Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
mencoba ikut bekerja


__ADS_3

Anak ku sudah bisa merangkak dan kadang- kadang mau belajar berdiri. ia termasuk anak yang baik tidak rewel. Kalau di kasih mainan atau jajan pasti itu lah yang dimainkannya. paginya selepas subuh aku mencoba noreh di belakang rumah anak ku masih tertidur sama mas Hasan. Nanti jam enam lebih Baru aku pulang membangunkan mas Hasan untuk noreh.


Sudah dua hari ini aku coba menoreh pagi di belakang rumah kebun milik mertua jadi bagi hasil. Tak apa lah walaupun sedikit yang penting ada penghasilan.


Sampai rumah anak ku belum bangun pun dengan mas hasan. Aku langsung mandi dan berpakaian. Baru ku bangun kan mas Hasan


" mas bangun udah jam enam lebih" sambil ku goyang badan nya.


" sebentar" jawab nya


" mas bangun udah siang ini nanti bapak marah kalau tau mas belum berangkat noreh" jawab ku


" hmmm iya iya" baru lah bangun sambil menguap. mas Hasan paling takut sama bapak mertua karena bapak mertua agak keras.


Aku pun heran sekarang kalau dibangunkan paling susah mas Hasan gara; gara sering begadang.


Hampir jam tujuh mas Hasan baru berangkat noreh. Tadi pagi sebelum berangkat noreh aku sudah merendam pakaian kotor, mumpung anak ku masih tidur ku langsung cuci baju. aku masih mencuci Pakai tangan karena kami belum punya mesin cuci. Selesai menjemur tidak lama kemudian anak ku bangun. Ku ajak ke dapur nunggu sebentar baru mandi. Pagi ini aku tidak masak karena punya lauk dari rumah kak sari semalam.


Malam nya kami jalan ke rumah Wahyu


"dek sini ayo jalan" ajak Wahyu karena anak ku baru belajar jalan


" cepat Abang punya jajan ini" katanya lagi di iming - imingi jajan biar adek nya jalan ke tempat dia


Kami hanya melihat saja mengawasi dari dekat.


Penat bermain Sifa mulai mengantuk ku ajak mas Hasan pulang


"mas pulang yuk sifa udah mulai ngantuk ni" ajak ku


" sebentar lagi lah bik" kata Wahyu


"besok lagi adek main ke sini adek udah ngantuk ini" jawab ku


" iya deh" jawab nya lesu


" ayok mas" ajak ku lagi


" ya udah ayok" jawab mas Hasan sambil jalan duluan


Kami pulang ke rumah. Sampai di rumah Sifa langsung minta *****. Tidak lama kemudian sudah tertidur.


Mas Hasan masuk ke kamar pamit keluar sebentar aku iya kan saja. Ku larang pun pasti tetap pergi. Ya udah biarkan saja. Aku pun ikut tertidur. Mas Hasan pulang aku tidak dengar tau-tau bangun tengah malam sudah tidur di sebelah ku.

__ADS_1


Sudah sepuluh hari ini aku noreh belakang rumah. Hari ni rencananya mau kopek ojolnya . Sifa aku titip di rumah Wahyu. kakak ipar kebetulan tidak noreh Wahyu juga lagi di rumah karena hari Minggu.


Lumayan dapat tiga ember sedang ya sekitar tiga puluh an kilo lah. Dapat besok ku jual menambah penghasilan walau pun bagi dua.


Adik ipar ku anak nya beda sekitar lima bulan usianya dengan Sifa. Kalau pagi ditinggal noreh juga anaknya dititipkan ke Mak mertua.


pagi ini Mak mertua bantu noreh bapak di belakang. Gantian pulak ponaan ditinggal rumah kami. sama-sama perempuan tapi lasaknya minta ampun semua di panjat sampai mau kencing saja kayak nya tidak berani mau meninggalkan.


Aku menghela nafas berat. Baru aku mau bantu noreh penat rasanya ini sudah di tinggali sama ponakan. Mau nolak Mak mertua takut tersinggung tapi mau di iyakan berat. Ada saja cobaan yang datang. Setelah semingguan akhirnya aku beranikan diri komplain ke adik ipar. Bukan nya aku tidak mau bantu jagain tapi kalau setiap hari jaga bayi dua pulang noreh dan gak bisa aku tinggal kemana- mana. belum nyuci baju kemas rumah lagi. kadang baru masak nasi. Akhirnya setelah sepuluh hari dititip kan di rumah pagi ini sudah tidak lagi mungkin di jaga sendiri.


" Lisa tidak ke sini ma" tanya mas Hasan pulang noreh


" tidak mas, kemarin mama curhat sama Ita kalau mama tidak sanggup jaga dua bayi penat habis noreh lagian gak bisa ngapa- ngapain. Si Lisa aktif banget lasak" jawab ku


" oh terus giman tanggapan Ita" tanya mas Hasan lagi


" ya udah gak papa" kata ku


Aku membuat kan kopi dan ku letakkan di samping mas Hasan


" tapi kayaknya yang agak lain Mak mas, mungkin Mak agak merajuk soalnya ku tanya gak jawab tadi" curhat ku


" ya biarkan saja nanti kan baik sendiri" jawab mas Hasan


Ya sepertinya Mak mertua ku yang agak tersinggung aku keberatan menjaga dua bayi. biarlah daripada badan ku penat sendiri dan aku kesiangan masak sama nyuci bajunya.


Seminggu kemudian gantian yang di titip kan di sini Febri Sama - sama perempuan juga anak nya bibik ku adek nya Mak mertua.


Tapi si Febri udah lumayan mandiri dan bisa mengajak main sifa anaknya pun tidak lasak. Jadi aku tidak keberatan kalau si Febri di tinggal di sini selama mama nya noreh. Norehnya pun cuma di belakang rumah kalau ada apa- apa nanti bisa ku panggil.


" bell nitip Febri ya bibik noreh di belakang" tana nya bibik ku


" iya bik gak papa nanti Sifa ada teman nya" kata ku


" nanti kalau ada apa- apa panggil aja bbik" kata nya lagi.


" iya bik" jawab ku lagi


Sifa sama Febri anteng main berdua. kayak nya bakal akur kalau berdua soalnya Febri anak nya ngalah Han kalau mainan nya di minta Sifa minta gantian di kasih sama Febri.


masalah nya Mak mertua bertambah agak sensi soalnya kemarin aku keberatan pas si Lisa di sini sekarang Febri di sini aku boleh Hin.


ya mau gimana lagi Lisa sama Febri jauh berbeda si Lisa masih di bawah Sifa anak ku umur nya dan aktif juga lasak nya lumayan sedangkan Febri beda satu tahun Sama anak ku dan dia model kalem ngayomi.

__ADS_1


Siang itu aku masak gulai ayam kampung. Ku lihat Mak sudah selesai noreh dan mau pulang


" Mak singgah naik dulu ke rumah, makan dulu tadi aku masak gulai ayam kampung" kata ku


" enak tu, iya lah Mak makan dulu" jawab nya


Baru beberapa hari ini Mak mertua sikap nya biasa lagi kemarin- kemarin kadang diam saja kalau ku tanya.


" bapak belum siap Mak" ku tanya Mak yang lagi cuci tangan


" kayak nya belum tapi paling tinggal sedikit" jawab Mak


" main apa nduk" tanya Mak mertua kepada Sifa sama Febri


" boneka " jawab Febri


anak ku baru mulai belajar bicara, ngomng makan ***** minum Mbah Mak ayah sudah pandai. Gigi nya juga sudah banyak. sekarang sudah pandai jalan juga


Mak makan dengan gulai ayam.


" tambah lagi lah Mak" kata ku


" iya nanti ini masih banyak" kata Mak


" tadi masak apa Mak" tanya ku


" sambal telor sama sayur pucuk ubi" jawab Mak


" bapak nanti suruh singgah sekalian Mak ajak makan juga" Kata ku


" kalau mau kadang pilih merokok" jawab Mak


tengah hari semuanya sudah pulang, tadi bapak singgah juga sebentar makan sedikit. Febri juga sudah pulang. Mas Hasan juga baru lepas makan sekarang waktunya istirahat rebahan rasanya penat dari pagi belum berehat. Ada saja yang mau dikemas. Kami akhirnya tidur siang bersama.


Cuaca tiba- tiba mendung baru tidur sebentar aku sudah terbangun lagi mengangkat jemuran takutnya nanti hujan. Selesai angkat jemuran aku tidur lagi karena belum ada jam satu. Sekitar setengah jam kemudian aku terbangun lagi terdengar suara hujan deras. Begini lah cuaca yang tidak menentu kadang cerah tiba - tiba mendung langsung hujan. Habis lah kami noreh tadi. Semua sudah ada yang mengatur kita tinggal berusaha dan mensyukuri hasilnya. Mungkin rezeki nya hari ini air hujan. Aku tidur lagi sambil memeluk anak ku.


" Mak ***** " ucap anak ku sambil matanya masih terpejam


Ku beri ***** dan tidur lagi sampai jam dua. Sejuk udaranya selepas hujan. Pasti banyak juga yang kecewa karena belum lama sampai rumah pulang noreh sudah hujan bisa dipastikan habis tidak tersisa. Sore ini kami hanya duduk - duduk di rumah malas mau keluar cuaca masih mendung. Mungkin nanti bisa disambung hujan nya lagi.


" man bikin kan kopi " kata mas Hasan sambil duduk depan tv nonton kartun kesukaan Sifa


" iya mas sebentar " jawab ku

__ADS_1


Tidak lama kemudian aku datang ikut nonton kartun sambil membawa kan secangkir kopi panas.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2