
Hari pertandingan tiba. Semua orang terlihat tegang.Tim Aaron dan Arya sudah berada di tempatnya masing-masing, mereka berjabat tangan satu sama lain.
"Aku pasti menang, lapangan ini sudah jadi makanan ku sehari-hari," gumam Arya dalam hati, penuh percaya diri. Ketika menjabat tangan Aaron. Matanya tajam menatap lurus ke dalam mata Aaron. Dia tersenyum penuh keangkuhan.
Aaron hanya tersenyum cool. Dia tidak gentar dengan tatapan Arya yang merendahkan seorang pemula seperti Aaron.
"Jam terbangmu memang lebih banyak dari ku yang pemula. Tapi tekadku menyenangkan Arsyana lebih besar, " gumam Aaron dalam hati.
...*****...
Rumble Lions pasti menang
Rumble Lions paling jago
Tunjukan taringmu
Tundukan lawanmu
Kami disini bersamamu
Terdengar sorak sorai penggemar fanatic Arya menyanyikan yel yel kebanggaan Timnya. Arya tersenyum angkuh, menatap ke arah timnya Aaron.
"Aaron go.. Aaron go.. Aaron go..." Beberapa cewek pengagum Aaron, tak patah semangat. Mereka sengaja membawa peralatan cheers leader untuk menyemangati.
Bulumu yang Indah
Memancarkan cahaya kemasan
Matamu yang biru
Simbol dari kemurnian
Phoenix Fiery kau abadi
Phoenix Fiery tak kan pernah terhenti
Phoenix Fiery kau selalu di hati
__ADS_1
Tiba-tiba Arsyana berdiri menyanyikan yel-yel untuk Timnya Aaron. Tak ada yang tau kalau Arsyana sendiri yang menciptakan yel-yel itu. Karena sebelumnya mereka tidak memiliki yel-yel apapun.
Aaron merasa terharu. Matanya berkaca-kaca, bibirnya tersenyum lebar. Sementara Arya berusaha meredam hawa panas yang sekarang menjalar di sekujur tubuhnya.
Aaron ingat bahkan untuk Tim sepakbola, Aaron ambil dari Tim sepakbola di kampungnya Arsyana. Mereka dengan semangat membantu Aaron, berlatih bersama dan bisa di ajak berkordinasi dalam pembagian tugas di lapangan.
Tim Aaron terdiri dari Febri sebagai keeper. Satrio, Teja, Faris dan Rizky sebagai bek /bertahan. Erwin, Daniel, Ezra sebagai gelandang, Mario, David dan Aaron bertugas sebagai penyerang.
Pertandingan akan di mulai semua orang begitu tegang menantikan siapa yang akan jadi pemenang.
Arsyana yang berdiri di podium paling depan menyatukan kedua tangan yang di taruhnya di depan bibir tipisnya, menunduk untuk berdoa.
"Tuhan beri ke kemenangan pada Timnya Aaron. ameen." Kemudian dia menatap ke arah Aaron, tersenyum untuk menyemangati. Tatapan matanya menyiratkan 'kalian pasti bisa'.
Wasit mulai melemparkan koin. Ternyata Tim Aaron yang mendapat giliran pertama. Arsyana dan para pendukung Tim Aaron bersorak gembira. Seolah gol pertama akan tercipta.
"Wah ini kesempatan bagus," ucap salah seorang pendukung Aaron.
Namun di menit pertama Tim Aaron malah kebobolan. Kedudukan sementara 1-0.
Awalnya permainan berlangsung sengit, kedua tim begitu tangguh mempertahankan kandang masing - masing. Tim Arya yang memiliki jam terbang yang lebih banyak, melakukan banyak serangan membuat tim Aaron hampir kewalahan. Namun bekat kerja sama tim yang baik, Tim Aaron bisa menyelamatkan gawang mereka.
"Sudah kuduga." Arya tersenyum puas. Dia menepuk-nepukan tangan satu ke tangan lainnya untuk menyingkirkan debu dan kotoran dari tanganya.
Supporter Arya bersorak kegirangan. Mereka menyanyikan yel-yel kebanggaan tim mereka dengan di iringi musik yang mereka ciptakan dari benda-benda yang di pukul. Namun ada juga beberapa yang mencibir timnya Aaron. "Tim kampung," ucap salah satu supporter Arya mencibir. Dia terbahak.
Tak patah semangat supporter Aaron menyanyikan yel-yel mereka juga untuk menyemangati.
Go Aaron go Aaron go...
Arsyana menatap Aaron lembut. Dengan gerakan matanya Arsyana menyiratkan, 'it's ok, masih ada 45 menit lainnya'. Aaron membalasnya dengan gerakan yang sama sembari tersenyum, membuat Arsyana lebih lega.
Menit pertama telah usai. Ada waktu lima belas menit untuk istirahat. Tim Aaron memanfaatkanya untuk evaluasi, mereka juga menyusun strategi baru untuk pertahanan dan penyerangan.
"Kalian sudah bekerja keras, Kalian semua hebat," ucap Arsyana memotivasi.
"Aaron sepertinya kamu sakit," ucap Arsyana yang melihat wajah Aaron yang lebih pucat.
__ADS_1
"Aku baik-baik aja Ar," ucap Aaron seraya tersenyum berusaha meredam kekhawatiran Arsyana.
"Kamu ga baik-baik aja, lihat muka kamu pucat!" Arsyana memegang kening Aaron untuk mematikan apakah pemuda itu demam atau tidak.
"Tuh kan demam," ucap Arsyana lagi. Aaron menghindar membuat tangan Arsyana terlepas otomatis. "Ga Ar, I'm OK," ucap Aaron lagi meyakinkan.
"Pertandingan ini ga ada apa-apanya di bandingkan kesehatanmu Aaron. Sudah ku bilang dari awal jangan ladeni Arya. Dia hanya sedang marah," cerocos Arsyana merasa khawatir.
"Gadis bawel, sudah ku bilang aku baik-baik aja," ucap Aaron gemas. Dia memegang kedua pipi Arsyana, memainkanya seolah Arsyana itu boneka yang menggemaskan. Membuat Arsyana tersipu.
"Tuuuut...."
Bunyi peluit di tiup, tandanya menit ke dua akan di mulai. Aaron mengosok-gosokan tanganya ke rambut Arsyana, membuatnya sedikit berantakan. Dia berlalu pergi ke lapangan meninggalkan Arsyana yang masih tersipu.
Sama seperti 45 menit pertama. Sekarang permainan semakin sengit. Arya yang awalnya meremehkan timnya Aaron. Sekarang lebih waspada setelah melihat kemampuan mereka di lapangan. Menit demi menit berlalu namun gol ke dua begitu susahnya untuk di cetak. Mereka sama-sama dengan tangguhnya mempertahankan kandang masing-masing.
"Oh shiiit...." gumam Arya ketika gol hampir tercipta. Seperti di menit pertama Arya melakukan serangan yang sama namun kali ini tim Aaron lebih waspada. Mereka sudah mengatur strategi baru sehingga gawang mereka aman.
Waktu tersisa 5 menit lagi. Arya merasa kemenangan sudah di depan mata. Arya tersenyum sumringah begitu pun timnya. Bahkan supporter Arya kembali mengumandankan yel-yel mereka. Namun hal yang tidak di sangka-sangka terjadi. Aaron berhasil mencetak gol pertamanya tepat di menit ke 43. Kedudukan kini menjadi seri.
"Thanks God" Arsyana sangat bersyukur, dia tersenyum ceria.
"Aaron go, Aaron go, Aaron go..."
Suporter Aaron bersorak. meski kalah banyak dengan supporter Arya. Namun semangat dan dukungan mereka bergema seolah memenuhi stadium kampus itu.
Babak penentuan tiba, wasit telah meniup peluitnya. Lima perwakilan dari tim masing masing akan melakukan tendangan penalti. Satu demi satu pemain melakukan tendangan namun tidak ada satupun pemain yang mampu menembus gawang. Beberapa bola bisa di hadang oleh keeper, lainnya meleset keluar gawang, ada juga yang berhenti beberapa meter dari gawang.
Tiba saatnya Arya melakukan tendangan penalti. Dengan coolnya Arya meletakan bola di titik penalti, mengayunkan kakinya untuk menendang. Namun sayang bola itu harus meleset keluar gawang, mungkin karena Arya terlalu berapi-api. Sekarang tiba giliran Aaron yang melakukan tendangan. Arsyana memejamkan matanya sekali lagi berdoa dengan lebih khidmat. "Tuhan aku mohon, Tuhan aku mohon" pinta Arsyana.
"Gooooool......"
Semua orang berteriak ketika bola Aaron melesat menembus pertahanan lawan. Supporter Aaron bersorak gembira, menyanyikan yel-yel mereka. Mereka juga berpelukan satu sama lain. Bahkan tak sadar salah satu gadis supporters Aaron memeluk salah satu supporter-nya Arya.
"Thanks God." Arsyana membuka matanya. Kemudian berlari ke tengah lapangan. Saking bahagianya dia memeluk Aaron. Aaron mengangkat tubuh Arsyana tinggi berputar bersamanya. Mereka tertawa bahagia.
"Kita berhasil," ucap Aaron penuh kebahagiaan.
__ADS_1
Arya yang dari tadi melihat kebahagiaan mereka. Merasakan panas yang menjalar di sekujur tubuhnya. Dia berlalu meninggalkan lapangan dengan rasa kesal.
........ To be continued.... ...