
Sudah tiga bulan ini aku menjadi guru pendamping di Kelompok Bermain. Banyak pengalaman baru yang ku dapatkan. Beberapa hari yang lalu aku juga ikut seminar tentang meningkatkan kualitas pendidik. Sebagai pendidik harus menyetok banyak kesabaran dan sabar.
Tugas guru Paud bukan sekadar datang bernyanyi bermain dan pulang. Tetapi lebih komplit karena harus melakukan pembiasaan-pembiaaaan bermain yang terarah maksudnya bermain sambil belajar. Kami datang sebelum anak datang dan pulang setelah anak pulang semua. menyiapkan media belajar sambil bermain setiap hari, pokoknya menurut ku yang paling sabar dan banyak perjuangan adalah guru paud.
Pagi ini ketika kelas tengah berlangsung ada anak yang ingin minum ada juga yang ingin pipis.
" Bun mau minum" kata Cici salah satu anak didik kami
" iya ayo ibu temani" kata ku
Baru masuk ke kelas sudah ada yang minta pipis ada juga yang nangis di ganggu temannya. Pokoknya beragam tingkah laku mereka. Itu semua wajar anak di bawah lima tahun berbagai macam karakter yang mereka miliki. Kita harus senantiasa tersenyum walaupun memiliki masalah di rumah.
" ayo siapa yang sudah lapar?" tanya ku ketika waktu makan tiba
" saya buk, aku lapar buk" berbagai macam jawaban
" kalau sudah lapar ayo kita duduk dan doa dulu" kata ku lagi
Kami pun berdoa sebelum makan, selesai doa mereka keluar untuk cuci tangan baru makan.
Ketika makan beragam juga tingkah lakunya.p
" buk minta kerupuknya imam" kata salah satu anak
__ADS_1
" buk aku mau lauk telor" kata yang lain lagi
Pokonya kadang milik temannya lebih menarik, jadi saling bertukar makanan atau lauk. Seperti itu lah keunikan dan keragaman mereka.
Selesai makan langsung berlari main di halaman ada juga yang sudah mau membereskan tempat makan nya dulu.
Ketika lagi bermain ada yang rebutan buaian sampai menangis.
" huhuuuu buk aku gak boleh main buaian" kata nya sambil menangis.
" gimana kalau anak bunda main perosotan dulu" kata ku
" tapi pengen main buaian Bu" katanya lagi
" iya nanti gantian selepas main perosotan baru main buaian" bujuk ku lagi
jam sepuluh lebih tiga puluh anak - anak baru pulang. Setelah anak- anak pulang kami menyapu dan mengepel setelahnya baru pulang.
Setiap hari hampir seperti itu rutinitas kami di sekolah.
Aku langsung menjemput Sifa sekolah karena sebentar lagi Sifa juga pulang. Sampai di sekolah Sifa sudah ada beberapa orang tua yang lagi menjemput juga. Aku pun ikut bergabung dan mengobrol bersama mereka. Tidak lama kemudian Sifa keluar dan aku pun pamit pulang.
" ma kita langsung pulang ya" tanya Sifa ketika di jalan
__ADS_1
"iya nak kita pulang langsung ya mama penat mau istirahat, sore nanti kita baru jalan kalau Sifa mau" kata ku
" iya ma, nanti sore aja kita jalan ke rumah adek Lisa" kata nya
" ok " jawab ku
Sampai rumah aku langsung ganti baju dan istirahat begitu pun Sifa. Kami rebahan di depan tv, sambil rebahan aku bertanya kepada Sifa tadi belajar apa di sekolah.
Tidak lama kemudian ku lirik Sifa sudah tertidur sepertinya iya penat juga aku pun ikut tidur siang. Ku pindah Chanel musik volumenya juga tidak terlalu kuat baru ikut tidur. Jam satu kami bangun untuk shalat Zuhur dan setelahnya makan siang.
Sesuai permintaan Sifa tadi jam dua kami jalan ke rumah Lisa karena sore selepas asar Sifa harus ngaji. Sampai di rumah Lisa sepertinya Lisa baru selesai cuci muka. Cepat - cepat iya ke kamar mengelap mukanya dan mengajak Sifa Main.
" kak masuk yuk nanti kita main boneka, aku punya boneka berbie kak" kata Lisa
" ayok" kata Sifa
Mereka asyik bermain sambil tertawa kami hanya mendengarkan saja. Kamu duduk di teras sambil berbual- bual ringan.
Hampir asar ku ajak Sifa pulang untuk istirahat nanti mau mengaji
" nak udah sore pulang dulu yuk, nanti mau mengaji" kata ku
" iya ma, nanti malam ke sini lagi ma" kata Sifa
__ADS_1
" belum tau nak, nanti bilang sama ayah dulu ya" Kata ku
setelah berpamitan kami pun pulang ke rumah. Sampai di rumah istirahat sebentar sambil menunggu azan asar baru mandi dan pergi mengaji.