Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
malam yang dingin


__ADS_3

Pagi ini aku terbangun sedikit malas rasanya agak capek di badan. Rencananya nanti sore mau pergi ke tukang urut Mak Jum. Walaupun kurang semangat aku harus bekerja tanggung jawab masih di nomor satu kan. selesai memasak sardin aku sarapan dulu, baru mandi. hari ini cukup hanya dengan menu sambal sardin yang cepat masaknya di tambah lalapan mentimun. Selesai mandi aku langsung pakai baju kerja dan dandan seadanya. Jam delapan lebih sepuluh menit aku berangkat ke kantor.


Hari ini kita ada rapat tentang kegiatan tujuh belas Agustus san, karena sebentar lagi memasuki bulan Agustus. Seperti biasa setiap menyambut kemerdekaan kami mengadakan berbagai macam pertandingan. Diantaranya bola kaki, bola voli, sepak takraw, lomba menembak. Khusus di hari kemerdekaan biasanya seharian atau lebih selesai apel bendera banyak lagi kami mengadakan pertandingan untuk ibuk-ibuk dan anak- anak. banyak yang mengikuti perlombaan ini panitia sampai pusing. yang paling seru acara panjat pinang.


Selesai rapat sekitar jam sebelas lebih aku permisi pulang duluan. di perjalan pulang aku singgah di kedai beli cemilan.


Rumah kami jembatan nya masih jadi satu dengan mertua jadi otomatis lewat rumah mertua. Kebetulan mertuaku lagi duduk depan pintu ketika aku lewat.


" udah pulang kerja bell" tanya Mak mertua


" udah Mak, tadi selesai rapat izin pulang duluan, soalnya agak capek" jawabku.


" kalau kerja jangan capek- capek kasian nanti bayinya" kata Mak lagi


" iya Mak kerjanya sambil duduk kok gak terlalu berat kerjanya" jawab ku lagi


" singgah dulu bell makan Mak masak ayam tadi" tawar mertua ku.


" nanti aja lah Mak mau pulang dulu ganti baju" aku menjawab sambil menstater lagi Honda ku.


'ah capek nya keluh ku.' selesai ganti baju aku langsung rebahan. Tidak lama kemudian suami ku pulang noreh. Rupanya hari ini suami ku ngopek ojol pantas sampai tengah hari.


" mas baru pulang" tanya ku


" iya dek soalnya tadi mas ngopek ojol separo" jawab suami ku

__ADS_1


aku manggut- manggut- mendengar jawaban suami ku


" dek ambil Kan handuk nya mas, mas maua di dulu baru rehat" kata suami ku sambil ke Kamar mandi.


Aku pun berjalan ke kamar mengambil kan handuk suami ku dan ku taruk di dinding kamar mandi. Selesai mandi suami ku ikut rebahan.


" mas mau langsung makan atau gimana" tanya ku


" buat kan kopi dulu dek, langsung makan saja ya mas udah lapar, selesai makan tinggal ngopi nanti" kata suami ku


" ok mas" jawab ku sambil menyiap kan makan siang kami tinggal mindahin ke piring soalnya tadi pagi udah masak.


" dek nanti jadi mau pijit" tanya suami ku di sela makan kami


" jadi mas, nanti lah lepas asar. Mas antar ya" kata ku


Aku hanya mengacungkan jempol sambil lanjut makan. selesai makan ku kemas piring kotor sekalian ku cuci biar tidak menumpuk. Selesai kemas duduk- duduk sebentar, baru istirahat tidur siang.


Bangun tidur ku cuci muka sebentar sekalian shalat Zuhur. Rupanya suami ku lagi duduk di emperan rumah sambil membuat tempat perangkap ikan untuk di pasang di parit. Di situ juga ada Wahyu yang lagi asik memperhatikan paman nya.


" Wahyu tadi sekolah?" tanyaku


" sekolah bik, tadi aku belajar membuat bendera dan di tempel di kertas " ceritanya antusias.


" wah asik dong sekolah banyak teman nya" tanya ku lagi.

__ADS_1


" iya bik buanyak teman nya" sambil merentangkan tangan nya jawab Wahyu.


" bibik nanti mau pijit, ikut yu" ajak ku


" ikut ikut ya bik" jawab nya cepat


" iya, tapi nanti lepas azan asar langsung mandi ya kalau tidak bibik tinggal" ucap ku


" siap bos" jawab nya sambil hormat


Wahyu Wahyu ada saja tingkahnya yang bikin gemas. Kadang sering jengkelin kalau di bilangin teking jawab terus tapi kadang bikin lucu dengan tingkahnya yang aneh- aneh. Pokok nya si Wahyu menjadi hiburan tersendiri bagi kami. Kalau ada dia rumah bakalan ramai. Kadang kalau tengah hari sambil mulutnya disumpal kompeng, waktunya orang istirahat sibuk dia nya ke sana ke sini. Kadang cuma nongol depan pintu pulang lagi tidak lama kemudian sudah masuk lagi ke rumah.


Sorenya hampir jam empat kami berangkat Wahyu pun jadi ikut. Rupanya dia jam tiga lebih sudah mandi dan langsung ke rumah menunggu kami. Nunggu azan takut ditinggal katanya. Ada - ada saja Wahyu ini. Sampai tempat pijit Mak Jum aku langsung di pijit seluruh badan. Selesai pijit lumayan enak kan di badan. Pulang nya kami muter - muter sebentar untuk membeli bakso bakar.


Sampai rumah rupanya sudah Jam enam. Wahyu pun masih di rumah kami tak mau pulang dia nya. Sampai malam kami sama - sama ke rumah Wahyu sekalian nonton televisi.


" besok Bawa sekalian baju nya ke rumah bibik mau ya" ucap kakak ipar ke pada Wahyu.


" boleh ya Mak Bawak baju ke rumah bibik" tangap Wahyu.


Sebenarnya itu sindiran untuk Wahyu karena tidak mau pulang tadi. Tapi karena Wahyu belum faham iya mengartikan memang suruh Bawak baju ganti kalau ke rumah paman. kami semua tertawa melihatnya. Kakak ipar hanya mengelus dada sambil tersenyum.


Rupanya Wahyu sudah mengantuk. iya langsung tidur tidak lupa kompeng nya. Itu yang tak ketinggalan ke mana - mana. kalung sakti berisi kompeng hahahaa.


Jam sembilan ku ajak suamiku pulang karena rasanya udah mengantuk. sambil berbaring di kasur suamiku mengusap- usap perutku sambil diciumi kadang telinganya ditempelkan ke perut ku. Kami sudah tidak sabar menanti kehadiranmu sayang.

__ADS_1


sebelum tidur aku meminum susu ibu hamil. malam ini cuaca mendung jadi agak dingin banyak angin. Ku rapatkan tubuh ku minta di peluk suamiku. rupanya itu membangunkan gairah suamiku. Malam ini kami berbagi kehangatan dengan tetap hati - hati karena takut menyakiti bayi kami . Selesai berolahraga kami langsung tertidur.


__ADS_2