Ketika Pangeran Vampire Amnesia

Ketika Pangeran Vampire Amnesia
Bab 7 # Arya Mulai Cemburu


__ADS_3

Desas desus tentang anak baru idola para cewek, kini sampai di telinga Arya. Pesona Aaron begitu ajaib menyihir para gadis di kampus. Semua orang membicarakanya. Para gadis mulai mengidolakan Aaron.


"Oh God matanya itu lo, hijau bagaikan zamrud, " ucap salah satu mahasiswi berkaca mata kagum.


"Bibirnya juga sexy," timpa temanya lagi.


"Cara jalanya... oh God, dengan tubuh se-atletis itu. Mungkin pelukanya bakalan sangat hangat" ucap seorang lagi, menghayalkan Aaron.


"Dasar loe otak mesum," sergah temanya, seraya menggetok kepala dia dengan buku.


"Iiiiiih sakit tau, itu pelukan bukan mesum. Dia tipeku banget, Aaron.. oh Aaron," keluhnya sambil memegang kepala yang tadi temanya getok.


"Aaron oh Aaron apaan, dasar cewek gatel, apa hebatnya? modal tampang doang," gumam Arya dalam hati, ketus. Tak sengaja dia mendengar percakapan gadis-gadis itu ketika lewat di depan mereka. Tak sadar bibirnya menirukan gaya bicara gadis tadi.


"Si Arsyana tu ngekor mulu di belakang si Aaron, emang dia siapa? pacar bukan, bodyguard iya. Mana mau si Aaron sama si Arsyana. haha..." ucap Tara nyinyir. Dia adalah salah satu anggota dari geng elite yang paling dekat dengan Treshy . Ayahnya adalah seorang anggota dewan.


"Ia dia sok cantik, padahal cupu," timpa si jangkung Natalie. Dia Selebgram yang doyan jalan-jalan ke luar negeri.


"Mending kita kemana-mana," ucap si centil Raya, sombong. Dia membuka kaca di dalam bedak mahalnya. Kemudian tersenyum melihat pantulan di cermin, seolah merasa paling cantik.


Arya yang mendengar itu hanya bisa mengepalkan tangan. Namun dia tak berani menanyakan langsung pada Arsyana setelah kejadian itu. Sesekali matanya yang sipit menjelajah mencari seseorang. Dalam hatinya berharap melihat Aaron. Kenapa cewek-cewek begitu mengagung-agungkan dia, seberapa hebat dia, seberapa tampan dia.


...*****...


" loe udah denger tentang cewek loe Arya?"


Tiba-tiba teman se-Timnya bertanya tentang desas-desus hubungan Aaron dan Arsyana di luar sana. Namun Aaron yang sedang melakukan pemanasan hanya terdiam menahan amarah. Dia berusaha tetap focus.


"Pesona si Aaron udah bikin cewek di kampus ini pada ga waras, mending loe amanin tuh cewek loe! Kalau ga, nanti loe nyesel," ucap Toni memperingati.


"cewek gue malah minta supaya gue lebih rajin nge-gym. Katanya supaya lebih six pack kaya si cunguk Aaron. Dia ga liat apa badan gue udah bagus. Ya walau ga se six-pack Aaron si," Timpa temennya yang lain, sambil nenggaruk kepalanya yang ga gatal. Ga sadar dia sudah memuji Aaron.

__ADS_1


" loe mending, nah gue malah di suruh operasi plastik. Masa gue harus ganti wajah. Emang gue sejelek apa si," ucap temenya yang lain. Kemudian mereka semua tertawa.


Arya yang masih terdiam. Kini tidak bisa membendung amarahnya. Dengan sangat keras Arya membanting bola yang ada di dekatnya.


" Awas loe Aaron," Arya bergumam, dia mengepalkan tanganya dengan tenaga penuh, matanya penuh amarah.


Beberapa bulan yang baru


"Arya please tutup mata!" pinta Arsyana manja, dengan suara memelas.


"Ga mau ah, haha..." goda Arya. Dia senang sekali melihat bibir kecil Arsyana membulat ketika cemberut.


"Yaaaaa ... h Arya," ucap Arsyana kecewa. Sekarang bibinya membulat cemberut.


"Hahaha....tu kan kamu tambah cantik," Arya terbahak, dia menatap Arsyana lekat membuat Arsyana tersipu.


"Iiiiiih... Arya, malah godain aku. Cepetan tutup matanya! ucap Arsyana masih tersipu.


" Ya ya ya.. pasti ada hadiahnya," ucap Arsyana meyakinkan, dan menyiratkan supaya Arya cepat tutup mata.


"Oke Tuan Putri," ucap Arya mengiyakan, suaranya lembut memanggil nama Arsyana. Seraya memejamkan setengah matanya.


"Tuuuh kan malah bercanda terus. Jangan ngintip!" ucap Arsyana sedikit kesal. Kemudian menutup mata Arya dengan kain hitam. "Nah sekarang aman," ucapnya merasa puas.


"Sepertinya ini bau-bau kebahagiaan," ucap Arya merasa senang. Perlahan dia menghampiri Arsyana. "hehe... Ketahuan dech," ucap Arsyana menjauh. Menghindari Arya yang bersiap menangkap kotak bekal yang Arsyana pegang.


"Awas gadis nakal! itu punya ku." Arya berlari mengejar Arsyana, membanting kain hitam penutup matanya ke samping. Arsyana terus berlari menjauhi Arya sambil terbahak.


"Masa Atlet kalah sama gadis pembuat gorengan. Hahaha..." ucap Arsyana mengejek. Dia tidak bisa berhenti tertawa.


"Di hadapan gadis pembuat gorengan seorang Atlet pun tunduk," ucap Arya pasti. Dia semakin mendekat perlahan menyandarkan tubuh Arsyana ke tembok. Arsyana mundur dengan teratur, dadanya tiba-tiba berdebar kencang, matanya terkunci, menatap lurus kedepan. Seolah tak bisa beralih ke mana-mana.

__ADS_1


" Gooool..... "Teriak Arya ketika berhasil mengambil kotak bekal dari tangan Arsyana.


" Nah... Ini caranya seorang Atlet merebut kotak gorengan, haha," goda Arya yang langsung membuka kotak bekal yang berisi banyak gorengan. Dengan penuh semangat Arya melahap satu demi satu gorengan yang Arsyana buat.


" Ar...ya... Awas ya," ucap Arsyana kesal.


" Jangan di habisin gorenganya. Atlet ga boleh terlalu banyak gorengan." ucap Arsyana. Dia mencoba merebut kotak bekalnya.


"Salah sendiri bawa kenikmatan duniawi ke sini," ucap Arya puas, sambil terus melahap gorengan yang tersisa.


Arsyana tersenyum senang.


...*****...


"Dulu aku yang paling kamu utamakan, Tapi sekarang..." Ucapan Arya terhenti. Raut muka Arya berubah muram. Dia kembali terhanyut dalam lamunanya.


"Wah ... cantiknya pacar pesepak bola," puji Arya yang melihat penampilan Arsyana berbeda dari biasanya. Mata Arya tak bisa beranjak dari Arsyana yang mengenakan simple dress berwarna hitam. Rambutnya di kuncir kuda, dengan heels hitam dan simple clutch bag berwarna gold.


Arsyana hanya tersipu." Udah... Arya," ucapnya malu. Dia menutupi mata Arya dengan tangan mungilnya. "Jangan di tutupin, aku mau liat," ucap Arya, menyingkirkan tangan Arsyana dari matanya, lembut. " Nanti kita telat lo," ucap Arsyana mengingatkan.


Hari itu adalah hari perayaan kemenangan Timnya Arya. Meski sebenernya Arsyana tidak menyukai pesta. Tapi demi Arya dia pergi. Dan demi Arya pula Arsyana yang biasanya memakai tshirt dan jeans sekarang memakai feminine dress.


" Arya janji ya, setelah acara inti kita langsung pulang" ucap Arsyana menagih janji.


"Iya tuan putri yang bawel," kata Arya meyakinkan.


Tema serba hitam memang sangat cocok di badan Arsyana yang ramping dan juga memiliki kaki yang jenjang. Dia terlihat sexy dan elegant. Tak ayal banyak pasang mata yang terpaut pada gadis 20 tahun itu. Membuat Arya sedikit cemburu. Arya menatap balik setiap laki-laki yang melirik ke arah Arsyana, dengan tatapan tajam. Arsyana tersenyum melihatnya, merasa senang.


"Dulu aku tak suka jika ada lelaki yang menatap Arsyana. Mana mungkin aku biarin kamu bersama Arsyana Aaron," gumam Arya dalam hati kesal.


...... To be continued ... ...

__ADS_1


__ADS_2