
Semua pekerjaan rumah sudah selesai aku kerjakan, sekarang waktunya istirahat sambil melihat Sifa dan Febri bermain.
" hihi kepalanya botak tak ada rambutnya" kata Febri
" iya ya bik lambut nya gak ada" kata Sifa sambil membolak- balik kan boneka botak yang lagi di pegang nya.
" besok aku mau beli yang baju nya warna pink." kata Febri lagi sambil memakaikan boneka Barbie nya.
" aku juga mau bik" ucap anak ku lagi
Mereka asyik dengan dunia boneka. Aku hanya melihat saja. Tidak lama kemudian Wahyu datang kebetulan hari ini hari Minggu jadi Wahyu libur sekolah.
" dek ikut main ya" tanya Wahyu kepada Sifa
" iya tapi Abang gak punya boneka" kata Sifa lagi
"Abang punya robot ultramen" jawab Wahyu sambil memamerkan robot ultramen warna hitam nya
Aku turun di dekat pintu mencabut rumput yang tumbuh di dekat pintu rumah. sepertinya mereka akur bermain bertiga.
Tidak lama kemudian Wahyu pamit pulang katanya mau minum susu.
" bik aku mau pulang dulu mau minum susu" kata nya
" iya jangan laju-laju naik sepedanya" pesan ku
Aku melanjutkan mencabut rumputnya. Sekitar setengah jam aku juga berhenti penat.
" febri pulang yuk" ajak bibik rupanya ia sudah pulang noreh
" udah siap bik" tanya ku
" udah bell,agak cepat tadi" jawab bibik ku
"Sifa aku pulang dulu ya nanti sore kita main lagi" kata Febri
" iya bik" jawab Sifa
" da da bibik" seru anak ku lagi sambil melambai kan tangan nya
Febri terus berjalan sambil melambaikan tangan juga.
__ADS_1
" nak udah yuk istirahat, bobok dulu" kata ku pada Sifa
Anak ku hanya mengangguk kan kepala sambil mengikuti ku ke ruang tengah depan tv.
Sore harinya aku iseng- iseng buka hp mas Hasan. Kebetulan ia lagi di luar rumah membersihkan sampah. Ku buka aplikasi messenger ku lihat ada beberapa orang yang sering di hubungi ya termasuk kakak sepupunya kak Yana.
Ku coba buka isi percakapan mereka,
(kak lagi ngapain)
( duduk - duduk aja San)
( kak aku rindu sama kakak)
(kakak juga San)
.......
......
(ya udah sambung besok lagi ya kak udah malam kakak cepat bobok, Hasan sayang sama kakak)
( MET bobok juga Hasan kakak juga sayang )
Aku berjalan ke luar rumah sambil membawa hp. ku pandang tajam suami ku sambil menahan emosi.
" mas ini apa lagi maksud nya" tanya ku sambil ku pandangi mata nya
" apa to ma" tanya nya balik
" ini maksud ngirim pesan sayang ini, mau aku adukan kepada bapak kalau tidak sama kakak" ancam ku sambil menahan amarah
Huh rasanya mau pecah kepala ini mikirin kelakuan mas Hasan, sukanya main- main sama perempuan. Apa coba maksudnya sayang- sayangan sama kakak sepupunya sendiri.
" iya mas minta maaf,sini mas hapus pesan nya" kata mas Hasan sambil meminta hp nya
" tidak biar hp nya aku yang pegang sementara waktu" kata ku sambil menjauhkan hp nya
" kalau mas macam-macam lagi gak peduli aku aduin ke bapak aja" seru ku lagi.
" iya gak lagi" kata nya.
__ADS_1
Karena emosi aku kirim pesan kepada kakak sepupu sambil mencurah kan isi hati ku
(kak bisa gak kalau kirim pesan sama mas Hasan biasa saja gak usah sayang- sayang. kalau sampai terjadi sesuatu sama rumah tangga kami itu semua gara- gara kak Yana ya. Aku akan nyalahin kak Yana)
Ku kirim pesan yang ku ketik tadi. Ku lihat tidak lama kemudian kak Yana online. Pesan ku sudah di baca tapi tidak ada tanda- tanda mau di balas. Aku sabar menunggu jawaban dari kak Yana. Setelah hampir setengah jam baru di balas pesan ku
( kakak gak bermaksud ganggu rumah tangga mu, Hasan cuma curhat masalah rumah tangga kalian)
Ku baca balasan pesan dari kak Yana. langsung ku balas lagi pesan nya
( oh jadi cuma curhat masalah rumah tangga sampai bilang kangen bilang sayang)
pesan ku sudah terkirim. Ku lihat sudah tidak online sepertinya sengaja tidak di balas pesan ku.
Huh padahal aku pengen mengirim pesan lebih banyak lagi. aku menimbang- nimbang apakah aku harus memberitahu masalah ini kepada kakak ipar ku atau ku pendam sendiri. Tapi kalau ku pendam sendiri rasanya tidak kuat. Bertambah pusing kepala ku nyut- nyut- rasanya.
Sudah sore ku ajak anak ku mandi untuk mendingin kan kepala sama hati ku. Masalah berulang yang sering di lakukan mas Hasan.
Selesai mandi kami nonton tv nonton kartun favorit anak ku. Aku tiduran di sebelah anak ku. Ku dengar mas Hasan membuka pintu belakang dan berjalan ke kamar mandi cuci kaki. Dia berjalan ke kamar samping mengambil handuk aku cuma diam melirik juga tidak malas rasanya mau buka mulut takut emosi ku meluap lagi.
Malam nya aku tidur duluan ke kamar setelah anak ku tertidur tadi. dari sore tadi aku mendiam kan mas Hasan. sepertinya mas Hasan mencari-cari hp nya.
Tidak lama kemudian mas Hasan masuk ke kamar dan bertanya
" ma tadi mama kirim pesan apa saja ke pada kak Yana" tanya nya
aku yang sudah mulai mengantuk terpaksa membuka mata lagi
" kenapa mas gak terima aku ngirim pesan kepada kak Yana" tanya ku balik
" ini kan masalah kita, cukup kita selesai kan berdua " Kata nya lagi
" masalah berdua jadi kak Yana tidak termasuk masalah, kalau memang mau curhat kenapa perlu sayang- sayangan. Kenapa kalau ada masalah tidak langsung di bicarakan Sama mama malah sayang- sayang sama orang lain alasannya curhat segala" jawab ku kesal
karena mungkin merasa bersalah mas Hasan hanya diam tidak menanggapi lagi dan keluar kamar.
Aku yang sudah mengantuk hilang sudah rasa kantuk ku tadi, rasanya kini emosi ku bangkit lagi. Ku beristigfrar dan menarik nafas dalam- dalam mengurangi emosi dan sesak.
Lagi - dan lagi gara- gara hp semuanya kacau. Kami bertengkar lagi gara- gara hp juga dan gara- gara mas Hasan yang tidak bisa menjaga hati nya.
Aku berdoa semoga masalah kami cepat selesai dengan baik. Dan mas Hasan cepat sadar dan berubah lebih giat bekerja dan lebih menyayangi keluarga kecil kami. Sebelum tidur aku mencium anak ku, ku usap sayang anak ku dan mengusap air mata yang jatuh di pipi ku.
__ADS_1
Untuk kesekian kalinya mas Hasan memberi ku luka lagi. Semoga aku selalu sabar dan kuat dalam menjalani rumah tangga ini. Demi anak, aku mencoba bertahan dan berjuang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...