
Pagi itu cuacanya sangat cerah. Aaron dan Arsyana memecah macetnya jalanan ibu kota. Hari itu Aaron berencana untuk daftar di kampus Arsyana.
"Beep ... beep ...
Suara klakson dari seorang pengendara mobil yang tak sabar dengan antrian kemacetan. Sepertinya dia sedang buru-buru. Wajahnya terlihat kesal, sesekali ia mengumpat kata-kata kotor sambil membunyikan klakson. Lain halnya dengan pedagang asongan. Mereka terlihat sumringah, ada harapan di mata mereka. Dengan penuh semangat mereka menawarkan daganganya. Ini adalah kesempatan untuk mendapatkan rupiah.
Dengan motor matic-nya Aaron dan Arsyana bisa dengan mudah menyalip mobil mobil yang berjejer, karena tertahan kemacetan. Sehingga mereka bisa datang ke kampus tepat waktu. Meski seorang wanita, kemampuan Arsyana mengendarai motor tidak perlu di ragukan. Dia terbiasa mengantar pesanan catering bibinya. Bahkan sampai pelosok.
...*****...
"Arsyana....."
Seorang gadis berambut ikal menghampiri Arsyana. Ketika Arsyana dan Aaron keluar dari ruang administrasi. Mereka baru saja menyelesaikan proses pendaftaran Aaron sebagai mahasiswa di kampus itu. Dia tersenyum tengil menggoda Arsyana yang saat itu bersama Aaron.
"Siapa?" tanya gadis itu dengan gerakan bibir dan mata yang menunjuk ke arah Aaron.
"Pacar loe?" tanyanya lagi dengan gerakan yang sama
"Apaan si, udah ah, jangan godain mulu!" ucap Arsyana dengan gerakan mulutnya, berhati-hati supaya tidak terdengar Aaron yang berada di belakangnya.
"Ganteng gitu, emang loe ga mau?, buat Gue aja, kenalin lah!" ucapnya lagi menggoda Arsyana, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Dasar loe..." ucap Arsyana seraya tersenyum membalas godaan temenya. Sementara Aaron sedang sibuk memperhatikan keadaan sekitar kampus. Kampus elite dengan fasilitas serba lengkap.
"Arsyana kenalin lah pacar baru loe! ucap teman Arsyana tiba-tiba.
" Apaan si, kita ga pacaran," jawab Arsyana salah tingkah. Dia menepuk tangan temanya pelan.
" Aaron ini Mita, Mita ini Aaron, " ucap Arsyana memperkenalkan.
" Aaron, " ucap aron tersenyum seraya mengulurkan tanganya.
"Mita," jawab Mita, membalas uluran tangan Aaron. Dia ga sadar memegang tangan Aaron cukup lama.
"Mo sampai kapan salamanya, nenk. Bel bentar lagi bunyi tuh," ejek Arsyana, menggoda.
__ADS_1
"Uf sorry, habisnya ganteng si. Haha, " ucap Mita terus terang. Seraya tertawa. Namun Aaron hanya tersenyum. Senyuman yang bisa menyihir orang yang melihatnya. Tak terkecuali Mita.
"OK gue duluan, ada kelas soalnya, bye ... " ucap Mita berpanitan. Dia pun berlalu meninggalkan mereka berdua.
"Kruk...."
"Kamu lapar ga? Ke kantin yu, nanti setelah makan aku ajak kamu keliling kampus," ucap Arsyana pura-pura ga tau kalo dia mendengar suara perut Aaron yang keroncongan. Aaron hanya mengangguk dengan polosnya.
...*****...
Di kantin begitu banyak orang. Ada juga geng cewek elite yang famous di kampus. Geng cewek-cewek kaya yang sukanya pamer barang-barang branded, bermodal tampang namun isinya nol besar. Geng itu berangotakan Treshy, Tara, Natalie dan Raya. Seperti biasa mereka duduk di deretan paling belakang dekat jendela. Tempat yang mereka doktrin milik mereka, tak ada satu pun selain anggota geng elite yang di perbolehkan duduk di sana.
Entah mengapa semenjak masuk area kampus, mata semua orang tertuju pada Aaron dan Arsyana, terutama cewek-cewek. Sama halnya sekarang, saat mereka berada di kantin. Mata mereka berbinar, seolah berharap memiliki Aaron.
"Arsyana.. Itu siapa, ko ga di kenalin?" ucap Treshy tiba-tiba. Meminta Arsyana memperkenalkan Aaron.
"Aaron ini Treshy," ucap Arsyana memperkenalkan
"Treshy," ucap Treshy mengulurkan tangan, Seraya tersenyum sok anggun memamerkan kecantikanya.
"Aaron," jawab Aaron cool, tanpa membalas uluran tangan Treshy.
Arsyana berusaha menahan tawa, melihat expresi Treshy yang kesal. Untuk pertama kalinya cewek paling famous di kampusnya di tolak seseorang. Treshy adalah leader dari geng elite. Dia anak dari salah satu orang berpengaruh di kampus. Ayahnya pemegang saham 40% di kampus itu. Tak jarang, dia menggunakan pengaruh ayahnya untuk mendepak orang yang tidak ia suka.
Si sexy Treshy tak pernah mau bergaul atau sekali pun menghampiri Arsyana. Dia tak suka bergaul dengan gadis biasa. Dan untuk pertama kalinya dia datang ke hadapan Arsyana karena Aaron. Mata zambrud Aaron seperti punya sihir untuk para wanita.
...*****...
Dengan lahapnya Aaron menyantap semua makanan yang mereka pesan. Seperti tak pernah kenyang lagi dan lagi Aaron melahap habis makananya. Arsyana sampai memesan beberapa kali. Hal itu membuat Arsyana kenyang tanpa makan. Dia hanya bisa melongo, menonton Aaron yang focus pada makananya. Pria itu seolah bertekuk lutut di hadapan makanan.
"Aaron, aku ke toilet dulu, kamu habisin dulu aja!" ucap Arsyana meminta izin. Aaron hanya mengangguk dengan mulut penuh makanan.
...*****...
Langkah Arsyana terhenti di suatu ruangan. Dia mengintip dari balik jendela. Terlihat seseorang sedang berlatih bola. Pria itu begitu focus pada bolanya. Sesekali mengelap keringat yang membasahi keningnya.
__ADS_1
"Goooool...."
"Ceweku memang hebat," ucap Arya memuji Arsyana yang berhasil mencetak gol. Tangan kekarnya mengusap lembut rambut Arsyana yang di kuncir kuda. Arsyana tersipu malu.
"Pacar siapa dulu donk," ucap Arsyana bangga. Tanganya yang lentik mencubit manja hidung Arya yang lancip. Seraya mengedipkan sebelah matanya.Kemudian lari menghindari balasan susulan.
"Awas lo... Gadis nakal" ucap Arya gemas. Dia berjalan ke arah Arsyana, mencoba membalas cubitan Arsyana. Namun gadis itu berhasil melarikan diri. Tak pantang menyerah dia berusaha menangkap Arsyana lagi. Arsyana yang kegirangan meledek Arya dengan memeletkan lidah, hidung dan matanya mengerut.
"Kena kau...mau kemana Sekarang? " ucap Arya puas. Ketika berhasil menangkap Arsyana. Di dekapnya tubuh ramping itu penuh sayang.
"love you," ucap Arya seraya mencium kepala Arsyana dalam pelukanya.
"Love you more," jawab Arsyana, membalas pelukan Arya.
"Harusnya kamu udah bahagia sekarang, ga ada pengganggu yang bisa menghentikan mu masuk TIMNAS lagi" gumam Arsyana dalam hati, raut mukanya berubah sedih. Dia mengusap air mata yang membasahi pipinya.
Tiba-tiba Arya menoleh ke arah jendela. Seolah merasa ada orang yang sedang memperhatikanya. Arsyana yang sedang melamun mengingat kenangan manisnya bersama Arya. Terperanjat, secepatnya menghindar bersembunyi di balik tembok. Kemudian berlalu dari tempat itu.
...*****...
"Udah selesai?" tanya Arsyana pada Aaron yang masih menjilati sisa-sisa bumbu yang menempel di jari-jari tanganya.
"Blom Ar," jawab Aaron yang masih focus pada jari-jarinya.
"Ya udah pesan lagi aja," ucap Arsyana menawarkan.
"Hahaha...." Tiba-tiba Aaron terbahak.
"Kenapa?" tanya Arsyana merasa bingung, dahinya berkerut, matanya menyipit.
"Aku cuma bercanda Ar," ucap Aaron santai, sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Aa... Ron," ucap Arsyana gemas. Dia hendak memukul Aaron dengan sendok. Namun Aaron segera menghindar. Membuat Arsyana kesal. Bibir kecilnya kini monyong seperti bebek.
"Awas lo..." ancam Arsyana merasa tidak puas.
__ADS_1
"Kabur....." Aaron berlari menghindari balasan susulan dari Arsyana yang masih cemberut.
...... To be continued... ...