Ketua Osis Galak

Ketua Osis Galak
Bintang Patah Hati


__ADS_3

***


Lucas mengajak Aurin untuk pergi ke rootfop sekolah. "Aurin," panggil Lucas.


Aurin menoleh. "Iya?"


"Gue suka sama lo, lo harus jadi cewek gue mulai sekarang. Gak boleh nolak!" Aurin terkejut saat Lucas memegang tangannya.


"Ha--hah? Maksudnya?" tanya Aurin dengan gagap.


"Lo mau jadi cewek gue?" Aurin mengangguk dan tersenyum.


"AURIN PUNYA LUCAS!" teriak Lucas dengan senang di atas rooftop.


Aurin tertawa saat melihat tingkah Lucas. "Aurin punya Lucas!" teriak Aurin.


"Janji temenin gue terus?" Aurin menyodorkan jari kelingkingannya dan di balas oleh Lucas.


"Lucas akan selalu jagain Aurin," ucap Lucas dan Aurin tersenyum.


Lucas mengajak Aurin ke bawah dan berdiri di tengah lapangan. "Perhatian semuanya!"


Semau siswa menghampiri Lucas.


"Mulai hari ini dan detik ini, Aurin jadi pacar gue! Kalo ada yang berani sakitin dia, berurusan sama gue!" jelas Lucas.


"Selamat!" sorak semua siswa.


"Wih, selamat Aurin Lucas."


"Langgeng."


Begitulah jawaban dari siswa.


Bintang menatap kerumunan itu dari kejauhan, ada rasa sakit di hatinya. "Kok gue malah sakit hati sih?" gumam Bintang.


Mulai hari itu, tidak ada yang berani mengosipkan Aurin dan mencari ribut dengan Aurin. Bahkan, ketika mereka melihat Aurin, mereka langsung menunduk.


"Kamu apain mereka?" tanya Aurin kepada Lucas saat mereka berada di kantin.


"Cuma sat set sat set," jawab Lucas.


"Helehh, lawak banget dah!" timpal Aurin.


"Ekhem, hargai kami para jomblo," sindir Bianca dan Febby.


"Berhubungan Lucas sama Aurin jadian hari ini, lo berdua traktir kita!" perintah Febby.

__ADS_1


"Pesan aja semau kalian," ujar Lucas.


"Woahh, makasih! Tajir banget cowoknya Aurin," ucap Febby kegirangan.


"Gue cuma pengen nikah sama cowok fiksi," ucap Bianca.


"Cowoknya gak nyata!" ledek Febby.


"Idih, biarin yang penting gue senang," balas Bianca.


"Cowok Bianca gepeng!" ejek Febby sekali lagi.


"Gue tamp0l lo!" kesal Bianca.


Plak!


Bianca melayangkan satu pvkulan di pipi Febby membuat sang empuh meringis.


"Sakit woi!" kesal Febby.


"Lo tuh juga jomblo, jadi gak usah ngeledek gue juga!" hina Bianca.


"Iya, maaf dehh."


Aurin dan Lucas hanya menyimak perdebatan yang tidak berfaedah itu.


***


Lucas keluar dari kamarnya sambil memakai hoodie bewarna hitam yang bergambar burung elang.


"Lo tunggu di rumah bentar, ya. Gue mau keluar, ada urusan sama teman." Lucas melangkahkan kaki keluar dari apartement dan Aurin mengangguk.


"Hati-hati!" teriak Aurin.


Aurin duduk di sofa sambil menonton TV.


"Perutku sakit banget, oh iya. Aku belum makan dari tadi, maag ku kambuh." Aurin memegangi perutnya dan berlari menuju kamar untuk mengambil obat.


"Mana obatnya," lirih Aurin sambil membuka-buka lemari. Namun, tidak kunjung juga obat tersebut.


"Perasaan aku taro di sini kemarin, aduhh tolong aku, sakit!" ringis Aurin dan terduduk di lantai.


Ia mengambil ponselnya dan menelfon Lucas. "Lucas, angkat dong!"


"Angkat plis, aku udah gak tahan nih." Aurin masih setia memegangi perutnya, keringat bercucuran membasahi baju Aurin.


Aurin menelfon Bintang, berharap Bintang bisa menolongnya. "Bintang angkat plis," ujar Aurin.

__ADS_1


Bintang mengangkat telpon Aurin.


Call On.


"Kenapa, Rin?" tanya Bintang di sebrang sana.


"Bin--tang, tolongin aku hiks ... hiks, maag ku kambuh. Aku udah gak kuat, obatnya hilang Bin---"


"Rin? AURIN!" panggil Bintang.


Call Off.


Aurin pingsan karna menahan sakit yang sangat luar biasa.


Setelah beberapa menit.


"Ini apartementnya Lucas," gumam Bintang dan masuk ke dalam apartement Lucas.


"Aurin, buka pintunya!" Bintang mengetok pintu tersebut dengan buru-buru. Namun, tidak ada jawaban dari Aurin.


Bintang mendobrak pintu tersebut sebanyak dua kali, kemudian pintu tersebut terbuka dan Bintang langsung masuk ke dalam untuk mencari Aurin.


"Aurin, lo di mana?!" panggil Bintang frustasi.


Bintang memasuki kamar Aurin, ia terkejut saat melihat Aurin pingsan tergeletak di lantai.


"Aurin, bangun!" Bintang menepis pipi Aurin berharap dia bangun.


Mata Aurin sedikit terbuka, ia menatap seseorang yang menolong dirinya. Dia adalah Bintang, ia sangat senang saat Bintang datang. 'Akhirnya,' batin Aurin dan menutup matanya kembali.


Bintang menggendong Aurin ala bridal style menuju RS. "Maafin gue kalo gue lancang."


*****


VISUAL....


BINTANG



AURIN



LUCAS


__ADS_1


siapa tau nanti berubah lagi tergantung yang di bayangin nya 🤣🤣🤣


__ADS_2