Ketika Hati Sudah Lelah

Ketika Hati Sudah Lelah
kebahagian sederhana


__ADS_3

Setiap hari rutinitas kami berjalan seperti biasa. sekarang ku rasakan perubahan sikap mas Hasan kepada ku. iya mulai perhatian lagi. Aku bersyukur semoga memang mas Hasan telah berubah.


Seminggu ini mas Hasan sudah bekerja di tempat baru, di tempat gudang orang cina. Bapak mertua kemaren yang mencarikan kerjaan. Jadi pagi lepas subuh aku noreh dulu hampir jam tujuh aku baru pulang gantian mas Hasan berangkat kerja.


Gajinya lumayan di hitung perbulan, jadi walaupun musim penghujan kami tidak pusing memikir kan masalah dapur.


Anak ku pun semakin besar sebentar lagi sudah mau sekolah TK jadi perlu uang juga dari sekarang aku harus mulai menabung untuk pendidikan anak ku.


" mas tiga bulan lagi udah puasa lagi" ucap ku malam ini ketika kami nonton tv anak ku biasa sudah tidur duluan


" iya ma gak terasa ya cepat sekali kayak nya belum lama hari raya nya ini udah mau puasa lagi" kata mas Hasan.


" Alhamdulillah mas punya kerjaan tetap jadi gak pusing cari uang untuk kebutuhan kita" kata ku lagi


" iya ma, mas bersyukur di kasi pekerjaan ini" kata mas Hasan lagi


Sekarang mas Hasan makan hanya sekali di rumah pas sore hari. sarapan sama makan Tengah hari sudah di tanggung di tempat kerja. Jadi pengeluaran untuk makan pun lebih sedikit sekarang bisa berhemat.


teman kerjanya juga baik hati kami sering di kasih ikan laut. karena sampannya di sewa orang untuk menjaring jadi lebih Ikan sering di kasih ke kami.


tidak terasa waktu cepat berlalu seminggu lagi sudah memasuki bulan puasa.


" mas nanti kalau bulan puasa mas bawa baju ganti dan mandi di sana sekalian aja ya" kata ku


" kenapa" tanya mas Hasan


" kan bulan puasa kalau sore banyak orang ngabuburit mas, mas kalau mandi sekalian pulang kan udah bersih udah wangi" kata ku lagi


" iya deh" jawab suami ku lagi


Dua hari sebelum puasa kami bersama- sama adik bradik mas Hasan pergi ke kubur untuk ziarah. kami pergi sore hari selepas asar. Ramai sekali orang yang lagi ziarah kubur.


Pulang dari ziarah aku mandi lagi biar bersih. Malam nya kami kumpul- kumpul di rumah Wahyu. Besok malam sudah masuk bulan Ramadan jadi kalau malam hari taraweh jarang bisa kumpul kalau pulang taraweh sudah ngantuk.


Palingan nanti aku yang sering ke rumah Wahyu karena sifa masih kecil jadi belum ikut ke masjid.


pagi ini aku belanja ayam untuk di masak nanti. Kebiasaan di tempat kami malam pertama Ramadan ke masjid bawa nasi bungkus. Nanti masak untuk di bawa ke masjid sekalian untuk makan sahur nanti.


Sorenya selesai mandi kami jalan berdua bersama anak ku Sifa karena mas Hasan pulang nya hampir magrib. Kadang lepas magrib juga.

__ADS_1


Ku lihat di kedai- kedai sudah banyak yang jualan kurma. untuk kue lebaran pun sudah ada yang mulai jualan di kedai padahal nanti malam baru mulai taraweh nya.


pulang nya aku beli kurma sebungkus sama kue untuk Sifa. Sebelum magrib mas Hasan sudah sampai rumah. iya langsung mandi,soalnya lepas magrib langsung ke masjid.


" mas nanti antar kami sebentar ke rumah Wahyu ya kalau mas ke masjid" kata ku kepada mas Hasan ketika selesai mandi dan duduk di depan tv


"iya ma" jawab mas hasan


" hore kita ke rumah Abang ya Mak" kata anak ku


" iya ayah kan ke Madjid nanti jadi kita nunggu ayah pulang di rumah Abang Wahyu" jawab ku.


Malam nya sesuai kata ku tadi mas Hasan mengantar kami sebentar ke rumah Wahyu. baru berangkat ke masjid, rupanya mas Hasan boncengan sama ayah nya Wahyu ke masjid nya.


Kami nonton tv sambil nunggu orang pulang dari masjid. Sifa sama Wahyu asyik main gambar berdua.


Jam sembilan lebih mereka baru pulang dari masjid bawa oleh- oleh nasi bungkus. Langsung di buka di rumah Wahyu isinya yang satu lauk ayam yang satu lauk nya ikan selar. Aku ikut mencicipi sedikit untuk mas Hasan. Sifa sudah tidur tadi, lama nunggu ayah nya katanya tak tahan ngantuk jadi tidur duluan.


" ramai mas yang ke masjid" tanya ku


" lumayan ma" jawab mas Hasan


" oh ya mas besok bawa kue dari mana" tanya ku lagi, di tempat kami setiap malam pasti ada yang bawa kue sama air untuk dihidangkan selesai orang shalat taraweh. Yang bawa giliran biasanya setiap malam ada 6- 7 orang.


" oh iya lah, takutnya nanti dari sini kita gak tau" jawab ku lagi


" iya bell nanti di kiranya kita gak mau bawa kue" ucap kakak ipar sambil ikut makan nasi bungkus bersama Wahyu.


Selesai mas Hasan makan, kami pun pulang karena sudah malam Sifa pun sudah tertidur dari tadi.


Sampai rumah aku pun siap- siap tidur ikut anak ku. Mas Hasan masih nonton tv dan berpesan


" ma jangan lupa nanti kalau sahur bangun kan mas ya" Kata mas Hasan sebelum aku masuk kamar


" iya mas" jawab ku


Selesai berdoa ku peluk anak ku dan ikut tidur. Tidak lupa ku pasang alaram di hp untuk sahur nanti.


Sekitar jam tiga lebih aku terbangun mendengar alaram. Ku Bangunkan mas Hasan untuk sahur bersama.

__ADS_1


" mas bangun mas mau sahur ini"Kata ku sambil menggoyangkan bahu mas Hasan.


" hmmmm" jawab mas Hasan masih terpejam


" bangun mas sahur dulu" kata ku lagi


Kemudian mas Hasan menguap dan membuka matanya. iya berjalan ke kamar mandi untuk cuci muka.


Aku menyiap kan makanan untuk sahur tidak lupa ku buat kan secangkir kopi untuk mas Hasan, kalau tidak minum kopi nanti bisa sakit kepalanya.


Kami pun mulai makan dengan hening, rasanya belum enak mau makan tapi harus di paksa maklum baru sahur pertama Belum terbiasa bangun pagi langsung makan.


Selesai sahur aku sikat gigi berdoa dan siap - siap tidur lagi karena subuh nya masih sekitar satu jam lagi. Mas Hasan masih menikmati kopinya.


" mas mama mau tidur lagi" kata ku


" iya mas masih minum kopi dulu " jawab mas Hasan


Aku pun ikut anak ku tidur lagi di kamar. biasanya mas Hasan nunggu subuh sekalian nanti nonton tv dan tertidur di depan tv.


Setengah enam aku terbangun, betul seperti perkiraan ku mas Hasan tertidur di depan tv. bukan orang nya yang nonton tv tapi tv nya yang ngliat orang ngorok pikirku sambil geleng- geleng kepala.


Ku mati kan tv nya dan ku selimuti mas Hasan. Hari pertama puasa biasanya Kami di rumah saja libur bekerja. jadi selesai kemas, nyuci, nyapu, dan mengepel akh hanya duduk - duduk menemani anak ku main Sambil nonton tv.


anak ku sudah sarapan tadi, ku siap kan dan makan sendiri dia bertanya juga mama Kon tak ikut makan biasanya sarapan bareng. Ku jawab hari ini kan puasa. Besok pagi muntah dibangunkan mau ikut sahur katanya.


siangnya kami cuma tiduran di rumah. Lepas tengah hari aku mulai masak untuk buka nanti. Selesai masak sudah asar. Ku mandikan anak ku rencananya kami mau ngabuburit cari yang segar - segar untuk berbuka.


Selesai siap- siap semua kami berangkat jalan.


" ma kita mau ke mana" tanya anak ku


" mau cari bukaan nak sambil jalan- jalan sore " jawab ku.


" yeeee " sorak gembira anak ku begitu senang di ajak jalan sore- sore.


Kebahagiaan itu sederhana cukup dengan perhatian dari orang tua dan di ajak jalan - jalan sore bersama sudah cukup membahagia kan untuk anak kami. Apa lagi melihat orang tuanya saling menyayangi tanpa ada nya pertengkaran. Semoga kebahagiaan selalu bersama keluarga kita ya nak pikirku.


Menjelang berbuka puasa kami sudah sampai di rumah. Lumayan belanjaan kami ada bakso bakar, sate ini permintaan Sifa, ada es campur sama pecal. Memang kalau lagi puasa semuanya pengen di makan. Tapi nanti makan semacam saja sudah kenyang .

__ADS_1


Tidak lama kemudian terdengar suara azan menandakan magrib. Alhamdulillah kami pun segera berbuka puasa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2