Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
puasa


__ADS_3

Sudah seminggu ini Kami berpuasa, semoga puasa ku nanti penuh selama satu bulan doa ku. Hari Minggu mas Hasan libur kerja, tapi kalau di bulan puasa begini kalau ikut puasa pasti hanya tiduran di rumah tidak kuat mau bekerja katanya padahal aku aja yang puasa masih kuat noreh kemas rumah masak untuk buka sama sahur sekalian belum lagi nyuci baju pake tangan pulak tu.


" mas nanti ambil kan kelapa agak dua biji ya, mau bikin bubur sama buat masak nanti" kata ku ketika pulang noreh


" iya ma" jawab mas Hasan sambil nonton tv


aku pun berjalan ke dapur mengambil penyapu untuk menyapu lantai.


Tidak lama kemudian mas Hasan berjalan ke dapur dan keluar untuk mengambil kelapa.


" ma mau kelapa muda? Enak kayaknya nanti bikin es untuk berbuka" kata mas Hasan


" boleh lah mas, ambil dua juga mas kelapa muda nya" kata ku lagi


Mas Hasan bersiap mengambil kelapa di samping rumah. ini masih termasuk kebun mertuA kami hanya menumpang saja. di samping kawasan rumah masih banyak terdapat pohon kelapa. selesai mengambil kelapa sekalian di kopek kulit nya.


" ma kelapa mudanya mau di buka sekarang?" tanya mas Hasan


" nanti saja mas kan masih baru" jawab ku lagi dari depan pintu


aku pun mulai memasak bubur kacang ijo di campur dengan mutiara dan keledek.


' bubur nya udah matang sekarang tinggal masak sayur dan lauknya' batin ku


Aku pun lanjut memasak, rencana sore ni masak sambal telor dan bikin urap sedikit.


Jam empat aku sudah selesai masak semuanya. Tinggal mencuci peralatan memasak yang kotor. Selesai mencuci aku duduk depan pintu sambil menunggu senja.


" nak udah sore ni mandi yok" kata ku kepada Sifa


" nanti mau jalan - jalan lagi ya ma" tanya anak ku sambil berjalan ke dapur mendekat ke tempat ku


" belum tau nak nanti tanya ayah dulu ya, sekarang mandi dulu biar wangi" kata ku


" siap ma" jawab anak ku


Aku memandikan anak ku, karena anak ku main air hampir basah juga badan ku. Ku ajak naik karena sudah lama main air nya dingin.


Selesai ku pakai kan baju, ia bertanya kepada ayah nya apakah nanti mau ke pasar lagi. Sayup- sayup ku dengar dari dapur katanya nanti mau ngabuburit beli bakso bakar. Sifa bersorak senang karena nanti jalan-jalan lagi.

__ADS_1


Aku pun bergegas mandi supaya tidak ke sore an karena bisa di pastikan nanti antri di tempat bakso bakar.


kami pun sudah siap mau berangkat lagi di Honda, rupanya Wahyu mau keluar juga ngabuburit. Kami jalan beriringan sambil berbual aku bertanya


" Wahyu tadi puasa gak" tanya ku


" puasa bik tapi setengah hari" katanya


" wah hebat itu sudah mau puasa" kata ku kepada Wahyu sambil mengacungkan jempol ku


" bibik mau ke mana" tanya Wahyu


" beli bakso bakar"jawab ku


" sama bik aku pun mau beli bakso bakar" kata nya lagi


" bisa sama ya" ucap ku menanggapi


Kami naik Honda pelan biar sambil ngabuburit. Sesampai nya di tempat bakso bakar antri, lumayan banyak yang beli aku kebagian urutan nomor lima.


Selesai membeli bakso kami jalan- jalan lagi sambil menunggu magrib. Kalau bulan puasa begini sore hari full di jalanan ngabuburit.


Sekitar hampir jam enam kami baru berjalan pulang. Magrib jam enam lebih dua puluh menit.


Terdengar suara kentong tanda berbuka puasa kami berdoa dan berbuka puasa. Aku memakan kurma dahulu baru makan nasi. Mas Hasan langsung minum kopi sedikit dan merokok. Seharian puasa mulut nya kecut katanya. Ku seruput es kelapa muda ahh segarnya dan nikmat. Anak ku sibuk makan bakso bakar.


Selesai berbuka kami baru shalat magrib. Selesai shalat kami rehat depan tv sambil nonton sinetron.


" ma bubur nya di mana?" tanya mas Hasan


" oh iya ya mas sampai lupa bubur nya belum ke makan, sebentar mama ambil kan dulu ya" kata ku sambil berdiri ke dapur mengambil bubur. Sebenarnya tadi sudah aku siap kan cuma tadi kalah pesona sama es kelapa muda. Kami menikmati bubur di depan tv.


Mas Hasan sebentar lagi ke masjid taraweh. Nanti aku minta antar ke rumah Wahyu lagi lah. Hari berikutnya berjalan seperti biasa.


bulan puasa sudah masuk pertengahan sudah ada yang bikin kue lebaran. Kayanya tahun ini aku mau buat peyek aja yang lain nya mau beli kue jadi aja banyak pilihan nya dan enak - enak.


sampai di rumah Wahyu kami langsung masuk ke rumah. Wahyu baru memakan bakso bakarnya.


Mas Hasan dan Abang ipar berangkat ke masjid untuk shalat taraweh. Kami menunggu di rumah Wahyu. Hampir jam sepuluh mas Hasan baru pulang kami sudah ketiduran.

__ADS_1


Mendengar suara Honda datang aku terbangun


" kok malam betul pulang nya mas" tanya ku ketika mas Hasan masuk ke rumah


" rupanya malam ini ada safari Ramadhan di masjid " jawab mas Hasan.


" oh pantes" ucap ku


" Sifa udah tidur " tanya mas Hasan


" udah dari tadi mas, ayok kita pulang langsung mama udah ngantuk ni" ajak ku sambil menggendong Sifa dan berjalan ke luar.


Sampai rumah aku langsung tertidur lagi. Mengantuk sekali mata pun rasanya lengket.


Tidak lupa ku pasang dulu alarm untuk bangun sahur nanti.


Mas Hasan masih nonton tv kayaknya film nya seru film barat perang sama robot. Lima menit awal masih terdengar seterusnya aku sudah masuk ke alam mimpi.


Bangun sahur mas Hasan sudah tidur di sebelah ku. Karena hari ini mas Hasan kerja jadi dia tidak puasa karena tidak kuat katanya, jadi aku sahur sendirian. Selesai sahur aku duduk sebentar sambil main hp. Setelahnya ikut tidur lagi karena masih jam empat .


Aku terbangun mendengar suara azan subuh. Setelah shalat subuh aku pergi noreh di belakang rumah. hampir jam tujuh aku baru pulang.


Aku langsung mandi karena lengket berkeringat. Selesai Mandi baru membangunkan mas Hasan


" mas bangun udah jam tujuh ni" kata ku


" hmmm iya" jawab mas Hasan sambil duduk di tepi kasur


Tidak lama kemudian anak ku pun terbangun. Ku ajak mandi sekalian biar segar. Selesai berpakaian dan berdandan baru ku siap kan sarapan untuk Sifa. Karena udah besar Sifa udah pandai makan sendiri tanpa perlu di suapi.


Pagi kalau mau bekerja mas Hasan ngopi dulu di rumah sarapan nya nanti di tempat kerja. Seperti saat ini mas hasan sudah selesai ngopinya dan berpamitan untuk berangkat bekerja.


" hati- hati di jalan dan hati- hati kerjanya mas" pesan ku ketika mas Hasan berpamitan


" iya ma" jawab mas hasan


" yah nanti belikan kentaki ya" pesan anak ku kepada mas Hasan


" ok nak" jawab mas Hasan lagi

__ADS_1


Tidak lama kemudian mas Hasan berangkat. Sifa udah selesai sarapan dan lagi nonton kartun, tugas ku seperti biasa kemas rumah dan mencuci baju.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2