Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
belajar mengaji


__ADS_3

Besok rencana nya Sifa akan aku masuk kan ke tempat kak tika untuk belajar mengaji iqro'. Karena anak seusia Sifa sudah harus mulai belajar mengaji.


"dek mulai besok belajar mengaji di rumah kak tika ya mama antar" kata ku ketika lagi nonton tv


" iya nak teman Sifa semua udah mulai belajar mengaji Lo" kata mas Hasan


" iya ma adek mau, adek apa udah punya iqro' " tanya Sifa


" udah nak, udah mama belikan itu" kata ku lagi


" ya udah sekarang tidur ya udah malam ini besok kan mau sekolah biar gak Bangkong lagi" kata ku


" ayok ma tapi puk puk" kata Sifa minta di puk puk pantat nya kalau tidak di usap- usap badan nya biar cepat tidur.


Ku ajak tidur di kamar langsung dan ku puk puk, tidak lama kemudian Sifa sudah tertidur. Beberapa hari ini cuaca sering hujan, ini pun lagi hujan grimis lumayan deras. Aku berjalan ke arah mas Hasan dan ku peluk dari depan. Hujan- hujan gini enak nya nyari kehangatan sama suami.


Kini aku yang mulai bergairah mulai bernafsu, ku ciumi mas Hasan tanganku sambil merayap ke bawah mengusap - usap senjata pusaka milik mas Hasan. Sepertinya ia mulai berdiri tegak aku makin gencar membelainya.


Malam ini aku yang mengambil kendali duluan. Ku turun ke bawah ku buka celana pendek milik mas Hasan setelah keluar senjatanya ternyata benar sudah tegak berdiri menantang. Ku mulai menggenggam dengan jari ku usap- usap. Aku mendekat dan mulai menjilati lalu ku masukkan ke mulut untuk mengulumnya. Mas Hasan sudah mulai mendesah tidak karuan.


" ah sayang kamu mulai nakal ya ma" kata mas Hasan sambil mendesah


Aku terus mengulum memaju mundurkan senjata mas Hasan di dalam mulut kadang ku kujilati dua telur yang menggantung milik nya juga. Makin mendesah lah mas Hasan, karena sudah tidak tahan kini mas Hasan menarik ku gantian membuka seluruh baju ku sambil mencium seluruh tubuh ku dan menjilatinya. Iya menyesap dua payudaraku sambil di remas- remas juga.


" sayang ah nikmat mas" racun ku sambil menarik rambuk mas Hasan


Mas Hasan makin gencar kini ia turun ke bawah menjilati dan menyesap lubang ku. Makin tidak karuan diri ku terbakar gairah.


" sayang terus ah ah nikmat mas" kata ku sambil menggeliat menikmati setiap sentuhan mas Hasan


" iya sayang nikmat" kata mas Hasan makin memperdalam memasukkan lidah nya


" ah ah yang cepetan gak kuat mama" kata ku lagi


" keluarkan saja sayang" kata mas Hasan semakin cepat mengocok memaju mundurkan lidahnya.


" mas ah sayang ahhhh" kata ku


Sepertinya aku sudah mencapai pelepasan pertama. Kini mas Hasan memposisikan dirinya di belakang ku. Aku tengkurep tapi agak naik dikit.

__ADS_1


" mas masuk kan ya sayang" kata mas Hasan sambil memasukkan senjatanya.


awalnya pelan makin lama makin maju dan makin dalam. Aku bertambah kenikmatannya.


" ah sayang nikmat, terus mas. Nikmat ah" kata ku sambil merem melek .


" nikmat sayang" kata mas Hasan sambil meremas ke dua payudaraku


" mas cepat sayang ah udah mau keluar ini ah yang" racun ku


Mas Hasan semakin cepat memompa dan memperdalam laju genjotanya tidak lam kemudian kami keluar bersamaan


" ahhhhhh" kata mas Hasan sambil menghentakkan dalam dan terasa hangat semburan spermanya. Kami masih terbaring di depan tv kelelahan setelah beraktifitas panas tadi.


" terima kasih sayang nikmat sekali mas" kata ku sambil mengecup pipi mas Hasan


" sama- Sama sayang mas juga puas" kata mas Hasan sambil mencium keningku


kami pun membersihkan diri, aku mulai mode manja.


" mas gendong capek" kata ku sambil merentangkan tangan minta gendong mas Hasan ke kamar mandi


" makin sayang sama mas Hasan " kata ku sambil mengalungkan ke dua tangan ku ke lehernya.


Selesai membersihkan diri aku berpakaian lagi dan lanjut menonton tv sebentar sebelum ikut tidur Sifa di kamar. Jam sepuluh aku tidur menyusul Sifa mas Hasan masih nonton tv.


" mas mama udah ngantuk mau tidur duluan ya" kata ku


" iya sayang jangan lupa baja doa " kata mas Hasan


" iya mas" aku berjalan ke kamar


" mimpi indah sayang " Kata Mas Hasan lagi


Aku tidur di sebelah Sifa, tidak lama kemudian aku sudah menyusul Sifa ke alam mimpi. Jam satu aku terbangun ku lihat mas Hasan sudah tidur di sebelah ku entah jam berapa tadi malam masuk tidur nya mas Hasan. Aku gantian memeluk mas Hasan, dan melanjut kan tidur ku lagi.


Pagi jam lima lebih aku bangun, membuat sarapan untuk bekal Sifa nanti ke sekolah. Jam tujuh lebih Sifa berangkat sekolah, setelah mengantar Sifa aku main sebentar ke rumah kak yuni soalnya tadi udah selesai nyuci dan beres- beres rumah tinggal jemur saja masih mendung.


" kak masak apa" kata ku

__ADS_1


" entah bell punya tempe ni mungkin nanti kakak sayur aja " kata kak yuni


"aku tadi pun bikin sambal tempe kak" kata ku


" Sifa sekolah bell? " tanya kak yuni


"iya kak ni tadi pulang ngantar Sifa langsung ke sini" kata ku


" macam mana lah ni bell tiap hari hujan terus, noreh pon tak bisa" keluh kak yuni


" ya mau gimana lagi kak udah musim nya ya kita nikmati aja" kata ku


Aku sampai siang di rumah kak yuni, Sifa pulang sekolah aku baru pulang ke rumah. Sampai rumah kami istirahat, selesai ganti baju Sifa langsung main boneka sambil bercerita pengalam tadi di sekolah.


" ma tadi Kiki di sekolah menangis di ganggu sama Rizki di ambil penghapusnya dan di sembunyikan. Tadi Riski di marah sama Bu guru" kata Sifa bercerita


"anak mama gak boleh gitu ya, kalau mau minjam ngomong sama temannya" kata ku


" iya ma, lagian adek kan punya semua peralatan sekolah" kata Sifa lagi


Jam setengah dua belas Sifa mengantuk dan ku ajak tidur. Sifa tidur aku pun ikut tidur siang, semua pintu ku tutup karena lagi tidur takut ada orang jualan atau ada orang cari besi buruk keliling rumah. Jam satu kami baru bangun, setelah cuci muka kami makan siang.


" adek jangan lupa nanti sore udah mulai mengaji" kata ku


" iya mama" kata Sifa


Jam dua an kami jalan ke rumah kak ayu, sampai sana Sifa langsung main ke rumah Febri karena rumah bik sari hanya bersebelahan dengan rumah kak ayu. Wahyu sepertinya masih tidur siang.


" tumben si Wahyu tidur kak" kata ku kepada kak ayu


" mungkin penat tadi main di sekolah" kata kak ayu


Kami berbual ringan sambil duduk di teras melihat Sifa dan Febri bermain. Tidak lama kemudian Wahyu terbangun dan duduk di sebelah kami. Setelah ngantuknya hilang ia ikut main bersama Sifa dan Febri.


saat terdengar azan asar mereka berhenti main karena mau mengaji. Ku ajak Sifa pulang untuk istirahat sebentar setelahnya mandi dan berangkat mengaji.


Sampai tempat ngaji sudah agak banyak anak yang datang. Sifa masuk duduk di sebelah temannya menunggu giliran. Aku menunggu di luar rumah duduk bersama ibu lain yang juga mengantar anak nya. lumayan ramai yang belajar mengaji di sini hampir semua anak lingkungan masjid sini belajar mengajinya di sini. Hampir jam enam mereka semua selesai mengaji dan kami pun pulang ke rumah masing- masing.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2