Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
bikin kue


__ADS_3

" bell nanti bbik pulangnya agak siang ya mau kopek ojol" kata bibik ku pagi ini ketika mengantar si Febri


" iya bik gak papa" jawab ku


Aku tidak keberatan karena kalau cuma berdua sama Febri anak ku juga ada teman main dan mereka akur- akur aja selama ini.


" feb tadi udah sarapan" tanya ku kepada Febri


" udah kak sama nasi goreng, ini Bawak juga bekal sama minum" sambil menunjuk kan bungkusan kantong kresek hitam yang berisi bekal sama minuman kata Febri


" oh tadi bawa bekal juga kayak mau sekolah saja ya bibik Febri" kata ku


" kakang tadi sekolah " tanya ku lagi


" iya kak, besok kalau sudah besar aku pun mau sekolah ikut kakang" jawab Febri sambil menyisir boneka nya.


aku pun melanjut kan kemas- kemas rumah kemudian nyuci baju seperti biasa.


Setelah menjemur baju aku rehat duduk di dekat mereka main. Ku melihat sambil tersenyum boneka nya di sisir di ganti baju kadang pura-pura di make up. Kadang terlalu kuat anak ku menarik leher boneka nya sampai lepas. Aku bantu memasangkan lagi sambil tersenyum ada-ada aja mereka ini.


Siang nya sekitar jam sebelas bibik ku baru pulang noreh penat baru ngopek ojol tadi katanya.

__ADS_1


" naik dulu bik" kata ku


" langsung pulang aja lah bell, belum cuci tangan, belum mandi juga masih bau ni, lepas mandi langsung mau rebahan penat rasanya" jawab bibik sambil duduk di tangga pintu menunggu Febri kemas mainan nya mau pulang


" gak nakal tadi kan febri nya" tanya bibik lagi


" gak bik, mereka akur- akur aja main berdua" jawab ku


" bibik pulang dulu ya Sifa, besok main lagi" pamit nya kepada anak ku


di jawab anggukan saja oleh anak ku. Sepertinya ia penat juga bermain, mendekat minta *****.


" ma ambil kan handuk papa mau mandi" seru nya


Aku berdiri mengambilkan handuk mas Hasan bentar baru memberi ***** anak lh lagi.


Selesai mandi mas Hasan ikut duduk depan tv sebentar sambil mengeluh


" hah penat nya, lama noreh nya buang air di wadah" katanya lagi


" iya kemaren kan hujan deras mas" kata ku

__ADS_1


" daun nya pun udah gugur mau terek" kata mas Hasan lagi


Mas Hasan kemudian berjalan ke dapur membuka tudung saji untuk makan siang. Aku menunggu anak ku tidur dulu. Rupanya aku ikut ketiduran. Hampir jam satu aku baru bangun cuci muka dan makan. Ku lihat mas Hasan juga ikut tidur.


Selesai makan ku buatkan secangkir kopi, biasanya bangun tidur mas Hasan minta kopi.


tetangga depan rumah sebentar lagi menggelar pesta pernikahan anak nya, kebiasaan kami di kampung rewang semuanya. Sekitar dua hari lagi di mulai buat kue. biasa nya buat kue peyek bolu Cermai kadang ada juga yang buat wajik atau dodol( jenang ).


Pagi ini sudah mulai buat kue. Bibik cuma noreh sampai jam sembilan. Setelah nya pulang mandi dan berangkat bikin kue. Anak ku masih kecil jadi aku cuma bantu- bantu hal ringan. Kalau anak ku lagi ada yang jagain aku bantuin di belakang. Anak ku tergolong tidak rewel dan mau di ajak siapa saja yang sudah di kenalnya.


" bell anak mu anteng banget di kasih mainan duduk mainan aja" kata tetangga ku


" iya ya di tinggal mamak nya pun gak nangis" komen tetangga yang lain.


" syukur lah bik jadi aku bisa bantu- bantu" jawab ku


Selama tiga hari berturut - turut kami membuat kue. Istirahat empat hari baru mulai rewang lagi. Lumayan penat tiga hari ini membuat kue di dekat api.


Malam nya seperti biasa kami jalan ke rumah kakak ipar atau ke rumah mertua. Malam ini di rumah Mak bikin tepung goreng di kasi bumbu dan di buat kan sambal untuk cocolan. Lumayan enak makan ramai- ramai sambil ngobrol- ngobrol ringan.


Setelah ngantuk aku ngajak mas Hasan pulang tumben ia langsung mengiyakan ajak kan ku. Sampai rumah kami langsung tertidur.

__ADS_1


__ADS_2