Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
persiapan pesta pernikahan adik ipar


__ADS_3

Setelah kemaren acara pertunangan dan rundingan kata kesepakatan untuk pernikahan. Di rumah mertua sudah mulai sibuk mencari kayu bakar untuk memasak nanti. Rencananya akan mengadakan pesta besar bapak mertua. Maklum Wati anak terakhir jadi harus meriah acaranya nanti.


Setelah siang di adakan pesta malam hari nya akan ada acara wayang kulit sampai pagi. Biasanya sampai jam tiga atau jam empat bah kan hampir subuh.


"ma mau ikut sekalian ke rumah Mak. Mas mau potong kayu di belakang rumah Mak" kata mas Hasan ketika mau berangkat ke rumah Mak


"besok aja lah mas, mama hari ini agak penat." jawab ku sambil tiduran di depan tv


" oh ya udah, mas berangkat dulu" kata mas Hasan


" iya mas hati- hati" kata ku lagi


setelah mas Hasan berangkat aku lanjut nonton sinetron bersama Sifa yang lagi asyik main boneka. Hari ini aku lumayan penat mau istirahat aja di rumah lagian masih banyak hari nanti di rumah Mak untuk membantu kesibukan di sana.


Kebiasaan kami di kampung semua serba gotong royong dari mencari kayu bakar bikin kue masak- masak pokok nya sampai selesai.


lama- lama nonton tv bikin mata mengantuk.


" dek mama tidur sebentar ya" kataku kepada Sifa


" iya ma" jawab Sifa


Aku pun berniat tidur sebentar supaya agak hilang penat nya nanti. hoam sambil menguap aku merentangkan tangan bangun dari tidur. tidak terasa sudah satu jam aku tertidur. Ku lirik di sebelah Sifa rupanya ikut tertidur. Aku bangun dan ku biarkan Sifa tidur siang.


Sore ni rencananya mau masak sambal telor ceplok saja soalnya mas Hasan pasti udah makan di rumah mak nanti.


Selesai berwudhu dan shalat aku langsung mulai memasak. Ku goreng dulu telornya baru mengulek sambal untuk telornya nanti. Selesai memasak aku kemas dan mencuci peralatan dapur yang kotor. Setelahnya ku sapu lantai, ku duduk sebentar di kursi sambil menunggu Sifa bangun. Kadang sebentar kadang lama tidurnya Sifa tidak menentu.


ku angkat jemuran dan kulipat langsung sambil menemani Sifa. Selesai semua pekerjaan tinggal menemani Sifa tidur lagi. Tidak lama kemudian Sifa bangun haus minta minum.


Sore hari selesai mandi kami duduk di depan rumah sambil menunggu mas Hasan pulang. Hampir jam enam mas Hasan baru pulang.


" udah selesai cari kayu nya mas" tanya ku ketika habis sholat magrib

__ADS_1


" belum ma baru juga di gergaji besok baru belah kayu nya" kata mas Hasan


" oh banyak lah tu mas satu sore tadi cuma gergaji aja" tanya ku


" lumayan lah ma, kan untuk pesta besar harus banyak persediaan nya" kata mas Hasan


" besok Mak minta tolong kami juga buat kerupuk ubi ramai- ramai mumpung cuaca nya panas" kata ku lagi


" iya tadi udah ambil ubi nya juga" ucap mas Hasan lagi.


Selesai bincang- bincang kami makan malam, mas Hasan ikut makan juga walaupun sedikit soalnya Sifa merengek minta di temani makan ayah nya juga. Terpaksa mas Hasan ikut makan lagi.


selepas isya kami jalan ke rumah mertua. Baru keluar rumah terdengar di Wahyu memanggil di jalan mengajak ke rumah mertua juga. akhirnya kami bareng ke sana, sampai rumah Mak adik ipar ku si Lia juga sudah ada di sini.


" Sifa besok beli baju princess ya warna pink biar nanti samaan untuk adek Lisa" katanya ke pada Sifa ketika kami baru sampai


" adek udah beli baju princes bik" tanya Sifa


" oh nanti aku ajak mama juga lah beli baju princes " kata Sifa


" iya nanti kita beli baju princes ya" ucap ku menanggapi


Kami pun para wanita ke dapur menggoreng ubi sambil bincang- bincang. Rencananya besok lepas Zuhur kami membuat kerupuk ubi. pagi nanti Mak sama Wati yang ngupas sekalian di parut. Kalau ada yang selesai motong pagi ya bantu duluan. Para bapak duduk di teras depan sambil ngopi ditemani ubi goreng.


Asyik berbual tidak terasa jam sudah menunjukkan sembilan lebih. Kamu pun pulang ke rumah masing- masing.


Hari ini aku pulang noreh cepat tadi pagi pun sudah masak, jadi selesai siap-siap langsung ke rumah Mak. Rupanya sudah selesai ngupas ubi nya tinggal di parut. Aku bantu memarut separo selebihnya di bantu Wati sama Mak. Ubinya sekalian di kasih bumbu bawang putih dan garam dikasih Ajinomoto sedikit. Setelahnya dibiarkan di baskom nunggu nanti untuk dieksekusi.


" Mak ini baru jam setengah sebelas ngangsur buat kerupuknya sja mak" saran ku kepada Mak mertua


"iya bel biar Mak bikin api untuk rebus air." kata Mak mertua


akhirnya kami mulai membuat kerupuk lumayan lah dapat seperempatnya sampai tengah hari. Jam dua belas kami berhenti dulu untuk makan dan istirahat. Jam satu mulai lagi bikin kerupuk nya kakak ipar dan saudara yang lain pun sudah datang untuk membantu.

__ADS_1


" Mak di beri warna hijau juga sama kuning Mak, biar banyak pilihan" kata kak yuni


" iya Yun tadi kami buat cuma warna merah sama original saja" kata Mak


Akhirnya kami membuat beberapa warna ada warna merah, kuning , hijau dan original atau tanpa warna. Setelah di kukus ubi nya dijemur hingga kering. Kalau aku suka makan yang habis di kukus dan di kasih gula. Enak banget manis- manis gurih gitu, apalagi masih hangat makan nya.


Sore ni kami membuat kerupuk sampai jam setengah lima.


" akhirnya selesai bab pertama" kata kak yuni sambil merentangkan tangan dan memutar badan merenggangkan otot.


" iya kak banyak duduk juga bikin pegal pinggang ni" kata ku


" besok cuti ya Mak besok nya lagi bikin nya, biar ada jeda untuk istirahat" kata Lia


"ya udah gak papa terserah yang mau bantu, berarti lusa kita bikin lagi " kata Mak


" iya Mak" jawab Lia


Ketika kami sibuk membuat kue Wati tadi kebagian memasak. sebelum pulang kami makan dulu. Jam lima lebih kami baru pulang. Aku pulang duluan sama Wahyu dan mamanya. Kak yuni sepertinya masih berbincang- bincang belum mau pulang.


Sampai rumah kami langsung mandi dan istirahat. Mas Hasan baru pulang juga dari kebun untuk menambah menebang kayu.


Selesai mandi kami tiduran depan tv sambil nonton film kartun.


" mas langsung mandi aja ya kan enak nanti tinggal istirahat" kata ku kepada mas Hasan


" iya ma, ambilkan handuk mas ya" kata mas Hasan


habis mandi mas hasan ikut tiduran depan tv sambil merenggangkan otot- otot nya sepertinya lumayan penat mas Hasan.


Akhirnya kami tiduran depan tv sampai malam. Malam ini malas mau keluar mas Hasan pun udah tertidur mungkin terlalu penat badan nya. Sampai pagi kami tidur depan tv malas mau pindah ke kamar. Tv nya pun udah jam sebelasan aku mematikannya semuanya udah pada tidur nyenyak. Ini baru awal besok dan seterusnya akan banyak kesibukan yang menanti untuk persiapan pesta si Wati. Semoga kami senantiasa di beri nikmat kesehatan amin doaku dalam hati. setelah mematikan tv aku pun ikut tidur lagi sampai pagi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2