Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
pengalaman pertama masuk sekolah


__ADS_3

sebentar lagi ajaran baru akan di mulai. Kami sudah mendaftarkan Sifa di taman kanak- kanak di tempat kami. Sekitar tiga hari nan lagi masuk sekolah. Rencana nya besok kami akan membelikan perlengkapan sekolah untuk Sifa di kota sekalian jalan- jalan.


" ayah nanti kita jadi ke rumah adek Lisa kan?" tanya Sifa selepas shalat magrib


" iya jadi nak sebentar lagi ya, ayah mau makan dulu" jawab mas Hasan


setelah mendengar jawaban dari mas Hasan, Sifa menonton tv dulu aku menemani mas Hasan makan malam sebentar. Selesai makan sesuai perkataan mas Hasan tadi kami langsung jalan ke rumah Lisa.


" dek, kakak besok mau beli tas Lo" baru ketemu si Sifa langsung bercerita rencana besok


" kakak udah mau masuk sekolah ya?" tanya Lisa


" iya kakak sebentar lagi sekolah ikut bik Febri" jawab Lisa lagi


aku dan mas Hasan duduk di kursi teras rumah Lia bersama Lia dan suaminya juga. Kami berbincang banyak hal, sedangkan Lia sama Sifa main di depan tv kadang ke teras ikut kami juga. Jam sembilanan aku mengajak pulang mas Hasan karena besok rencananya kami ingin berbelanja keperluan sekolah Sifa. Sampai rumah Sifa menonton tv sebentar kemudian tidur. Aku tidak lama kemudian sudah menyusul Sifa juga ke alam mimpi.


" nak bangun yuk udah pagi ini, nanti katanya mau jalan ke kota belanja" kata ku kepada Sifa ketika jam sudah menunjukkan angka tujuh.


Tidak lama kemudian Sifa bangun dan ku ajak mandi. Sebelum berangkat kami sarapan dulu di rumah. Sekitar jam setengah sembilan kami baru berangkat.


jam sembilan lebih kami sampai di tempat tujuan. Pertama aku mencari toko sepatu setelah dapat aku masuk bersama Sifa, mas Hasan menunggu di sudut ruangan tempat khusus menunggu.


" ma aku mau yang ini sepatunya ma tak payah pakai tali nanti adek susah ngikatnya" kata Sifa


" sini kita coba dulu nak" kata ku


Sifa mencoba memakai sepatu pilihannya kebetulan sekali ukuran nya pas di kaki Sifa.


" wah pinter anak mama milih nya ya, pas ni" kata ku sambil memberi jempol


" iya ma cantik ya" kata Sifa lagi

__ADS_1


" jadi udah beneran mau yang ini " tanya ku sekali lagi


" iya ma, adek mau yang ini aja" jawab Sifa


setelah mendapat pilihan kami menuju ke mas Hasan untuk menunjukkan pilihan Sifa. Setelahnya langsung menuju ke kasir untuk membayar.


" ma ke mana lagi setelah ini?" tanya mas Hasan


" kita cari toko tas sekolah anak mas" kata ku


Tidak lama kemudian kami menemukan toko tas dan langsung masuk ke dalam.


" selamat datang di toko kami ibu bapak silahkan dilihat dulu dan di pilih- pilih" Kata penjaga toko. 'Mbak nya lumayan ramah ni pelayanannya juga kayaknya ok ni' batinku


Kami melihat- lihat tas sekolah, Sifa ingin yang ada gambar berbie nya. Mbak Penjaga menunjukkan dua tas warna biru dan pink yang ada gambar berbie nya. Sepertinya Sifa suka yang warna pink. Setelah cocok kami langsung ke kasir untuk membayar.


Rupanya lumayan melelahkan jalan - jalan di beberapa toko. Kami berhenti sebentar di kedai makan untuk minum sekalian makan siang soalnya sudah jam sebelas lebih. Selesai makan dan istirahat sebentar kami lanjut mencari peralatan tulis untuk Sifa.


Jam tiga sore kami sudah sampai di rumah, aku langsung istirahat. Sifa dengan senang hati membongkar isi belanjaan kami.


Aku berbaring di depan tv sambil memperhatikan Sifa.


" ma kapan masuk sekolahnya" tanya Sifa


" lusa nak" jawab ku


" yeeee sekolah " ucap Sifa kegirangan


Setelah sibuk membongkar belanjaan tidak lama kemudian Sifa tertidur mungkin kelelahan. sekitar jam lima sore baru bangun tidur. Karena sudah sore langsung ku ajak mandi.


Malam ini kami hanya tiduran di rumah soalnya cuaca lagi gerimis rintik- rintik. Jam sembilan kami semua sudah tertidur di depan tv sampai pagi.

__ADS_1


Besok adalah hari yang di tunggu- tunggu Sifa, karena sudah masuk sekolah. Semua peralatan sekolah sudah di siap kan dari sore. Untuk pakaian masih bebas karena nanti beli dari sekolah. Jam enam Sifa sudah bangun tidur dan langsung mandi. Ia begitu antusias untuk pergi ke sekolah. Aku sibuk memasak di dapur membuatkan bekal untuk Sifa. Sebelum berangkat sarapan dulu sedikit nanti di sekolah makan lagi kata Sifa. Sebelum jam delapan kami sudah berangkat ke sekolah. Mas Hasan jam tujuh tadi sudah berangkat kerja. Rencana nya hari ini aku akan menunggu sampai pulang sekolah karena semua kerja di rumah sudah selesai.


Sampai di sekolah sudah banyak teman nya yang datang di antar, lumayan ramai anak- anak yang se usia Sifa. Bu gurunya langsung menyambut dan mengajak masuk kelas. Aku di suruh pulang sama Sifa katanya mama tak udah menunggu. Tapi sudah lah biarkan saja sudah dari awal memang aku pengen nunggu sehari ini di awal masuk pertama.


Rupanya Sifa langsung akrab dengan teman- temannya karena masih satu kampung semua. Saat masuk dan di suruh ke depan memperkenalkan diri Sifa juga langsung berani memang anak mama hebat.


Jam sembilan lebih waktunya makan, semua anak membuka bekal masing- masing. Ku lihat Sifa berbagi sama Febri. Setelah istirahat main jam sepuluh tiga puluh waktunya pulang.


" ma tadi adek ke depan memperkenalkan diri Lo ma" cerita Sifa ketika masih di jalan


" oh ya hebat nya Anak mama pemberani" kata ku memberi pujian


" iya lah ma, teman nya semua aku kenal" jawab Sifa lagi


Sampai rumah langsung istirahat di depan tv. Sorenya ketika mas Hasan pulang Sifa langsung berlari nunggu ayahnya masuk sekalian mandi. Setelah mas hasan Mandi Sifa langsung bercerita pengalaman nya tadi di sekolah.


" ayah tadi di sekolah adek di suruh ke depan kenalan sama Bu guru adek berani yah" cerita Sifa


" wah hebat nya anak ayah ini, tadi tidak menangis kan di sekolah" tanya mas Hasan


" tidak lah yah, udah besar malu kalau menangis" jawab Sifa lagi


" muach pinter anak ayah" puji mas hasan


"Nanti kita ke rumah Mbah ya yah, adek Lisa katanya nanti mau ke sana juga" kata Sifa


" iya nanti kita jalan ke sana" kata mas Hasan


" hore" sorak Sifa


Tidak lama kemudian terdengar azan magrib, kami langsung shalat. Selesai shalat aku mengajak mas Hasan makan. Tadi sore Sifa sudah makan duluan katanya lapar. Sifa di depan tv sambil melihat ke dapur sepertinya ia sudah tidak sabar ketemu lisa. Selesai kami makan Sifa langsung merengek mengajak berangkat. Mas Hasan mengikuti keinginan anak nya. Sampai di rumah Mak rupanya Lisa sudah ada di sana. Sifa langsung berlari ke arah lisa dan menuju kursi ruang depan mereka terlihat asyik mengobrol berdua. Semoga akur terus sampai nanti ya nak.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2