Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
dapat ponakan baru


__ADS_3

Masih di musim durian Minggu depan rencana kami mau jalan ke rumah kakak ku yang ke dua. Iya tinggal di desa sebelah di belakang rumah kakak ku banyak pohon durian jadi mas Hasan mengajak jalan ke sana. Saat ini kakak ku lagi hamil besar sekitar delapan bulan lebih usia kehamilannya. Prediksi dokter anak nya perempuan lagi.


" ma Minggu nanti jalan rumah kak Wati yok" ajak mas Hasan


" lihat nanti lah mas, kemaren di ajak ke rumah Mak gak mau" kata ku


" iya nanti deh kapan- kapan ke rumah Mak lagi" kata mas Hasan


Malam ini kami jalan ke rumah kak Isah, kami langsung menuju dapur. la sudah malam begini kakak iparku baru mau masak nasi goreng katanya. Kalau aku sudah kelaparan, Sifa pun mungkin sudah nangis minta makan.


" belum masak kak?" tanya ku


" belum bell ni mau bikin nasi goreng" katanya


Kami pun berbincang- bincang sambil menunggu kak yuni bikin nasi goreng.


" San rumah Mbah Dolah banyak durian nya?" tanya kak yuni


" oh iya kak sampai lupa aku mau ke sana" kata mas Hasan


" durian tadi masih satu mas di rumah apa mau nyari lagi?" tanya ku


" iya mama tunggu di sini saja ya, mas mau ke rumah bapak sebentar" kata mas Hasan


Mbah Dolah adalah bapak angkat mas Hasan, waktu usia mas Hasan masih enam bulan Mak kandung mas Hasan meninggal jadi mas Hasan di minta sama Mbah Dolah dan istrinya. Mak mertua yang sekarang adalah istri ke dua mertua ku


"mas ke sana sama siapa ?" tanya ku


" sendiri aja cuma sebentar paleng ke rumah bapak terus cari durian di bawah pokok lalu pulang." jawab mas Hasan


Mas Hasan pergi ke rumah Mbah Dolah bawa lampu senter kak yuni juga untuk nyari durian nya. Kami menunggu di rumah kak yuni, tidak lama kemudian nasi goreng nya sudah jadi. Kak yuni mengajak kami makan lagi.


" bell ayok makan nasi goreng nya enak ni" kata kak yuni


" iya kak ni aku cobain dikit aja soalnya tadi udah makan di rumah" kata ku


Aku pun makan sedikit nasi goreng nya, aku sisih kan sedikit juga untuk mas Hasan pasti mau makan lagi.


Sekitar hampir satu jam mas Hasan pulang bawa durian lima biji, tiga biji langsung di buka di rumah kak yuni yang dua kami bawa pulang. Selesai makan durian masih makan nasi goreng lagi hadeh mas mas Hasan.

__ADS_1


" mas pulang yok udah hampir jam sepuluh ini" kata ku


" ya udah ayok' kata mas Hasan


Sampai rumah Sifa langsung tidur di kamar, aku masih nonton tv sebentar sama mas Hasan.


"ma besok sore jalan ke rumah kak Wati yok, sore mas libur soalnya gudang tutup" kata mas Hasan


" iya kalau gak hujan y mas" kata ku


Aku sudah menguap terus aku pun masuk kamar ikut tidur di samping sifa. Kayak nya baru tidur sebentar tapi kok kayak ada yang meniup- niup telinga ku. Rupanya mas Hasan memeluk ku dari belakang sambil tangan nya bergerilya kemana- mana. Aku yang mengantuk jadi hilang ngantuknya ikut terbawa gairah.


" mas gendong Kita main di kamar sebelah yok" bisik ku


" ayok sayang " jawab mas Hasan semangat


Mas Hasan pun menggendongku pindah ke kamar sebelah. Aku mencium dan menjilati telinga mas Hasan sepertinya ia terbakar gairah sampai memeluk ku erat. Karena sudah tak tahan mas Hasan membuka semua baju ku dan baju nya juga. Ia langsung menciumi ku menjilati dan mengemut payudara ku bergantian aku sudah tidak bisa mengendalikan diri terbakar gairah.


" massss ah, ayo masukin udah gak tahan ini" rengek ku


" iya ni mas masukin ya sayang" kata mas Hasan langsung memasukkan senjata pusakanya. Memaju mundurkan dengan cepat aku sudah mendesah terus kenikmatan. sampai akhirnya kami mencapai puncak kenikmatan dan tertidur sambil berpelukan.


Paginya seperti biasa mas Hasan pergi kerja Sifa ke sekolah dan aku melanjutkan noreh. Jam sepuluh pulang noreh langsung mandi sebentar lagi jemput Sifa pulang sekolah.


pulang sekolah Sifa mengajak singgah ke rumah Lisa sebentar. Setelah puas bermain baru pulang ke rumah, sampai rumah sudah jam sebelas tiga puluh waktunya istirahat.


Kami tiduran di depan tv sambil nonton kartun Tom and Jerry, sekitar jam satu mas Hasan pulang karena memang hari ini hanya bekerja setengah hari. aku bangun dari tidur, ku lirik Sifa masih tertidur nyenyak.


" mas sudah makan " tanya ku kepada mas Hasan


" sudah ma, sebelum pulang tadi makan duluan" kata mas Hasan


" oh ya sudah" kata ku


lantas aku buat kan secangkir kopi untuk mas Hasan, ia tiduran di ruang dapur istirahat sebentar sebelum mandi katanya.


Perutku sudah keroncongan jadi aku makan duluan. Nanti Sifa kalau sudah bangun baru ku suruh makan, mau aku bangunkan kasian lagi tidur nyenyak.


selepas asar kami berangkat ke rumah kak Wati, aku singgah di kedai dulu untuk beli jajan sama kue. Sekitar dua puluh menit kami sampai di sana. kakak ku baru selesai mandi dan sholat, anak nya yang besar lagi nonton tv.

__ADS_1


" gimana kak kabarnya sehat?" tanyaku


" alhamdulillah sehat, bayinya juga sehat" kata kak Wati


" Alhamdullillah" kata ku lagi


" dari rumah atau dari mana" tanya kak wati


' iya kak dari rumah sengaja jalan ke sini mau minta durian hehe" kata mas Hasan


" ke pondok aja langsung, Anang ipar mu masih di sana " kata kak Wati


" ayok ma" ajak mas Hasan


" aku di rumah saja lah mas, nanti kalau ada yang enak Bawak aja pulang ke sini" kata ku


" pakai apa Abang ke sana kak" tanya mas Hasan


" bawa kereta dorong sambil jalan kaki" kata kak Wati


" ya udah aku pun jalan kaki aja lah" kata mas Hasan


Mas Hasan pun menyusul Abang ipar ke pondok durian.kami di rumah kak Wati malas mau ikut banyak nyamuk.


" kapan prediksi lahirannya kak" tanya ku


" sekitar tiga mingguan lagi lah bell" jawab Kak Wati


" semoga nanti lahirannya lancar dan semuanya di beri kemudahan sehat jasmani dan rohani ya kak" kata ku


" Amin" kata kak Wati


" sisi ini bibik bawa jajan Lo, mau gak hadeh irit bicara betol ya kak sisi ini" kata ku


" iya bik nanti" kata sisi di depan tv


Sekitar hampir satu jam man mas Hasan pulang Sama Abang ipar juga. Karena udah sore Abang ipar mau mandi dulu makan dan shalat baru ke sana lagi.


Kami pulangnya selepas magrib, aku makan satu biji durian agak kecil. Enak tak terlalu lembek duriannya, kami pun di bawakan durian empat biji untuk di bawa pulang. Terima kasih kakak Abang semoga rejekinya makin lancar.

__ADS_1


__ADS_2