Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
adik ipar ketemu jodoh


__ADS_3

"assalamukalaikum" ucap ku ketika sampai di depan rumah mertua


" waalaikumsalam" jawab Mak mertua


Kami masuk langsung menuju ke ruang keluarga.


" mbh edok" sapa anak ku kepada nenek nya


" iya, Sifa dari mana" tanya Mak lagi


" dari jalan- jalan tadi mbh, berkunjung banyak rumah banyak juga tadi di kasi uang" jawab anak ku lagi sambil mengeluarkan uang nya dari tas kecil.


" wah banyak ya, ya udah di simpan lagi" kata Mak


" ke mana bapak Sam Wati Mak" tanya ku kepada Mak mertua sambil makan kue bawang


" tadi ke rumah Siti kata nya Wati mau di kenalkan dengan saudara nya siti dari kota" jawab Mak mertua


" waduh si Wati mau di jodoh kan gitu maksudnya Mak " tanya ku lagi


" iya di suruh kenalan dulu kalau cocok ya lanjut" kata Mak lagi


' hmmm kaya zaman Siti Nurbaya aja dijodoh- jodohkan' batin ku


Aku pun menikmati makan kue sambil nonton tv. Mas Hasan di teras lagi merokok, Sifa berlarian sebentar ikut ayah nya sebentar ke depan tv.


Tidak lama kemudian terdengar orang mengucap salam rupanya ada tamu yang datang berkunjung. Maklum lagi lebaran biasanya tamu yang berkunjung ke rumah mertua siang malam.


Mak menjawab salam dan berjalan menuju ke ruang depan mempersilakan tamu nya masuk dan berbincang- bincang sambil makan kue.


Sepertinya ada tamu yang datang lagi soalnya terdengar Honda berhenti di halaman rumah Mak. iya betul ada saudara berkunjung lagi tamu yang tadi tidak lama kemudian berpamitan pulang.


jam sembilan lebih bapak mertua sama Wati baru pulang.


" gimana pak" Tanya Mak mertua saat mereka masuk ke rumah


" sepertinya mereka sudah cocok buk, nanti di kabari lagi tinggal rundingan jadi saja" jawab bapak mertua

__ADS_1


" Alhamdullillah" jawab Mak


" cie cie yang udah kecantol jodoh dadakan" goda ku kepada Wati


" apa sih kak " katanya sambil senyum- senyum.


" siapa namanya Wati" tanya ku lagi


" Aldi kak" jawab nya


" oh" kata ku sambil mangut- mangut


" Mak seperti nya sebentar lagi makan besar ni " kata ku kepada Mak mertua


" kayak nya lah bell, doa kan saja semoga semuanya lancar" kata Mak mertua


" mas adik mu sudah ketemu jodoh Lo, lebaran membawa jodoh " kata ku kepada mas Hasan


" iya tadi bapak juga sudah cerita sama mas, katanya dulu pernah bertunangan tapi gagal, ni lebaran lagi berkunjung ke rumah saudaranya la dijodoh kan Sama Wati ternyata cocok" ucap mas Hasan


" oh jodoh pandangan pertama si Wati mas" kata ku lagi


Sifa sepertinya sudah mengantuk kami pun pamit pulang. Sampai di rumah selesai ganti baju Sifa langsung tertidur. Aku masih beres- beres rumah. Menyapu lantai ruang depan soalnya besok pagi menerima rombongan awal.


Tradisi tempat kami kalau lebaran kami satu RT rombongan atau barakaan. Kebetulan tahun ini dari ujung dekat rumah kami jadi malam ini aku harus siap- siap dulu.


" mas minta tolong bantu angkat kan toples kue ini ke depan sama gelas nya ya, biar nanti mama yang susun" kata Ku kepada mas Hasan yang lagi asyik nonton tv


" ok ma" jawab nya sambil berdiri dan melaksanakan yang aku perintah tadi


aku membawa minuman kaleng Sama botolnya. Ku susun kue, gelas dan minuman Serapi mungkin. Untuk ruang depan sudah selesai untuk ruang depan tv udah ku letakkan kue di meja besok pagi tinggal menyapu. Piring gelas semua sudah ku siap kan besok pagi aku masih bangun pagi untuk memasak bakso, rencana mau ku hidangkan sip bakso campur tetelan sapi. Semuanya pun tinggal memasak sudah ku Siap kan


" mas besok bangun pagi ya bantu mama masak" kata ku sambil berbaring di sebelah mas Hasan ikut nonton tv sebentar


" iya ma, besok bangun kan aja mas" jawab nya.


Aku ikut nonton tv sebentar, tidak lama kemudian masuk ke kamar ikut Sifa udah ngantuk ternyata sudah hampir jam sebelas. Harus segera istirahat ini besok mesti bangun pagi- pagi pikirku. Aku pun langsung tertidur.

__ADS_1


Jam lima aku terbangun ku rentangkan tangan dan ku bangunkan mas Hasan.


Pagi ini kami gotong royong memasak dan menyiap kan segala keperluan untuk menerima rombongan nanti. Jam enam tiga puluh ku suruh mas Hasan membangunkan sifa. Biasa nya jam tujuh orang- orang sudah mulai berdatangan kumpul dulu di rumah pak RW rumah paling ujung.


Mas Hasan memandi kan Sifa, kemudian aku yang memakai kan baju dan merias Sifa. Sementara aku merias Sifa mas Hasan ku suruh mandi untuk gantian nantinya.


Mas Hasan sama Sifa udah ganteng dan cantik. Sekarang gantian aku yang mandi. Selesai siap- siap kami pun ikut menyusul ke rumah pak RW.


Sampai di sana ternyata sudah lumayan ramai warga yang sudah berkumpul. Aku pun masuk dan bersilaturahmi dengan tetangga lain. sekitar jam delapan rombongan mulai berjalan ke rumah- rumah.


Semua terasa menyenangkan bisa berkumpul dan bersilaturahmi apalagi rombongan begini. Anak- anak berlarian dan tertawa. Sekitar jam sebelas siang rombongan berhenti dulu untuk istirahat dan sholat Zuhur sekalian. Nanti jam satu rombongan di mulai lagi kami pun pulang ke rumah masing- masing untuk istirahat.


Sampai rumah rasanya penat di kaki pegal- pegal juga, selesai ganti baju aku langsung mencuci piring dan gelas kotor sisa rombongan tadi. Karena tadi cuma kami tumpuk di tempat cuci piring dan kami tinggal saja ikut melanjut kan rombongan. Selesai kemas aku langsung ikut tidur.


Sepertinya baru tidur sebentar alarm sudah berbunyi. tadi aku pasang alarm jam setengah satu. Aku membangunkan sifa untuk mandi dan rombongan lagi. Jam satu lebih sepuluhan menit kami berangkat lagi sekitar separo warga yang sudah datang.


Kami masuk ke rumah tempat menunggu teman lain. Jam setengah dua baru di mulai rombongan lagi sampai jam lima sore. akhirnya selesai juga satu hari ini rombongan besok masih satu hari lagi.


Sampai rumah kami langsung mandi dan berehat lagi. Rencana nanti malam mau ke rumah kakak ipar bertamu ke sana


Malam nya jam tujuh lebih kami berangkat ke rumah kakak ipar.


" assalamukalaikum kak" ucap ku


" waalaikumsalam masuk aja bell" jawab kakak ipar


Kami pun masuk dan berbincang- bincang. Kakak ipar malam ini tidak keluar karena penat juga tadi siang habis rombongan juga di tempatnya. Kami berbual tentang Wati yang di jodoh kan


" bell la si Wati di jodoh kan langsung jatuh cinta" kata kakak ipar


" iya kak kemarin kami pas di Sana saat bapak Sama Wati pulang dari kenalan itu" jawab ku


" Wati kan emang gampang jatuh cinta" ucap mas Hasan lagi


" iya dulu- dulu aja katanya cinta mati Sama boi la sekali putus ini langsung jatuh cinta pas di jodohkan" sambung Abang ipar


Kami hanya tertawa saja, ya begitulah si Wati. Belum lama kemaren Wati lagi pacaran Sam boi katanya udah cinta mati sama boi kalau tidak sama boi pokonya tidak mau. Karena kata bapak mertua siapa yang mau sama Wati harus tinggal satu rumah sama mertua si boi mundur soalnya dia pengen buat rumah sendiri.

__ADS_1


La ini baru di kenalkan langsung jatuh cinta lagi. Wati oh Wati. Kami berbual sampai jam sembilan nan dan pamit pulang karena besok masih ada rombongan seharian lagi. Malam ini aku tidur agak awal pulang dari rumah kakak langsung tertidur. Selamat malam nak selamat malam mas Hasan ucapku dalam hati.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2