Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
memaafkan


__ADS_3

Sabtu ini kami semua berencana pergi ke pantai ramai- ramai. bersama adek bradek dari pihak mas Hasan. Kami bawa bekal dari rumah dan makan bersama di pantai.


" bel nanti kamu masak mi goreng sama nasi ya" kata kakak pertama nya mas Hasan


" aku bikin ayam sambal aja kak" usul mamanya Wahyu


" ok, terus Lia bawa ikan selar bakar ya" kata kakak lagi


" iya kak" jawab Lia singkat


" nanti aku bawa minuman dingin sama hangat sekalian cemilannya" kata nya lagi sambil melihat kami


Akhirnya sudah kami sepakati kalau nanti hari Sabtu apa aja yang harus kami bawa untuk rekreasi.


" mas cepetan bangun hari ini kan mau ke pantai" seru ku dari depan pintu kamar ketika melihat mas Hasan lagi menggeliat


" iya ma sebentar" jawab nya


" sekarang mas bangunkan sifa sekalian nanti mandi kan Sifa juga" kata ku lagi sambil berjalan ke dapur


masalah kemarin aku mencoba memaafkan kembali berdamai dengan hati ku sendiri. Aku mencoba berfikir positif.


' mungkin aku yang kurang memberi perhatian kepada mas hasan' batin ku


Jadi mulai sekarang aku akan mencoba bertanya apa keinginan mas Hasan. semoga semuanya masih bisa dibicarakan dengan baik- baik. Aku tidak ingin nanti nya anak ku yang menjadi korban.


"ma, kopi papa man?" tanya mas Hasan sambil berjalan ke dapur


" itu di meja" jawab ku sambil terus mengaduk mi goreng untuk bekal nanti


"ma bau nya sedap, adek mau mi goreng" kata anak ku yang berada di gendongan mas Hasan.


" iya cuci muka dulu ya, nanti baru makan" jawab ku sambil menoleh kepada anak ku


" ayok pa cepat" ajak nya tidak sabar


Selesai cuci muka anak ku langsung sarapan ku buatkan juga telur dadar biar tambah lahap makan nya. Mas Hasan lagi menikmati minum kopi sambil melihat Sifa sarapan.


Aku sibuk membungkus nasi, aku bungkus sekalian kecil- kecil untuk seporsi biar tidak ribet bawa piring segala. Cukup bawa sendok sama lap tangan nanti nya.

__ADS_1


Selesai bungkus nasi, ku taruh di baskom dulu. Untuk Mi nya ku masukkan jadi satu di wadah tertutup. Aku ikut sarapan bersama Sifa. Selesai sarapan ku ajak mandi dan berdandan.


Kami sudah siap mau berangkat tinggal ngumpul nanti di tempat mertua ku. Adik iparku si Wati yang masih lajang kebagian bawa tikar.


Jam delapan kami berangkat. Anak-anak begitu senang mau rekreasi. Mereka bernyanyi ria di perjalanan.


Sekitar dua puluhan menit kami sampai di lokasi cuaca masih sejuk sepertinya masih Pasang air nya. Jadi kami duduk - duduk dulu di tikar. Anak- anak bermain lari- larian sambil tertawa.


Kami hanya mengawasi dari jauh. Para lelaki masih duduk di Honda merokok sebentar katanya sambil ngobrol- ngobrol.


Jam sepuluh an air sudah mulai agak surut, anak- anak merengek minta main air mau mandi. Jadi kami ikut turun mengawasi dari dekat.


Selesai mandi mereka sudah lapAr katanya langsung mengajak makan. Jadi kAmi bersiap-siap menata tempat biar muat untuk makan bersama.


Senang nya melihat anak- anak tertawa bahagia, kami pun ikut tersenyum sambil menikmati makanan yang kami bawa.


" ma beli es krim" ucap Wahyu ketika mendengar penjual es krim mendekat padahal baru sebentar tadi ngemil dan selesai makan


" ma mau es klim juga" rengek anak ku


Semuanya minta es krim, akhirnya Abang ipar ku belanja membelikan kami semua es krim termasuk mak- Mak dan bapak- bapak juga. Walaupun cuma es krim dua ribuan tapi kebersamaan nya yang bikin bahagia.


Sekitar jam satu kami beres- beres untuk pulang. Karena sudah penat bermain sepertinya anak- anak mulai mengantuk juga.


Di perjalanan Sifa sudah tertidur, sampai rumah langsung ku tidurkan di Kasur. Selesai ganti baju aku pun ikut rebahan. Rasanya capek walaupun bersenang- senang tapi tetap perlu istirahat. Aku ikut tidur di samping sifa. Mas Hasan seperti nya lagi di dapur membuat kopi sendiri.


" ma bangun udah sore" sayup- sayup ku dengar suara mas Hasan membangun kan ku. Aku membuka mata dan melihat jam sudah jam tiga. Sifa rupanya sudah bangun dan lagi bermain.


" udah lama Sifa bangun nya mas" aku bertanya kepada mas Hasan


" belum ma mungkin sekitar lima belasan menit lah" jawab mas Hasan


" adek main apa itu" tanya ku kepada Sifa


" main masak- masak ma, bikin ayam goreng" katanya sambil membolak- balik kan mainan nya.


" udah pinter rupanya anak mama, besok bisa bantu mama masak ni" ucap ku sambil mengelus kepalanya


" bisa lah ma" jawab nya lagi

__ADS_1


Aku hanya tersenyum dan berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka. Setelah nya aku duduk di dapur sambil mikir sore ni mau masak apa.


" mas masak apa nanti enak nya ya" tanya ku kepada mas Hasan yang lagi menemani anak ku main


" hmmmm sepertinya masak sambal telor di campur kentang enak ma" jawab suamiku


" di rebus dulu ya telur nya?" tanya ku lagi


" iya ma sambalnya pakai cabe merah nyam" kata nya lagi sambil membayangkan


" oke lah kalau gitu mama masak dulu" seru ku sambil berdiri


Aku memasak sambil sesekali melihat mereka bermain. Anak ku memang dekat dengan ayah nya. Kadang mau tidur ayah nya harus ikut tidur di sebelahnya. Kalau malam lagi di rumah tidur sambil memegang baju ayahnya takut di tinggal jalan. Padahal kalau sudah tertidur pasti ditinggal juga.


' kenapa mas kemaren- kemaren kamu tidak berfikir dulu tentang anak mu kalau ingin melakukan sesuatu' batinku


Bagaimana nasib anak ku kalau sampai tahu orang tuanya lagi ada masalah kemaren. Jadi setiap di depan anak ku aku berpura- pura semuanya baik- baik saja. Aku tidak ingin anak ku menyaksikan pertengkaran kami.


Ya Allah jauh kan lah kami dari perpecahan dan buka kan lah pintu hati mas Hasan supaya kembali seperti dulu doa ku.


selesai memasak aku memanggil mereka.


" mas udah Mateng ni masakan nya mau makan sekarang apa nanti" tanya ku


" makan sekarang aja lah ma, mas sudah lapar lagi ni" jawab nya sambil berjalan ke dapur tidak lupa mengajak Sifa juga


Akhirnya kami makan bersama, anak ku suka makan pedas. Sambal telor di rebus dulu juga kesukaan nya. mas Hasan dan Sifa makan dengan lahap aku melihat sambil tersenyum dan geleng - geleng kepala.


selesai makan kami duduk - duduk di depan pintu. Tidak lama kemudian Wahyu datang


" dek ikut ke rumah Abang yok kita main" ajak nya kepada Sifa


" boleh ikut ma" tanya Anak ku


" boleh tapi hati- hati ya bang Wahyu adek nya di jagain" pesan ku kepada Wahyu


Mereka berjalan ke rumah Wahyu aku hanya melihat sampai mereka masuk rumah. Ku lihat Febri juga berjalan ke rumah Wahyu mungkin sudah janjian tadi mau main bareng lagi.


Akhirnya aku berdiri dan mulai kemas rumah dan mencuci piring kotor. selesai semuanya aku langsung mandi dan menjemput Sifa di rumah Wahyu, karena sudah jam lima sore.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2