
Pagi ini Sifa terlambat bangun,jam delapan baru berangkat sekolah. Mas Hasan sudah berangkat kerja tadi. Mas Hasan libur kerjanya setiap hari Minggu. hari ini masih hari kamis. Pulang dari mengantar Sifa aku noreh belakang rumah, melanjutkan pekerjaan mas Hasan tadi pagi sudah dapat separo lebih lah. Sekitar jam sepuluhan aku selesai noreh, sampai rumah langsung mandi. Sifa pulang jam sepuluh tiga puluh jadi sebentar lagi jemput Sifa.
Selesai mandi dan dandan aku berehat sebentar baru jemput Sifa. Samapi sekolah Sifa belum pulang sepertinya masih doa mau pulang. Sekitar sepuluhan menit Sifa keluar dan kami langsung pulang. Di jalan Sifa minta singgah ke kedai untuk beli jajan. sekalian aku beli sayuran untuk di masak sore nanti.
" ma beli sarden aja ya, nanti mama masak sarden aja udah lama mama gak masak sarden" kata Sifa sarden termasuk makanan favorit sifa
" ya udah mama beli sarden aja" kata ku mengiyakan keinginan anak ku.
" makasih mama" ucap Sifa
" sama - sama sayang" kata ku
Selesai belanja kami lanjut pulang. Sampai rumah Sifa ganti baju dan istirahat nonton kartun kesukaannya. aku pun ikutan rebahan sambil nonton kartun juga. Karena lelah aku tertidur sekitar jam dua belas lebih aku terbangun ku lirik di sebelah rupanya Sifa ikut tertidur juga, aku pun melanjutkan tidur siang ku lagi.
sekitar satu jam kemudian aku bangun karena perutku sudah merasa lapar keroncongan. Ku bangun kan Sifa juga, karena sudah lama tidurnya.
" nak bangun yuk, makan dulu mama udah lapar ini" kata ku sambil ku usap kepalanya
" hmmmm masih ngantuk ma" jawab Sifa
" udah lama Anak mama tidurnya ini, bangun makan dulu yuk" kata ku lagi
akhirnya Sifa pun bangun ku ajak ke kamar mandi untuk pipis dan cuci muka. setelah hilang malasnya ku ajak makan.
" makan dulu ya sayang, nanti selesai makan kita jalan ke rumah bang Wahyu" kata ku
" iya ma, nanti aku mau main masak - masak lagi " kata Sifa
" ya udah sekarang doa dulu ya" kata ku
Setelah doa kami langsung makan siang walaupun terlambat. Selesai makan kami istirahat sebentar kemudian setelahnya jalan ke rumah kak ayu. Aku malas bawa honda karena rumahnya dekat cukup jalan kaki saja. sampai di sana Febri juga mau keluar rumah mau main juga Sifa langsung ke rumah Febri.
" bik kita main masak- masak yuk" kata Sifa
__ADS_1
" ayok nanti kalau Wahyu keluar kita ajak main juga ya " kata Febri
" iya bik" jawab Sifa
Aku hanya mengawasi dari jauh, sambil duduk di depan pintu rumah kak ayu.
" masuk aja bell ngapa kok duduk depan pintu" kata kak ayu
" lagi liatin anak- anak main masak- masak ni kak" jawab ku
" oh. udah masuk aja aman anak- anak tu cuma main di halaman sekitar sini" kata kak ayu lagi.
Akhirnya aku masuk ke rumah kak ayu langsung menuju ruang dapur sekaligus ruang tv.
" masak apa kak?" Tanya ku
" tadi pagi kakak bikin sambal tempe sama terong tapi tinggal sedikit makan lah" kata kak ayu
" udah kak baru makan mau ke sini tadi, sambal tempeku juga udah habis rencana nanti mau masak sarden aja." kata ku
Kami nonton tv sambil ngobrol entah kemana- mana. Jam empat lebih aku mengajak Sifa pulang. Sampai rumah aku langsung memasak sarden. Sifa menunggu di samping jendela sambil main boneka. Sekitar dua puluh menitan sambal sarden nya sudah Mateng, Sifa langsung antusias minta makan. Ku ambilkan makan untuk Sifa, setelahnya aku mencuci peralatan yang kotor. Selesai makan Sifa langsung mandi. aku pun tidak lama ikutan mandi kemudian nonton tv sambil menunggu mas Hasan pulang kerja. Hampir jam enam mas Hasan baru pulang kerja ku ambilkan handuk karena mas Hasan mau langsung mandi.
" wah udah wangi anak ayah" kata mas Hasan setelah mandi dan berpakaian ia memeluk Sifa
" iya yah kan udah mandi, udah makan juga tadi mama masak sarden enak Lo yah" celoteh Sifa
" gak nunggu ayah ni makannya" kata mas Hasan
" ayah pulang nya sore adek udah lapar" kata Sifa
" iya deh gak papa" kata mas Hasan lagi
Setelah magrib kami makan berdua karena Sifa udah makan sore tadi. Sambal sarden nya aku campur sama kentang.
__ADS_1
Selesai makan aku buatkan kopi untuk mas Hasan. sepertinya malam ini kami di rumah saja cuaca mendung takutnya main jalan nanti hujan.
" adek tadi belajar apa di sekolah?" tanya mas Hasan kepada Sifa
" tadi adek belajar menulis tulisan ibu sama ayah juga mewarnai." jawab Sifa
" wah udah pinter anak ayah ini" kata mas Hasan
Sekitar jam delapan malam Sifa tertidur mungkin lelah sore tadi main di rumah Wahyu. Kami masih nonton tv sambil berbual ringan. Karena sudah tertidur nyenyak Sifa di gendong ke kamar sama mas Hasan. sampai jam sepuluh malam kami masih nonton tv, mas Hasan tiba- tiba mendekat dan memeluk dengan erat. Dari sorot matanya aku sudah menduga kalau mas Hasan sudah bergairah tanda- tanda mengajak olahraga malam.
Awalnya hanya ciuman di pipi lama- lama turun ke leher dan makin merambat ke bawah.
" mas masukin udah gak tahan mama, ah cepetan sayang" rengek ku
" sabar sayang ni mau masuk" kata mas Hasan
" ah mas nikmat" kata ku ketika senjata mas Hasan masuk ke lubang gua ku
" iya sayang" kata mas Hasan
" cepat mas laju lagi ah nikmat sayang" racun ku, aku sudah berkeringat dan hampir mencapai puncak
" iya sayang barengan ya" kata mas Hasan
Mas Hasan semakin cepat memompa laju genjotanya
" hampir sampai mas" kata ku
" barengan sayang ahhh" kata mas Hasan bebarengan dengan ku juga
Akhirnya malam ini kami berbagi kenikmatan dan berkeringat walaupun cuaca lagi dingin karena hujan rintik- rintik. Setelah berolahraga kami membersihkan diri. Masih sempat lagi mas Hasan menggesek- gesekkan senjatanya ketika membersihkan diri. Karena terbakar gairah lagi kami melakukan hubungan intim ke dua kali di kamar mandi. Setelah kelelahan aku langsung tertidur. Mas Hasan memelukku dari samping dan mencium keningku kemudian menonton tv lagi.
Aku terbangun jam lima pagi untuk shalat subuh dan memasak nasi. Pagi ini cuti noreh karena tadi malam hujan. Jam setengah enam ku bangunkan mas Hasan juga untuk shalat subuh. Selesai shalat mas Hasan tidur lagi berangkat kerjanya masih jam tujuh mau tidur sebentar lagi katanya.
__ADS_1
Jam enam lebih Sifa bangun nonton kartun sebentar kemudian mandi untuk sekolah. Mas Hasan juga sudah bangun lagi minum kopi. Jam tujuh mas Hasan berangkat kerja, setengah jam kemudian aku juga mengantar Sifa ke sekolah. Sampai sekolah temannya sudah banyak yang datang. Aku langsung pulang untuk mencuci baju dan beres- beres rumah.