jam berapa tidurnya, aku terbangun sudah jam lima pagi. Aku langsung mandi dan sholat subuh ku bangunkan mas Hassan juga katanya ia mau bantu noreh dulu.
Tadi sudah ku buatkan secangkir kopi, aku ke dapur lagi untuk memasak dan mencuci baju. Nanti kalau mas Hasan pulang aku bisa lanjut noreh lagi kalau pulang siang pun sudah selesai memasak dan mencuci. Sifa nanti ku titipkan di rumah Wahyu libur sekolah Wahyu di rumah. Lagian noreh ku pas di belakang rumah kak ayu.
Sebelum ke rumah Wahyu ku suapi dulu Sifa sarapan pake sambal telor. Setelahnya baru ku antar ke rumah Wahyu sekalian aku berangkat noreh.
Sekitar jam sepuluhan lebih aku sudah pulang noreh. Aku langsung pulang untuk mandi dulu nanti baru menjemput Sifa di rumah kak ayu.
Selesai mandi dan berdandan ala kadar aku langsung ke rumah kak ayu untuk menjemput Sifa. Ia lagi main sama Wahyu dan Febri di halaman. Mereka main masak- masak an. Aku tidak langsung pulang masih menunggu mereka main sambil berbincang - bincang dengan kak ayu.
" masak apa kak" tanya ku
" kakak masak sambal terasi rebus daun ubi goreng ikan selar" katanya
" aku tadi masak sambal telor" kata ku
" makan lah" kata kak ayu lagi
" udah kak masih kenyang " jawab ku
Kami pun duduk di teras samping sambil mengawasi mereka bermain. Sifa belum mau di ajak pulang katanya belum selesai mainnya. tidak lama kemudian bik sari pulang noreh juga.
" baru pulang bik" kata ku
" iya bell tadi agak siang berangkatnya" jawabnya
Buk sari langsung masuk ke rumah dan mandi. Sepertinya ia juga langsung mencuci baju.
__ADS_1
jam sebelas tiga puluh ku ajak sifa pulang. Cuaca pun sudah semakin panas tengah hari waktunya istirahat siang. Akhirnya ia mau pulang setelah aku bujuk, sampai rumah ku suruh mandi lagi karena sudah kotor tadi main di halaman. setelah mandi ku ajak makan siang. Baru setelahnya istirahat di depan tv sambil tiduran. Mungkin penat bermain baru sepuluh menit istirahat Sifa langsung tertidur, aku pun ikut tidur siang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...