
" adek jalan rumah nenek yok" ajak ku pada anak ku Sifa
Hari ini hari Minggu jadi libur sekolah, Ku berencana jalan ke rumah Mak. Mungkin sore nanti aku baru pulang soalnya jarang- jarang kami jalan ke sana.
" ayok ma" jawab anak ku cepat
Selesai memasak dan mencuci kami siap2 berangkat. Kami sudah sarapan juga selesai masak tadi. Sebelum mas hasan berangkat noreh tadi aku sudah izin ke rumah Mak.
Tidak lupa ku siap kan baju ganti sekalian, mungkin sore nanti kami pulang nya mandi di rumah Mak sekalian.
sekitar jam sembilan kami berangkat.
"dek pegangan yang erat ya" pesan ku pada Sifa karena sifa aku bonceng di belakang jalan agak payah semalam sore hujan.
" iya ma adek pegang kuat baju mama ini" kata anak ku sambil di praktek kan langsung.
sekarang usia Sifa hampir tiga tahun. Masih teringat ketika usia dua tahun pas pisah ASI. awal-awal susah mau tidur guling kanan giling kiri kadang tengkurep.
aku naik Honda pelan biar aman badan anak ku ku ikat kain ke badan ku jadi tidak risau kalau terjatuh soalnya sudah terikat sama kain ke badan.
Sampai rumah Mak, bapak ku lagi bersih- bersih halaman sama Mak. Adik ku masih memiliki bayi umur sekitar enam bulan
" Mbah uti" panggil anak ku kepada Mak. Itu nama panggilan semua cucu Mak.
" eh Sifa ke sini ya pasti ini mau bantuin Mbah uti" jawab Mak
" mau tengok adek bayi Mbah" jawab anak ku lagi
" oh adek nya lagi bobok, sini dulu bantuin Mbah" kata Mak lagi
" nanti kotor tangannya Mbah" kata anak ku
" cuci tangan nanti" jawab Mak lagi
Sifa pun mendekat tapi tidak membantu malah pasaran sendiri metik bunga- bunga.
Aku hanya duduk di depan pintu sambil mengawasi Sifa. Setengah jam kemudian terdengar adek bayi menangis seperti nya sudah bangun. Sifa yang mendengar adek nya menangis cepat- cepat berlari masuk ke rumah.
" bik adek bangun ya" tanya Sifa kepada ana adik ku
" iya adek nya pipis " kata adek ku lagi
Anteng lah Sifa mengenal main adik nya. Kadang mengajak bicara kadang ikut tertawa adik nya yang melihat hanya tersenyum dan menjerit-jerit.
Tengah hari kami semua tidur siang. Adik bayi juga tidur lagi. Cuaca agak redup tapi tak sampai hujan.
Jam satu aku terbangun duluan. sepertinya Sifa masih tidur. Tadi sebelum tidur kami sudah di ajak makan siang sama mak. Adik ku masak tumis kangkung sambal telor sama tempe goreng.
__ADS_1
Adek bayi rupanya sudah bangun lagi mainan. Tidak lama Sifa juga bangun, cuci muka dan pipis sebentar terus ikut bermain bersama adek bayi. Adek bayinya sudah pandai tengkurep dan telentang sendiri. kadang Sifa gemas sama adek bayi dan ingin digendongnya. Kami menemani mereka bermain.
Ketika asyik bermain tiba-tiba adek bayi menangis sepertinya haus. Setelah di beri ***** langsung diam dan mau tidur lagi.
Adek bayi nya bernama Rizky Kurniawan panggilannya Rizky tapi karena masih bayi sering di panggil adek bayi.
setelah penat bermain ku ajak anak ku mandi karena hari mulai sore.
" nak mandi yok udah sore ini" ajak ku
" ayo ma" jawab anak ku
Kami pun mandi bersama, selesai mandi ku pakaikan baju anak ku tidak lupa ku beri minyak telon dan bedak.
" hmmmm wangi nya anak mama" kata ku sambil ku ciumi pipi dan badan nya
" hehe geli ma" ucap anak ku sambil tertawa
" wah Sifa udah mandi udah wangi ni?" tanya mbah uti nya
" udah Mbah udah wangi ni" jawab Sifa
" Sifa gak tidur sini aja sama Mbah" tanya mbah uti nya lagi
"gak mbah besok sini lagi" jawab Sifa
Kami siap- siap, selesai berkemas kami pamit pulang. Disepanjang perjalanan anak ku asyik bernyanyi lagi balonku walaupun belum hafal betul.
Sampai di rumah sekitar jam lima lebih sedikit. Kami masuk ke rumah sambil mengucap kan salam.
" assalamukalaikum" ucap kami bersamaan
" waalaikumsalam" jawab mas Hasan dari dalam kamar sepertinya mas Hasan habis mandi. Tumben jam segini mas Hasan sudah mandi pikirku.
" wah anak ayah udah pulang udah wangi ini" ucap mas Hasan sambil memeluk Sifa dan mencium pipi nya
" udah lah yah kan udah mandi tadi di rumah Mbah uti" jawab Sifa
" ayah udah mandi? ayah mau kemana?" tanya anak ku beruntun
"ayah mau jalan ke rumah siwo" jawab mas Hasan
" ikut yah" rengek anak ku
" ya udah ayo, mama mau ikut juga?" tanya mas Hasan kepadaku
"gak lah mas mau di rumah aja capek" jawab ku
__ADS_1
" dada Mama" kata anak ku sambil melambaikan tangan dan berjalan mengikuti ayah nya dari belakang menuju ke honda.
Aku melihat mereka dari pintu setelahnya ku tutup pintu nya dan berjalan ke depan tv.
Ku hidup kan tv untuk nonton sinetron, sambil menyapu lantai. Selesai menyapu ku bentangkan Kasur dan rebahan di depan tv.
' sinetron ikan terbang ini banyak yang bikin nyesek hati kadang bikin emosi ada juga yang kayak cerita hidup ku' batin ku
Huh bikin orang nangis juga sinetron ini pikirku sambil mengusap air mata ku. Ceritanya sungguh menyedih kan. Tidak lama kemudian aku pindah canel nya nonton film kartun saja yang bikin ketawa. Lama- lama nonton sinetron sedih terbawa perasaan.
Lagi asyik nonton kartun terdengar anak ku rupanya sudah pulang. mereka ikut berbaring di kasur dan nonton. Kartun sambil menunggu magrib.
Malam nya kami jalan ke rumah mertua.
Terdengar suara Hondanya Wahyu berhenti di depan rumah.
" dek ayo ke rumah Mbah edok" panggil Wahyu kepada Sifa
" yah Abang udah manggil yok berangkat " ajak Sifa
" yok lah" jawab mas Hasan sambil berjalan dan menggendong Sifa ke Honda.
Aku masih mematikan tv dan mengambil jaket Sifa kemudian menyusul mereka ke Honda tidak lupa ku kunci pintu rumah.
Kami berangkat bersama ke rumah mertua.
" dek Abang punya jajan" kata Wahyu menunjukkan jajan yang di bawanya ketika masih di Honda
" mau kang" kata sifa
" iya ini untuk adek nanti dia ya" kata wahyu lagi
Tidak lama kemudian kami sampai di rumah mertua. Rupanya kakak sudah di sini duluan Sama anak dan suaminya. Malam ini kami ngumpul semua di rumah mertua sambil berbincang- bincang ringan.
" bell buat kan kopi" kata kakak ku
" ok kak" jawab ku
Aku pun membuatkan kopi untuk para bapak dan membuat teh untuk kaum mak- Mak.
Jam sepuluhan kami pulang ke rumah masing- masing karena udah mengantuk. Cuaca pun sepertinya cerah besok siap- siap berangkat pagi noreh.
Sampai di rumah Sifa langsung tertidur. Aku masih ikut nonton sinetron barat sama mas Hasan. Ku peluk mas Hasan dari samping karena dingin. Sepertinya mas Hasan mengartikan lain dan membalas memeluk ku erat sambil menciumi seluruh wajah ku lama- lama ciumannya turun ke bawah dan akhirnya malam ini kami berbagi kehangatan.
Setelah kelelahan melakukan aktifitas panas kami, aku pindah ke kamar ikut tidur di samping anak ku yang sudah masuk ke alam mimpi. Ku cium kening anak ku mengucapkan selamat malam.
Aku tidur duluan mas Hasan sepertinya masih betah nonton tv, entah sampai jam berapa pindah ke kamarnya tau- tau pas lagi bangun sudah tidur di sebelah.
__ADS_1
ku usap pipi mas hasan dan berkata dalam hati' semoga kamu bisa berubah mas dan kita tetap bisa bersama demi anak kita'. selalu itu yang ku ucap kan dalam doa ku selalu doa yang sama.Kemudian aku ikut tidur lagi bersama mereka.